The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Uncategorized

Harga minyak menghentikan kenaikanya berturut-turut setelah kembali meningkatnya pasokan minyak Amerika sehingga menekan sentimen positif dari perpanjangan masa pemangkasan produksi oleh OPEC.  Pada Sore ini harga minyak WTI terpantau turun sebanyak 0,14% sedangkan minyak Brent turun sebesar 0,21%. Penurunan harga minyak tersebut menyebabkan saham – saham seperti MEDC dan ELSA menghentikan rally kenaikanya dan justru berbalik ke zona merah.

Pada perdagangan hari ini IHSG ditutup melemah sebesar 0,44% ke level 5568,11. Hanya dua sektor yang mengalami penguatan dari sembilan sektor yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sektor konsumer dan manufaktur memimpin pelemahan dengan penurunan sebesar 1,25% dan 0,86%. Pergerakan IHSG ini mirip dengan kondisi regional yang juga bergerak di zona merah, indeks HSI mengalami penurunan sebesar 0,77% sedangkan KOSPI dan Nikkei 225 masing – masing turun sebanyak 0,20% dan 0,80%.

0

Uncategorized

Saham Soechi Lines Tbk. (SOCI) dalam dua minggu terakhir ini mengalami fluktuasi kenaikan yang luar bisa. Bahkan setelah rilis laporan keuangan pada hari ini yang memberitakan bahwa labanya mengalami penurunan year on year sebesar -48%, sahamnya masih bergerak naik menuju auto reject atas (ARA). Sebenarnya apa yang diharapkan investor dari saham ini? Kami akan mengupasnya secara tuntas mulai dari sisi bisnis, pergerakan saham dan juga prospeknya ke depan.

Yak, mari kita mulai..

Soechi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran dan pembangunan kapal yang didirikan pada tahun 2010. Namun sejarah berdirinya perusahaan ini sudah dimulai sejak tahun 1977 oleh seorang pengusaha bernama Paulus Utomo yang membangun bisnis di bidang penyewaan kapal, sehinggak ketika PT Soechi didirikan di tahun 2010, perusahaan tersebut sudah membawahi sepuluh anak usaha dengan sembilan di antaranya bergerak di bidang penyewaan kapal dan sisanya di bidang galangan kapal.

Soechi mulai melantai di Bursa pada akhir tahun 2014. Dan mulai tahun tersebut sampai 2017 ini harga sahamnya terus turun dari puncaknya di 750 pada Desember 2015 hingga terendah di harga  352 atau turun sebanyak 52,9%. Hal ini sedikit banyak bisa dimaklumi karena pada saat IPO harga IPO mencapai 1,6X dari PBV, yang mana di bidang perkapalan yang resikonya besar, harga ini termasuk tinggi.

Di tahun IPO SOCI tersebut, kita tahu bahwa harga komoditas mengalami kelesuan, terutama minyak bumi yang turun hingga berada di angka 30-an USD/barrel. Banyak investor yang menduga ini akan menyebabkan penyewa kapal akan berkurang yang menyebabkan laba SOCI menurun. Namun hal tersebut kurang tepat, karena kapal-kapal SOCI sebagian besar sudah teken kontrak dengan perusahaan – perusahaan minyak sehingga penurunan harga komoditas tidak begitu berpengaruh terhadap laba perusahaan.

Untuk prospek harga saham ke depanya, SOCI kami prediksi  masih akan  naik, hal ini dikarenakan fundamental perusahaan yang semakin baik. Manajemen SOCI mengatakan akan lebih fokus pada usaha maintenance kapal-kapal yang masuk ke galangan. Ini akan menyebabkan perputaran margin akan lebih cepat daripada perputaran margin dari proyek pembuatan kapal baru yang meskipun memiliki laba yang besar namun memerlukan waktu yang lama sehingga tidak menghasilkan pemasukan yang konstan.

Dari tahun ke tahun jumlah kapal yang memerlukan perbaikan terus meningkat. Pada tahun 2013 ada sekitar 13.000 kapal yang memerlukan perbaikan kemudian di tahun 2015 meningkat menjadi 16,142 kapal. Apalagi proyek pemerintah yang mencanangkan pembangunan infrastruktur maritim besar – besaran di pulau Sumatera dan letak galangan kapal SOCI yang sangat strategis (di selat Malaka) maka bisnis galangan kapal tersebut akan memilki potensi keuntungan yang besar.

Oleh karena itu, meskipun laporan keuangan SOCI tahun 2016 yang dirilis hari ini menunjukkan penurunan laba year on year yang cukup besar mencapai 48% namun dengan prospek perusahaan yang bagus ke depanya, saham ini masih sangat layak untuk dikoleksi.

0

Uncategorized

Harga minyak mentah kembali melanjutkan penguatan setelah Kuwait memberikan sinyalemen mendukung keputusan OPEC untuk memperpanjang masa pemangkasan produksi. Di West Texas Intermediate (WTI) harga minyak naik sebesar 1,7% sementara harga minyak Brent naik sebesar 1 %. Hal berbeda terjadi di komoditas minyak sawit (CPO) yang pada kamis kemarin ditutup melemah sebesar -2,28% yang merupakan level terendah baru sepanjang 2017. Menurunya harga CPO ini merupakan imbas dari menurunya harga minyak kedelai sebagai komoditas substitusi. Selain itu kembali pulihnya produksi setelah mengalami cuaca kering El Nino disinyalir juga akan meningkatkan suplai CPO global. Dari logam mulia, harga emas, timah dan nikel mengalami pelemahan masing masing sebesar -0,92%, 0,20% dan -0,02%.

Pada perdagangan kemarin bursa Amerika ditutup menguat dikarenakan pertumbuhan belanja konsumen yang naik dari 3% menjadi 3,5%. Indeks Dow jones menguat sebesar 0,33% kemudian S&P 500 dan Nasdaq masing – masing menguat sebesar 0,29% dan 0,28%. Dari bursa Eropa, kenaikan saham – saham dari sektor tambang dan energi menopang penguatan indeks. DAX Jerman dan CAC 40 Perancis masing masing menguat sebesar 0,44% dan 0,41% namun FTSE melemah tipis sebesar -0,06%.

Pergerakan indeks hari ini diperkirakan akan menguat terbatas, tekanan beli kuat di akhir perdagangan kemarin akan berlanjut pada awal perdagangan hari ini meskipun secara teknikal IHSG sudah berada di area jenuh beli.

0