Uncategorized

Bagaimana laporan keuangan SOCI, kenapa sahamnya terus naik?

Saham Soechi Lines Tbk. (SOCI) dalam dua minggu terakhir ini mengalami fluktuasi kenaikan yang luar bisa. Bahkan setelah rilis laporan keuangan pada hari ini yang memberitakan bahwa labanya mengalami penurunan year on year sebesar -48%, sahamnya masih bergerak naik menuju auto reject atas (ARA). Sebenarnya apa yang diharapkan investor dari saham ini? Kami akan mengupasnya secara tuntas mulai dari sisi bisnis, pergerakan saham dan juga prospeknya ke depan.

Yak, mari kita mulai..

Soechi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran dan pembangunan kapal yang didirikan pada tahun 2010. Namun sejarah berdirinya perusahaan ini sudah dimulai sejak tahun 1977 oleh seorang pengusaha bernama Paulus Utomo yang membangun bisnis di bidang penyewaan kapal, sehinggak ketika PT Soechi didirikan di tahun 2010, perusahaan tersebut sudah membawahi sepuluh anak usaha dengan sembilan di antaranya bergerak di bidang penyewaan kapal dan sisanya di bidang galangan kapal.

Soechi mulai melantai di Bursa pada akhir tahun 2014. Dan mulai tahun tersebut sampai 2017 ini harga sahamnya terus turun dari puncaknya di 750 pada Desember 2015 hingga terendah di harga  352 atau turun sebanyak 52,9%. Hal ini sedikit banyak bisa dimaklumi karena pada saat IPO harga IPO mencapai 1,6X dari PBV, yang mana di bidang perkapalan yang resikonya besar, harga ini termasuk tinggi.

Di tahun IPO SOCI tersebut, kita tahu bahwa harga komoditas mengalami kelesuan, terutama minyak bumi yang turun hingga berada di angka 30-an USD/barrel. Banyak investor yang menduga ini akan menyebabkan penyewa kapal akan berkurang yang menyebabkan laba SOCI menurun. Namun hal tersebut kurang tepat, karena kapal-kapal SOCI sebagian besar sudah teken kontrak dengan perusahaan – perusahaan minyak sehingga penurunan harga komoditas tidak begitu berpengaruh terhadap laba perusahaan.

Untuk prospek harga saham ke depanya, SOCI kami prediksi  masih akan  naik, hal ini dikarenakan fundamental perusahaan yang semakin baik. Manajemen SOCI mengatakan akan lebih fokus pada usaha maintenance kapal-kapal yang masuk ke galangan. Ini akan menyebabkan perputaran margin akan lebih cepat daripada perputaran margin dari proyek pembuatan kapal baru yang meskipun memiliki laba yang besar namun memerlukan waktu yang lama sehingga tidak menghasilkan pemasukan yang konstan.

Dari tahun ke tahun jumlah kapal yang memerlukan perbaikan terus meningkat. Pada tahun 2013 ada sekitar 13.000 kapal yang memerlukan perbaikan kemudian di tahun 2015 meningkat menjadi 16,142 kapal. Apalagi proyek pemerintah yang mencanangkan pembangunan infrastruktur maritim besar – besaran di pulau Sumatera dan letak galangan kapal SOCI yang sangat strategis (di selat Malaka) maka bisnis galangan kapal tersebut akan memilki potensi keuntungan yang besar.

Oleh karena itu, meskipun laporan keuangan SOCI tahun 2016 yang dirilis hari ini menunjukkan penurunan laba year on year yang cukup besar mencapai 48% namun dengan prospek perusahaan yang bagus ke depanya, saham ini masih sangat layak untuk dikoleksi.