Uncategorized

Mengapa pekan ini asing melakukan penjualan di saham perbankan?

Aksi jual asing pada minggu ini melanda sektor perbankan, dengan tiga terbesar adalah BBRI (- 296,72miliar), BBNI (-251,21 miliar) dan BMRI (-157,36 miliar) sedangkan BBCA masih mencatatkan net buy sebesar +200,69 miliar. Penjualan saham perbankan ini tidak terlepas dari resiko kredit macet (Non Performing Loan/NPL) yang diperkirakan masih akan cukup besar di kuartal kedua tahun ini.  Penyumbang NPL terbesar ada pada sektor pertambangan, perdagangan dan komunikasi. Pada bank BRI, rasio kredit macet di sektor pertambangan mencapai 9,3% meskipun dengan jumlah exposure yang kecil sedangkan pada BNI kredit macet masih pada seputar pinjaman pada dua korporasi besar yaitu PT Trikomsel dan PT Pan Maritime yang sedang dalam masa penundaan pembayaran kewajiban. Untuk bank Mandiri, rasio NPL bank yang mencapai 3,98% pada kuartal I lalu menjadi yang paling besar dibandingkan tiga bank lainya (BRI 2,2%, BNI 3%, BCA 1,5%). Perbankan juga terbebani isu premi restrukturisasi Rencana Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang mengajukan usulan premi restrukturisasi perbankan sebesar 2-3% dari produk domestik bruto dinilai akan memberatkan industri perbankan karena jumlahnya yang tidak sedikit. Dengan PDB tahun 2016 yang senilai 12,406 triliun berarti premi yang yang harus dibayarkan berkisar 248 – 372 triliun sehingga akan menambah overhead cost dari perbankan. Pekan ini saham Bank BRI sudah mengalami penurunan sebesar 7,02% dari puncak tertingginya di Senin lalu sedangkan BMRI dan BBNI masing – masing turun sebesar 8,65% dan 6,8%. Bank BCA mencatatkan pelemahan yang paling kecil yaitu hanya sebesar 3,69%. IHSG berhasil rebound Setelah melemah sepanjang tiga hari perdagangan berturut – turut IHSG hari ini berhasil rebound dengan rentang pergerakan antara 5703,89 – 5728,60 dan ditutup di level 5716,82 naik 13,39 poin atau 0,23%. Tujuh dari sembilan indeks sektoral menghijau dengan pendorong terbesar pada sektor infrastruktur dan mining yang masing – masing naik 1,71% dan 0,62% sedangkan sektor penekan indeks hanya ada dua yaitu consumer (-0,39%) dan manufaktur (-0,15%). Asing mencatatkan outflow ketiganya di bulan ini dengan mencatatkan net sell sebesar 78,48 miliar di keseluruhan pasar dengan penjualan terbesar pada saham BBRI, BMRI dan LPPF sedangkan top net buy pada saham TLKM, PGAS dan ITMG.

Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id