The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Uncategorized

Transaksi yang terjadi di bursa efek hari ini cukup besar mencapai 14,029 triliun, namun didominasi oleh transaksi di pasar nego yang mencapai 8,9 triliun, sedangkan di pasar reguler hanya mencapai 5,3 triliun. Saham BWPT mendominasi transaksi di pasar nego dengan nilai 6,7 triliun yang dilakukan pada harga Rp 576 per lembarnya, jauh di atas harga pasarnya yang saat ini berada di angka 366. Total saham yang diperjualbelikan mencapai 11.664.357.600 lembar saham oleh broker Credit Suisse (CS) sebagai penjual dan Maybank Kim Eng (ZP) sebagai pihak pembeli.  Jumlah tersebut mencapai 37% dari jumlah saham BWPT, yang rincian kepemilikanya adalah sebagai berikut:

  • P T Rajawali Capital International 11.221.139.100 lembar (35,59%)
  • CS AG SG BR S/A PT Rajawali Capital International 12.126.974.786 lembar 38,47%
  • Publik 8.177.177.114 lembar (25,94%)

Sampai saat ini belum diketahui saham milik siapa yang dipindah tangankan. Namun apabila menelaah jumlah sahamnya yang mencapai 37% maka bisa diduga ini merupakan pelepasan saham BWPT dari Grup Rajawali yang dimiliki oleh Peter Sondakh ke Grup Felda Malaysia.

Pada perdagangan hari ini, IHSG berhasil rebound setelah dua hari sebelumnya mengalami pelemahan. Sejak pembukaan indeks sudah bergerak di zona positif dengan rentang pergerakan antara 5597,17 – 5626,52. Tujuh dari sembilan sektor yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia mengalami kenaikan dengan pendorong terbesar pada sektor properti dan finance  yang masing – masing menguat sebesar1,17% dan 1,10% . Kondisi ekonomi Indonesia yang stabil dan kondisi geopolitik Asia yang mulai mereda membuat investor kembali masuk ke dalam bursa. Asing masih melanjutkan inflownya ke dalam bursa dengan mencatatkan net buy di pasar reguler sebesar 470 miliar dengan 5 saham terbesar adalah BBCA, BMRI, ASII, UNTR dan BSDE.

Dari regional Asia, di tengah pelemahan mata uang won Korea, indeks Kospi masih bisa ditutup di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,13% meskipun menurun dari saat pembukaan yang naik sebesar  0,49%. Dari bursa China, Indeks Shanghai Composite ditutup melemah 0,79% setelah adanya aksi profit taking akibat pengumuman dari regulator bursa mengenai aksi spekulasi yang akhirnya menimbulkan kebingungan bagi pasar. Kemudian, dari Jepang, indeks Nikkei 225 menguat sebesar 0,35% akibat nilai yen yang tidak lagi mengalami kenaikan sehingga memicu pembelian kembali saham – saham emiten eksportir.

0

Uncategorized

Bursa saham Amerika mengalami kenaikan pada perdagangan pertama di awal pekan kemarin setelah sebelumnya mengalami pelemahan selama tiga hari berturut – turut. Indeks Dow Jones ditutup menguat 0,90% sedangkan indeks S&P 500 ditutup dengan kenaikan 0,86%. Saham finansial dan real estate menjadi pendorong utama bagi penguatan indeks. Kekhawatiran akan tensi geopolitik yang memanas di pekan sebelumnya nampaknya sudah reda sehingga investor kembali masuk ke dalam bursa. Dari Eropa, bursa masih ditutup untuk merayakan hari raya paskah.

Pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan untuk menguat. Investor masih akan mencermati jalanya proses pilkada Jakarta dan juga laporan – laporan keuangan kuartal I 2017 yang sebagian dirilis pekan ini.

Commodities Update:

Harga minyak mentah mengalami pelemahan pada perdagangan tadi malam. Harga minyak WTI untuk kontrak Mei turun sebanyak 1% ke level US$ 52,65 per barel sedangkan harga minyak Brent yang digunakan sebagai patokan di negara – negara Eropa juga turutmelemah sebanyak 0,95% ke US$ 55,36 per barel. Turunya harga minyak disebabkan oleh laporan Badan Informasi Energi yang menyatakan bahwa produksi shale oil Amerika akan mengalami kenaikan bulanan terbesar pada Mei 2017 sehingga semakin menambah kekhawatiran akan terjadinya kelebihan suplai minyak global.

