Uncategorized

Group Astra dan barometer perekonomian Indonesia

Astra International Tbk (ASII) mencatatkan kinerja yang luar biasa pada kuartal I tahun ini. Laba bersih perseroan naik sebesar 63% seiring dari peningkatan kinerja dari hampir seluruh segmen bisnis. Group Astra sendiri sering dianggap sebagai barometer perekonomian Indonesia, ketika kinerjanya baik maka menggambarkan kondisi perekonomian yang mulai pulih, begitu pula sebaliknya. Hal ini tidak terlepas dari lini bisnis Astra yang mencakup hampir semua sektor seperti otomotif, agribisnis, alat berat, pertambangan, jasa keuangan, teknologi dan infrastruktur.

Data – data ekonomi sepanjang 2017 ini menunjukkan nilai yang cukup baik dimana konsumsi domestik yang tumbuh sebesar 5,7%, investasi yang tumbuh 6,8%, neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus dan juga inflasi yang stabil dan terkendali. Arus dana asing yang masuk ke dalam bursa juga menunjukkan kepercayaan investor yang meningkat. Sejak Januari sampai dengan hari ini, dana asing yang masuk ke dalam bursa sudah mencapai 17,8 triliun, jumlah ini sudah lebih tinggi dari aliran dana asing sepanjang 2016 yang hanya mencapai 15,8 triliun.

Kemudian dari sisi pertumbuhan ekonomi, bank Dunia sampai saat ini masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 5,3% yang berarti lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi tahun lalu yang hanya mencapai 5,02%. Jadi, dengan melihat data – data di atas, maka anggapan bahwa kinerja group Astra menggambarkan keadaan perekonomian Indonesia masih relevan sampai saat ini.

Market Update:

Dari regional Asia, indeks Nikkei 225 Jepang berakhir melemah tipis sebesar 0,01%. Rilis data ekspor untuk bulan Maret yang lebih bagus dari ekspektasi tidak mampu mengangkat indeks ke zona positif. Kemudian dari bursa Korea, indeks Kospi berhasil ditutup positif dengan kenaikan 0,50%  yang sejalan dengan penguatan mata uang won. Kemudian dari Hongkong, indeks Hang Seng berhasil mengakhiri pelemahanya selama tiga hari berturut – turut setelah pada sore ini mencatatkan kenaikan sebesar 0,97% menyusul kenaikan saham – saham teknologi.

IHSG hari ini bergerak mixed dan ditutup di teritori negatif dengan penurunan sebanyak 0,19% ke level 5595,31. Tujuh dari sembilan sektor yang terdaftar di bursa Efek Indonesia bergerak di zona merah dengan penekan terbesar pada sektor mining dan consumer yang masing – masing turun sebanyak 0,8% dan 0,58%. Asing masih melanjutkan inflownya ke dalam bursa dengan mencatatkan net buy di pasar reguler sebesar 394,98 miliar dengan pembelian terbesar pada saham BBCA, TLKM, BBRI, PGAS dan BSDE.

Untuk Pembukaan Account Phillip Securities dapat Menghubungi  Mz Elise di (021) 50314300  WA/Telegram : (021) 50314300  Email: Phillip.serpong@gmail.com