Uncategorized

Sentimen dari Perancis akankah menjalar ke Bursa Indonesia?

Pada hari Minggu kemarin Perancis menggelar pemilihan presiden dengan lima kandidat yaitu Francois Fillon (Les Republicans), Benoit Hamon (Socialists), Marie Le Pen (Front National), dan Emmanuel Macron (Independent). Emanuel Macron merupakan kandidat yang saat ini diharapkan oleh pasar untuk menjadi presiden Perancis selanjutnya karena di posisi sebelumnya, yaitu sebagai Menteri Perekonomian, Macron dikenal sangat pro pada pengusaha dan bersikukuh tidak berdiri di kubu sayap kiri maupun sayap kanan.

Hasil pemilihan putaran pertama menunjukkan Emanuel Macron dan Marine Le Pen maju ke putaran berikutnya. Pasar memprediksi bahwa politisi muda Macron akan dengan mudah mengalahkan Le Pen pada babak kedua di 7 Mei mendatang berdasarkan sebuah jajak pendapat yang dirilis pada Minggu malam. Jajak pendapat tersebut menunjukkan Macron dapat memenangkan pemilu dengan selisih 20% dari lawanya.

Pasca pemilu tersebut Bursa saham Eropa mayoritas mengalami kenaikan tajam.

Indeks CAC Perancis pada perdagangan kemarin naik sebesar 4,14% sedangkan FTSE Inggris dan DAX Jerman masing – masing mengalami kenaikan sebesar 2,11% dan 3,37%. Sentimen pemilu Perancis ini juga menjadi katalis bagi bursa saham di Amerika yang juga mengalami kenaikan. Indeks dow Jones naik sebanyak 1,05%, kemudian Nasdaq dan S&P 500 juga mengalami kenaikan sebesar 1,24% dan 1,05%.

Harga CPO berhasil rebound.

Harga CPO di bursa Malaysia pada perdagangan kemarin ditutup ke angka 2528 ringgit per ton atau naik sebanyak 0,96%. Penurunan selama dua pekan berturut – turut dirasa sudah menjadikan harga CPO cukup murah bagi pelaku pasar. Kemudian ekspor CPO Malaysia pada bulan April yang menyusut sebanyak 0,8% month on month juga menjadi sentimen positif bagi harga komoditas tersebut.

Harga batubara kembali mengalami penurunan.

Setelah sempat mengalami rebound, harga batubara di bursa Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan Mei kembali turun tajam sebesar 2,28% sedangkan di bursa Rotterdam untuk bulan yang sama menurun sebanyak 1,07%. Penurunan harga batu bara ini juga diikuti oleh minyak mentah yang mengalami penurunan sebesar 0,79%. Peningkatan jumlah oil rig di Amerika dikhawatirkan akan mengganggu upaya OPEC untuk menstabilkan pasokan minyak dunia.

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan masih akan mengalami kenaikan.

Pola candle pada penutupan pekan lalu menunjukkan bullish marubozu dan stochastic golden cross yang berarti bahwa indeks masih berpotensi untuk melanjutkan kenaikanya. Selain itu, sentimen positif dari pemilu Perancis juga akan menjadi pendorong bagi IHSG. Rebound harga CPO membuat harga saham emiten – emiten sawit berpotensi untuk rebound meskipun trend jangka panjangnya masih bearish. Kemudian, saham – saham blue chip masih kami rekomendasikan untuk dibeli menjelang rilis laporan keuangan kuartal pertama tahun ini yang menunjukkan perbaikan kinerja.

Untuk pembukaan account Phillip Securities dapat menghubungi Mz. Elise di (021) 50 314 300, WA/Telegram : (021) 50 314 300, Email: phillip.serpong@gmail.com.