Dari komoditas lain, harga batubara masih stagnan akibat perdagangan di bursa Newcastle dan Rotterdam yang masih libur. Kemudian dari CPO, pada perdagangan kemarin mengalami pelemahan sebanyak 0,36% setelah cadangan CPO di Indonesia pada Maret 2017 diperkirakan meningkat sebanyak 22% month on month menjadi 2,36 juta ton dari sebelumnya 1,93 juta ton di bulan Februari. Dari sektor logam mulia, harga emas menghentikan rally kenaikanya setelah pada perdagangan kemarin melemah tipis sebanyak 0,16%. Meredanya tensi geopolitik dan dimulainya musim laporan keuangan di Amerika menyebabkan perhatian investor mulai teralih ke dalam bursa.

0

Uncategorized

Badan Pusat Statistik (BPS) siang tadi merilis neraca perdagangan bulan Maret 2017 dengan catatan surplus sebesar US$ 1,23 miliar. Nilai tersebut cukup memuaskan mengingat prediksi para ekonom hanya berada di kisaran US$ 700 – 900 juta akibat meningkatnya aktifitas impor Indonesia menjelang persiapan bulan puasa. Lebih lanjut, BPS merilis bahwa nilai ekspor pada bulan Maret mencapai US$ 14,59 miliar sedangkan nilai impor tercatat sebesar 13,36 miliar.

Meskipun mendapat sentimen positif dari surplus neraca perdagangan, pergerakan IHSG pada hari ini mayoritas masih bergerak di zona merah dengan rentang antara 5577,48 – 5631,50. Aksi jual investor asing di akhir perdagangan membuat indeks ditutup di level terendahnya hari ini yaitu 5577,48 atau turun sebesar 0.70%. Meskipun demikian secara keseluruhan hari ini asing masih masuk ke bursa dengan mencatatkan net buy tipis sebesar 29,17 miliar dengan lima saham terbesar adalah BBCA, BSDE, BBRI, BMRI dan UNVR. Enam dari sembilan sektor yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia bergerak di zona merah dengan penekan terbesar pada sektor infrastruktur dan finance yang masing – masing turun sebesar 1,44% dan 1,28%.

Dari bursa regional Asia, pergerakan indeks bervariasi. Bursa Korea ditutup menguat sebesar 0,51% sejalan dengan kinerja mata uang won yang juga naik sebesar 0,18%, kemudian dari Jepang, indeks Nikke 225 berhasil ditutup menguat sebesar 0,11% setelah dibuka dengan pelemahan 0,52%. Kenaikan saham – saham teknologi menjadi pendorong dari rebound indeks Nikkei. Sementara itu dari bursa saham china, indeks Shanghai Composite melemah sebanyak 0,74% setelah regulator di negara tersebut mendesak bursa saham untuk memerangi aksi – aksi spekulatif.

0

Uncategorized

Pada penutupan perdagangan minggu lalu, harga minyak kelapa sawit atau CPO ditutup turun sebanyak 0,47% menuju 2554 ringgit per ton. Pelemahan ini menjadikan harga sawit sudah turun sebanyak 13,42% sepanjang tahun berjalan. Harga CPO saat ini mengalami tekanan akibat negara – negara importir menunda waktu pembelian untuk mendapatkan harga yang lebih murah dengan jalan menunggu produksi sawit pulih setelah terkena dampak cuaca buruk. Selain itu, kampanye lingkungan dari Eropa juga menjadi sentimen negatif bagi harga sawit karena pasar Eropa merupakan konsumen CPO terbesar ketiga di dunia.

Dari komoditas lain, harga batubara ditutup menguat sebesar 0,96% di bursa Rotterdam untuk pengiriman Januari 2018. Harga batubara mendapat sentimen positif dari adanya kebutuhan pasokan sebesar 10 juta ton per tahun di PLTU Manjung, Perak, Malaysia yang kesemuanya diimpor dari Indonesia. Sementara itu, harga minyak WTI dan Brent juga menguat masing – masing sebesar 0,13% dan 0,5% akibat dari pelemahan dollar. Kemudian, harga logam mulia seperti emas, perak dan platinum juga ikut terkerek naik. Emas mencatatkan kenaikan sebesar 0,81% untuk pengiriman Juni sedangkan perak dan platinum masing – masing menguat sebesar 1,15% dan 0,98%.

