The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Uncategorized

Bank Mandiri baru saja merilis laporan keuangan kuartal pertama 2017 tadi pagi. Sejalan dengan dua bank berkapitalisasi besar sebelumnya yaitu BBCA dan BBRI, kinerja Bank Mandiri menunjukkan perbaikan setelah mencatatkan laba sebesar 4,1 triliun atau naik 6,9% year on year (yoy). Bila dibandingkan dengan dua bank sebelumnya, kenaikan laba Bank Mandiri masih kalah dari BCA yang mencatatkan kenaikan 10,7% yoy sedangkan BRI ada di posisi buncit setelah hanya memperoleh kenaikan laba sebanyak 6,5% yoy akibat perlambatan dari penyaluran KUR yang hanya 2,15 % dari sebelumnya di tahun 2016 yang mencapai 129,9%.

Peningkatan rasio NPL dan angka NIM

Keadaan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih berakibat pada meningkatnya angka Non Performing Loan (NPL) pada kuartal pertama tahun ini. NPL merupakan indikator penting untuk menilai kualitas aset perbankan yang dapat memberikan informasi penilaian atas kondisi permodalan, risiko kredit, resiko pasar dan likuiditas. Sejauh ini bank Mandiri mencatatkan angka NPL yang paling besar yaitu 3,98% diikuti oleh Bank BRI dan BCA yang masing – masing sebesar 2,2% dan 1,5%. Nilai NPL yang tinggi apabila dibiarkan akan menyebabkan berkurangnya modal bank dan berdampak pada penyaluran kredit di periode berikutnya.

Kemudian ditinjau dari dari sisi Net Interest Margin (NIM), Bank BRI mencatatkan nilai NIM terbesar dengan nilai 8,08% disusul oleh BCA sebesar 6,30% dan terakhir Bank Mandiri di angka 5,90. Nilai NIM ini penting digunakan untuk mengevaluasi kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih. Semakin tinggi nilai NIM menunjukkan bahwa manajemen mampu secara efektif dalam mengelola aktivanya.

Pergerakan IHSG hari ini

IHSG hari ini mayoritas bergerak di zona positif dengan rentang pergerakan antara 5679,59 – 5726,53 dan ditutup dengan kenaikan sebesar 0,80% ke level 5726,53. Pergerakan IHSG sejalan dengan kenaikan di mayoritas bursa Asia yang dipengaruhi oleh sentimen postif dari Amerika dan Eropa serta laporan – laporan keuangan emiten yang menunjukkan perbaikan kinerja di kuartal I tahun 2017.

Sektor penggerak IHSG berasal dari Finance dan Trade yang masing masing naik sebesar 1,73% dan 1,61%. BMRI, BBRI dan BBNI menjadi tiga saham finance yang menjadi top buy asing pada hari ini. Total inflow asing di pasar reguler pada hari ini mencapai 1,85 miliar dan 1,89 miliar di keseluruhan pasar.

Bursa Asia

Dari regional Asia bursa saham Jepang masih melanjutkan rally kenaikan selama lima hari berturut – turut setelah pelemahan yen menguntungkan emiten – emiten eksportir sehingga indeks Nikkei bisa ditutup naik sebesar 1,04%. Hari ini nilai yen melemah sebanyak 0,32% melanjutkan pelemahan kemarin yang sebesar 1,04%. Sementara itu dari bursa Korea, indeks Kospi melanjutkan penguatanya sebesar 0,50% menuju level 2.200,73. Kemudian dari China dan Hong Kong, indeks Shanghai Composite dan Hangseng turut mengekor dengan kenaikan masing – masing sebesar 0,20% dan 0,38%.

Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id

0

Uncategorized

Bursa saham Amerika kembali menguat, kali ini didorong oleh sentimen dari proposal pemotongan pajak perusahaan dengan banyak pemilik dari sebelumnya 39,6% menjadi 15% saja. Proposal ini rencananya akan diajukan Presiden Trump ke parlemen pada malam nanti. Indeks Nasdaq yang mayoritas berisikan saham – saham teknologi naik sebesar 0,70% dan menyentuh level baru untuk pertama kalinya di atas 6000. Kemudian Dow Jones dan S&P 500 masing – masing naik sebesar 1,12% dan 0,61%. Kenaikan saham di bursa AS juga ditunjang oleh laporan keuangan kuartal pertama yang secara keseluruhan mencetak pertumbuhan laba sebesar 11,4% yang merupakan pertumbuhan laba tertinggi sejak 2011.

Dari Bursa Eropa, mayoritas indeks masih melanjutkan rally-nya. Euforia dari pemilu Perancis dan laporan keuangan yang menunjukkan peningkatan kinerja menjadi pendorong bagi kenaikan indeks. CAC 40 Perancis ditutup menguat sebesar 0,17%, kemudian FTSE 100 Inggris naik sebesar 0,15% dan DAX Jerman turut menguat sebesar 0,10%.

Harga CPO kembali tertekan

Setelah sempat mengalami rebound, harga CPO di bursa Malaysia kembali mengalami penurunan tajam. Harga CPO turun sebesar 1,66% akibat kekhawatiran produksi CPO malaysia yang mengalami kenaikan serta kinerja mata uang ringgit yang menguat. Produksi di semenanjung Malaysia diperkirakan menguat 20,4% dan di Sabah melonjak sebesar 19,8% month on month.

 Harga Minyak Bumi mengalami rebound, namun Batubara masih merosot

Harga minyak mengalami kenaikan pada perdagangan tadi malam. Harga minyak WTI naik 0,28% ke level US$49,56 per barel sedangkan minyak Brent naik 1% ke level 52,10 per barel. Rebound harga minyak ini disebabkan isu perpanjangan kontrak pemangkasan produksi OPEC yang kembali dihembuskan setelah Rusia berjanji untuk mengurangi produksi sejumlah 1,8 juta barel per hari. Rebound harga minyak tidak diikuti oleh batu bara yang masih tertekan. Harga batubara di bursa Newcastle turun sebesar 0,69% untuk pengiriman bulan Mei sedangkan di bursa Rotterdam, harganya turun lebih dalam sebesar 0,88%.

IHSG berpotensi untuk melemah

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan berpotensi untuk melemah terbatas. Secara teknikal indeks membentuk pola hanging man yang menunjukkan potensi reversal trend sehingga ada kemungkinan untuk mengalami koreksi sehat. Namun sentimen positif dari bursa Amerika dan Eropa serta capital inflow yang masih deras masuk ke dalam bursa akan menahan koreksi dari IHSG.

Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id
0