The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Uncategorized

Astra International Tbk (ASII) mencatatkan kinerja yang luar biasa pada kuartal I tahun ini. Laba bersih perseroan naik sebesar 63% seiring dari peningkatan kinerja dari hampir seluruh segmen bisnis. Group Astra sendiri sering dianggap sebagai barometer perekonomian Indonesia, ketika kinerjanya baik maka menggambarkan kondisi perekonomian yang mulai pulih, begitu pula sebaliknya. Hal ini tidak terlepas dari lini bisnis Astra yang mencakup hampir semua sektor seperti otomotif, agribisnis, alat berat, pertambangan, jasa keuangan, teknologi dan infrastruktur.

Data – data ekonomi sepanjang 2017 ini menunjukkan nilai yang cukup baik dimana konsumsi domestik yang tumbuh sebesar 5,7%, investasi yang tumbuh 6,8%, neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus dan juga inflasi yang stabil dan terkendali. Arus dana asing yang masuk ke dalam bursa juga menunjukkan kepercayaan investor yang meningkat. Sejak Januari sampai dengan hari ini, dana asing yang masuk ke dalam bursa sudah mencapai 17,8 triliun, jumlah ini sudah lebih tinggi dari aliran dana asing sepanjang 2016 yang hanya mencapai 15,8 triliun.

Kemudian dari sisi pertumbuhan ekonomi, bank Dunia sampai saat ini masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 5,3% yang berarti lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi tahun lalu yang hanya mencapai 5,02%. Jadi, dengan melihat data – data di atas, maka anggapan bahwa kinerja group Astra menggambarkan keadaan perekonomian Indonesia masih relevan sampai saat ini.

Market Update:

Dari regional Asia, indeks Nikkei 225 Jepang berakhir melemah tipis sebesar 0,01%. Rilis data ekspor untuk bulan Maret yang lebih bagus dari ekspektasi tidak mampu mengangkat indeks ke zona positif. Kemudian dari bursa Korea, indeks Kospi berhasil ditutup positif dengan kenaikan 0,50%  yang sejalan dengan penguatan mata uang won. Kemudian dari Hongkong, indeks Hang Seng berhasil mengakhiri pelemahanya selama tiga hari berturut – turut setelah pada sore ini mencatatkan kenaikan sebesar 0,97% menyusul kenaikan saham – saham teknologi.

IHSG hari ini bergerak mixed dan ditutup di teritori negatif dengan penurunan sebanyak 0,19% ke level 5595,31. Tujuh dari sembilan sektor yang terdaftar di bursa Efek Indonesia bergerak di zona merah dengan penekan terbesar pada sektor mining dan consumer yang masing – masing turun sebanyak 0,8% dan 0,58%. Asing masih melanjutkan inflownya ke dalam bursa dengan mencatatkan net buy di pasar reguler sebesar 394,98 miliar dengan pembelian terbesar pada saham BBCA, TLKM, BBRI, PGAS dan BSDE.

Untuk Pembukaan Account Phillip Securities dapat Menghubungi  Mz Elise di (021) 50314300  WA/Telegram : (021) 50314300  Email: Phillip.serpong@gmail.com

0

Uncategorized

Pilkada DKI Jakarta telah usai dengan hasil quick count dari tiga lembaga survey yang menunjukkan bahwa pasangan nomor tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjadi pemenang di putaran kedua ini. Seperti diketahui pasangan nomor tiga didukung oleh taipan Harry Tanoe yang mempunyai beberapa perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia. Kemenangan ini akan memberikan sentimen positif bagi pergerakan emiten – emiten yang terkait dengan pasangan tersebut dan Hari Tanoe. Untuk Sandiaga Uno emiten – emiten yang berkaitan adalah ADRO, SRTG, dan PALM  sedangkan Hari Tanoe adalah MNCN, BMTR, BHIT, KPIG dan BCAP.

Commodities Update:

Harga minyak pada perdagangan kemarin ditutup turun tajam. Harga minyak WTI untuk kontrak Mei berakhir dengan pelemahan 3,76% ke level US$ 50,44 per barel. Sedangkan patokan Eropa yaitu minyak Brent, harganya turut melemah 3% ke level US$ 52,93 per barel. Penurunan ini berkaitan dengan tidak sesuainya ekspektasi penurunan stok minyak mentah Amerika yang hanya berkurang sebanyak satu juta barel. Jumlah stok yang tinggi menunjukkan bahwa permintaan akan minyak tidak sekuat seperti dugaan semula.

Dari komoditas lain, harga batubara juga turut melemah. Di bursa Rotterdam, harga batubara turun 0,46% untuk pengiriman April sedangkan untuk pengiriman Mei turun sebanyak 0,2%. Sementara itu, dari komoditas minyak sawit atau CPO, sentimen negatif kembali datang dari kenaikan produksi Malaysia sebanyak 16% yang menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak September 2016. Harga CPO pada perdagangan kemarin turun sebanyak 0,88% ke level 2473 ringgit per ton.

Market Update:

Bursa Amerika berakhir di zona merah pada perdagangan kemarin. Indeks Dow Jones turun sebanyak 0,6% dan S&P 500 melemah sebanyak 0,2% akibat emiten – emiten pada sektor financial menghentikan rally kenaikanya  dan berbalik turun 0,3%. Selain itu sektor energi juga turut menyumbang pelemahan akibat merosotnya harga minyak.  Dari bursa Eropa, mayoritas indeks mengalami penguatan kecuali FTSE Inggris yang justru turun sebanyak 0,46%. Indeks DAX Jerman dan CAC 40 Perancis masing – masing mengalami kenaikan sebesar 0,13% dan 0,27%.Penguatan indeks Eropa ditopang oleh emiten – emiten sektor otomotif yang melaporkan kenaikan penjualan.

Pergerakan IHSG kami prediksikan akan bergerak dengan kecenderungan untuk menguat terbatas dengan beberapa faktor penggerak seperti rilis neraca perdagangan yang surplus, kenaikan penjualan otomotif pada bulan lalu dan capital inflow yang terus masuk ke dalam bursa.

0