Saham pilihan berdasarkan Komoditas: ADRO, HRUM, PTBA, MEDC, ELSA, INDY, ANTM

Market Update:

Bursa Amerika berakhir melemah pada perdagangan pekan lalu. Indeks Dow Jones turun sebanyak 0,67% dan indeks S&P 500 melemah sebesar  0,68%. Penurunan ini tidak terlepas dari serangan bom besar – besaran untuk menggempur ISIS di Afghanistan yang ditanggapi pasar secara negatif karena menambah ketidakpastian dan kembali memanaskan tensi geopolitik yang belum sepenuhnya reda. Sentimen ini juga turut menular ke bursa Eropa yang mayoritas ditutup melemah. DAX Jerman turun sebanyak 0,38% sedangkan FTSE Inggris dan CAC 40 Perancis masing – masing melemah sebesar 0,29% dan 0,59%.

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan cenderung mengalami pelemahan karena minimnya sentimen bagus dari luar. Selain itu, IHSG secara teknikal terbentuk pola bearish engulfing di area overbought yang mengindikasikan potensi koreksi susulan. Namun, tingkat kepercayaan investor yang masih tinggi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia tetap akan menjadi katalis positif bagi IHSG.

0

Uncategorized

Menjelang libur panjang memperingati hari raya Paskah pada Jumat 14 April besok, IHSG bergerak mixed dengan rentang pergerakan antara 5613,54 – 5660,38 dan ditutup turun sebesar 0,49% ke level 5616,54. Ketika mendekati libur panjang, kebanyakan investor cenderung untuk tidak membuka posisi yang beresiko, ini terbukti dari jumlah transaksi di Bursa Efek hari ini yang hanya mencapai 6,39 triliun, jauh apabila dibandingkan kemarin yang transaksinya mencapai 40 triliun. Investor asing mencatatkan posisi jual bersih sebesar 161,55 miliar di pasar reguler dengan penjualan terbesar pada saham BBNI, ASII, UNTR, BJBR dan AALI. Tujuh dari sembilan sektor yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia bergerak di zona merah dengan penekan terbesar pada sektor perdagangan  dan aneka industri yang masing – masing melemah sebesar 0,89% dan 0,79%.

Dari bursa regional Asia, indeks bergerak bervariasi. Bursa saham Jepang masih melanjutkan koreksinya dengan pelemahan sebesar -0,92% meskipun penguatan yen tidak sekencang sebelumnya. Dari Korea, indeks Kospi pada sore ini ditutup naik sebesar 0,93% melanjutkan rebound sebelumnya. Bank of Korea menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 2,6% atau naik sebesar 0,1% dari proyeksi sebelumnya di awal Januari setelah data  ekspor dan inflasi mengindikasikan adanya perbaikan ekonomi. Sementara itu dari bursa Hong Kong, indeks Hang Seng ditutup turun sebesar 0,21% setelah pelemahan pada saham – saham resources diimbangi penguatan pada saham – saham properti.

0

Uncategorized

Harga batubara masih melanjutkan pelemahanya di tiga hari perdagangan berturut-turut. Harga kontrak batubara di bursa Newcastle melemah sebesar -0,35% untuk pengiriman bulan April sedangkan untuk bulan Mei melemah sebesar -0,61%. Di bursa Rotterdam harga batubara turun tipis -0,27% untuk bulan April namun untuk kontrak pengiriman bulan Mei naik sebesar 0,14%. Penurunan harga batubara diikuti harga minyak yang turut melemah. Harga minyak WTI merosot sebesar 0,5% ke US$53,11 per barel sementara harga minyak Brent turun lebih dalam yaitu 0,7% ke level US$55,86 per barel. Pelemahan harga minyak ini menyusul rilis data Energy Information Administration (EIA) Amerika ang menyatakan bahwa produksi minyak mentah naik 36 ribu barel perhari ke level 9,24 juta per hari.

Dari komoditas lain, harga emas masih mengalami penguatan sebesar 1,08% ke level US$ 1288 per troy ounce, masih panasnya tegangan geopolitik menyebabkan emas masih menjadi incaran bagi investor. Namun penguatan emas tidak diikuti oleh harga timah dan nikel yang masing – masing melemah sebesar -2,77% dan -1,52%. Harga CPO juga terpantau melemah sebesar -0,88% setelah kemarin sempat menguat.

