The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Uncategorized
Aksi jual asing pada minggu ini melanda sektor perbankan, dengan tiga terbesar adalah BBRI (- 296,72miliar), BBNI (-251,21 miliar) dan BMRI (-157,36 miliar) sedangkan BBCA masih mencatatkan net buy sebesar +200,69 miliar. Penjualan saham perbankan ini tidak terlepas dari resiko kredit macet (Non Performing Loan/NPL) yang diperkirakan masih akan cukup besar di kuartal kedua tahun ini.  Penyumbang NPL terbesar ada pada sektor pertambangan, perdagangan dan komunikasi. Pada bank BRI, rasio kredit macet di sektor pertambangan mencapai 9,3% meskipun dengan jumlah exposure yang kecil sedangkan pada BNI kredit macet masih pada seputar pinjaman pada dua korporasi besar yaitu PT Trikomsel dan PT Pan Maritime yang sedang dalam masa penundaan pembayaran kewajiban. Untuk bank Mandiri, rasio NPL bank yang mencapai 3,98% pada kuartal I lalu menjadi yang paling besar dibandingkan tiga bank lainya (BRI 2,2%, BNI 3%, BCA 1,5%). Perbankan juga terbebani isu premi restrukturisasi Rencana Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang mengajukan usulan premi restrukturisasi perbankan sebesar 2-3% dari produk domestik bruto dinilai akan memberatkan industri perbankan karena jumlahnya yang tidak sedikit. Dengan PDB tahun 2016 yang senilai 12,406 triliun berarti premi yang yang harus dibayarkan berkisar 248 – 372 triliun sehingga akan menambah overhead cost dari perbankan. Pekan ini saham Bank BRI sudah mengalami penurunan sebesar 7,02% dari puncak tertingginya di Senin lalu sedangkan BMRI dan BBNI masing – masing turun sebesar 8,65% dan 6,8%. Bank BCA mencatatkan pelemahan yang paling kecil yaitu hanya sebesar 3,69%. IHSG berhasil rebound Setelah melemah sepanjang tiga hari perdagangan berturut – turut IHSG hari ini berhasil rebound dengan rentang pergerakan antara 5703,89 – 5728,60 dan ditutup di level 5716,82 naik 13,39 poin atau 0,23%. Tujuh dari sembilan indeks sektoral menghijau dengan pendorong terbesar pada sektor infrastruktur dan mining yang masing – masing naik 1,71% dan 0,62% sedangkan sektor penekan indeks hanya ada dua yaitu consumer (-0,39%) dan manufaktur (-0,15%). Asing mencatatkan outflow ketiganya di bulan ini dengan mencatatkan net sell sebesar 78,48 miliar di keseluruhan pasar dengan penjualan terbesar pada saham BBRI, BMRI dan LPPF sedangkan top net buy pada saham TLKM, PGAS dan ITMG.
Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id
0

Uncategorized
Harga minyak terkoreksi tajam justru setelah pertemuan OPEC dan 11 negara penghasil minyak lainya memutuskan memperpanjang pemangkasan produksi minyak hingga Maret 2018. Hal ini dinilai mengecewakan pasar yang menginginkan masa pemangkasan yang lebih lama karena pemangkasan sampai Maret 2017 sudah diantisipasi dengan aksi spekulasi sebelumnya. Harga minyak WTI anjlok USD 2,46 per barel (-4,8%) ke level USD 48,9 per barel sedangkan minyak Brent yang menjadi acuan harga negara Eropa mengalami penurunan yang tidak kalah tragis yaitu USD 2,52 (-4,7%) ke level USD 61,46 per barel. Bursa Amerika menghijau, Eropa mixed Bursa Wall Street ditutup di zona positif pada perdagangan kemarin. Indeks DOW Jones naik 0,34% disusul oleh S&P 500 yang juga menguat 0,44%. Indeks Nasdaq bahkan mencetak rekor baru di 6205,26 setelah naik 0,69%. Penguatan bursa Amerika ditunjang oleh saham – saham consumer dan teknologi yang naik tajam setelah mencatatkan penjualan di kuartal pertama yang melampaui perkiraan analis. Bursa Eropa bergerak bervariasi namun indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah tipis 0,06%. Rilis laporan – laporan keuangan perusahaan yang menunjukkan peningkatan tidak mampu mendorong indeks karena tekanan dari saham – saham sektor energi yang menekan pasar. CAC 40 Perancis dan DAX Jerman masing – masing melemah 0,08% dan 0,17% namun FTSE Inggris berhasil naik tipis 0,04%. Komoditas lain ikut melemah kecuali CPO Mengikuti harga minyak, batubara juga mencatatkan pelemahan. Di bursa Rotterdam untuk kontrak pengiriman Juni, harganya turun 0,39% sedangkan di bursa Newcastle untuk kontrak pengiriman di bulan yang sama harganya turun 0,67%. Selain batubara, harga emas terpantau melemah tipis 0,1% di level USD 1258,60 karena perhatian investor masih tertuju pada hasil pertemuan FED Rabu lalu yang terlihat akan menaikkan bunga dalam waktu dekat ini. Berkebalikan dengan komoditas lain, harga CPO justru menguat sebesar 0,93% ke level 2605 ringgit per ton. Harga CPO mengalami rebound setelah sebelumnya turun tajam akibat penguatan mata uang ringgit yang naik 0,26%. IHSG berpotensi melemah terbatas Menjelang libur akhir pekan dan minimnya sentimen positif dari dalam negeri, kami memprediksi IHSG akan melemah terbatas menguji level support di 5670. Mendekati libur, umumnya transaksi di bursa Efek tidak begitu ramai, seperti di Rabu kemarin yang hanya mencatatkan angka 6,3 triliun di bawah rata – rata transaksi harian yang mencapai 7,4 triliun. Kemudian untuk efek bom di kampung Melayu, juga akan memberikan tekanan bagi indeks meskipun hanya sedikit karena seperti teror – teror sebelumnya yang tidak begitu direspon lagi oleh pasar.
Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id
0