Saham pilihan berdasarkan Komoditas: ANTM

Market Update:

Bursa saham Amerika ditutup melemah pada perdagangan kemarin menyusul komentar presiden Donald Trump yang mengatakan bahwa nilai dolar terlalu kuat saat ini sehingga membebani keuntungan perusahaan multinasional. Indeks Dow Jones melemah sebesar -0,29% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing melemah sebesar -0,38% dan – 0,52%. Sementara itu dari bursa Eropa, pergerakan indeks bervariasi. DAX Jerman menguat sebesar 0,13% setelah adanya  peningkatan harga saham pada industri – industri pesawat tempur menyusul ketegangan geopolitik. Sementara itu, FTSE 100 Inggris dan CAC 40 Perancis kompak melemah sebesar -22% dan -0,01%.

Pergerakan IHSG kami prediksikan akan bergerak mixed menjelang libur panjang akhir pekan. Investor masih menanti musim laporan keuangan yang sebentar lagi tiba dan ketegangan geopolitik yang belum mereda.

 
0

Uncategorized

Pergerakan IHSG hari ini mengalami teknikal rebound setelah mengalami tekanan pada tiga hari perdagangan sebelumnya. Lima dari sembilan sektor yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia mengalami kenaikan dengan penggerak utama di sektor property dan agri yang  masing – masing menguat sebesar 2,78% dan 1,13% . Sentimen positif dari ditundanya pajak properti progresif dan rebound pada harga CPO menyebabkan kenaikan harga saham – saham di sektor tersebut. Asing hari ini masuk ke dalam bursa lewat pasar reguler dengan mencatatkan net buy sebesar 127,38 miliar dengan lima saham terbesar adalah PTPP, BBCA, CTRA, WIKA dan TLKM.

Dari bursa regional, indeks Kospi menguat sebesar 0,24% setelah enam hari perdagangan sebelumnya mengalami pelemahan. Pemerintah Korea Selatan berhasil menenangkan investor terkait dengan ketegangan yang terjadi di semenanjung Korea. Sementara itu dari Jepang, indeks Nikkei 225 merosot tajam sebesar 1,04% akibat penguatan yen yang berkelanjutan sehingga memberi tekanan pada emiten – emiten berbasis ekspor. Indeks Hang Seng juga mengalami penguatan cukup besar yaitu mencapai 0,83%

0

Uncategorized

Harga emas mengalami penguatan tajam sebesar 1,4% ke level US$ 1274,2 per troy ounce setelah semakin memanasnya ketegangan geopolitik antara Amerika, Rusia dan Korea Utara. Investor menilai kebijakan Donald Trump yang terlampau agresif akan menyebabkan sentimen negatif bagi pasar saham dan mengalihkan dananya ke instrumen yang lebih aman seperti emas. Sebelumnya, Korea Utara merespon datangnya kapal – kapal induk Amerika di semenanjung Korea dengan menyatakan bahwa mereka siap untuk berperang dengan Amerika. Kemudian dari Rusia, setelah serangan rudal AS ke pangkalan udara Suriah yang merupakan sekutunya, Rusia menanggapi bahwa mereka akan merespon setiap serangan dari pihak manapun dengan kekuatan.

Dari sektor komoditas lain, harga minyak masih mengalami peningkatan namun tidak sebesar sebelumnya yaitu naik 0,39% ke level US$53,40 per barel. Sementara itu, harga batubara masih melanjutkan pelemahan. Di bursa Newcastle harga batubara anjlok sebesar -2,19% dan di bursa Rotterdam harga batubara juga turun sebanyak 1,68%. Dari sektor CPO, harga berhasil rebound dengan kenaikan sebesar 0,85% setelah mendapatkan tekanan dari resolusi minyak sawit Eropa.

Saham pilihan berdasarkan Komoditas: ANTM, ELSA, MEDC, INDY, AALI, SSMS, LSIP, BWPT

Market Update:

Bursa saham Amerika bergerak melemah pada perdagangan tadi malam. Indeks Dow Jones melemah sebesar 0,03% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing trurun sebesar 0,14% dan 0,24%. Sentimen dari keadaan geopolitik masih menghiasi penurunan dari indeks di Amerika. Sementara itu, dari bursa Eropa, indeks bergerak bervariasi. DAX Jerman turun sebesar 0,50% sedangkan FTSE Inggris naik sebesar 0,23%. Kemudian CAC 40 Perancis turun tipis sebesar 0,11%. Rally kenaikan sektor properti dan real estate mengimbangi penurunan dari sektor perbankan dan teknologi.

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan untuk menguat terbatas dengan pergerakan antara 5616 – 5658. Belum adanya sentimen positif dari luar dan maraknya aksi teror dari dalam negeri menjadi penahan dari laju penguatan IHSG.

0

Uncategorized

Sektor properti menjadi penahan laju kejatuhan IHSG pada hari ini. Saham – saham properti seperti SSIA, PPRO, PWON, ADHI dan CTRA mengalami kenaikan bervariasi dan mengimbangi penurunan dari saham – saham finance dan manufacture. Sektor properti mengalami penguatan sebesar 0,61% setelah adanya sentimen positif berupa penundaan pembahasan pajak progresif bagi tanah dan apartemen kosong. Seperti dikatakan oleh mentri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil, penundan tersebut dilakukan karena dinilai akan melemahkan sektor properti yang saat ini kondisinya belum membaik seiring dengan adanya perlambatan ekonomi. Selain pertimbangan tersebut, belum matangnya rumusan kebijakan pajak yang akan dikenakan baik dari sisi kriteria bangunan dan tarifnya menjadi kendala bagi pengaplikasian kebijakan ini. Saat ini prioritas Kementrian Agraria dan tata Ruang adalah untuk menata tanah terlantar, sertifikasi dan reformasi agraria.

Pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di teritori negatif dengan rentang antara 5621,79 sampai 5658,73 dan ditutup turun sebesar 0,29% ke level 5627,93. Dari sembilan sektor yang terdaftar di bursa Efek Indonesia hanya empat  sektor yang ditutup di zona hijau. Penekan utama IHSG adalah sektor Finance dan Manufacture yang mengalami penurunan masing – masing sebesar 0,85% dan 0,69%. Untuk pertama kalinya sepanjang bulan ini, asing melakukan net sell sebesar 31,11 Miliar di pasar reguler dengan penjualan terbesar ada di saham ASII, UNTR, ICBP, BMRI dan BBRI.

Dari regional Asia, mayoritas indeks bergerak di teritori negatif. Indeks Nikkei 225 turun sebesar 0,27% setelah yen mengalami penguatan, sedangkan dari Korea indeks Kospi masih melanjutkan pelemahanya selama enam hari berturut – turut dengan penurunan sebesar 0,30%. Kemudian indeks Hang Seng juga turut melemah sebesar 0,74%. Kondisi geopolitik di semenanjung Korea dan sentimen dari kebijakan moneter dari The Fed masih menjadi pendorong bagi investor untuk melakukan take profit.

0

Uncategorized

Setelah sentimen serangan rudal Amerika ke Suriah mulai mereda, harga minyak masih terus mengalami penguatan. Harga minyak WTI naik 1,6% ke level US$ 53,08 per barel sementara minyak Brent yang menjadi acuan Eropa naik 1,3% ke US$ 55,98 per barel. Kali ini kenaikan harga minyak disebabkan oleh berkurangnya pasokan dari ladang minyak terbesar di Libya dan juga kabar dari Rusia yang mengisyaratkan akan mengikuti perpanjangan pemotongan produksi yang digagas oleh OPEC.

Sementara itu dari komoditas lain, berkebalikan dengan harga minyak yang terus membumbung, harga batubara justru anjlok. Di bursa Rotterdam, harga batubara melemah sebanyak -1,50% untuk pengiriman April dan -1,78% untuk pengiriman di bulan Mei. Kemudian dari sektor Agri, harga CPO mengalami penurunan tajam sebesar -2,37% setelah harga minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusi juga melemah sebesar -0,85%.

Saham pilihan berdasarkan Komoditas: MEDC, ELSA, INDY

Market Update:

Mayoritas indeks di bursa Amerika pada perdagangan kemarin mengalami penguatan tipis setelah penguatan harga – harga saham di sektor energi mengimbangi penurunan di sektor finansial. Indeks Dow Jones menguat 0,01% sementara indeks S&P 500 dan Nasdaq masing- masing menguat sebesar 0,07% dan 0,05%. Sementara itu dari bursa Eropa, minimnya sentimen bagus membuat indeks bergerak secara flat, kecuali indeks CAC Perancis yang ditutup melemah sebesar 0,54% setelah adanya ketidakpastian politik jelang pemilu. Indeks DAX Jerman dan FTSE Inggris masing – masing melemah tipis sebesar -0,20% dan -0,01%.

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan kecenderungan untuk menguat. Kondisi geopolitik yang memanas di semenanjung Korea dan isu kenaikan suku bunga the FED yang akan dinaikkan secara gradual masih akan menjadi perhatian investor, namun kondisi ekonomi yang stabil dan capital inflow yang terus masuk ke dalam bursa akan mengimbangi sentimen – sentimen tersebut.

0

PREVIOUS POSTSPage 2 of 3NEXT POSTS