The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Uncategorized
Menjelang lebaran saham – saham di bidang ritel dan consumer good umumnya akan mengalami kenaikan kinerja. Hal ini disebabkan oleh peningkatan pengeluaran belanja konsumen yang hendak merayakan idul fitri sehingga memberi sentimen positif bagi sektor tersebut. Selama tiga tahun terakhir sektor consumer selalu mencatatkan kinerja positif  pada bulan buasa hingga menjelang idul fitri. Pada tahun 2014, sektor consumer naik sebanyak 4,04% kemudian di tahun 2015 menguat sebesar 0,67% dan di tahun 2016 naik 1,05%. Di sektor ini, saham – saham yang umumnya mencatatkan kenaikan adalah INDF, ICBP, ERAA dan MAPI. Sektor otomotif menjadi favorit berikutnya setelah consumer. Di sektor ini saham ASII memimpin dengan kapitalisasi pasar sebesar 353,21 triliun. Saham ASII dalam 3 tahun terakhir ini mencatatkan rata – rata kenaikan sebesar 7,11 %. Budaya masyarakat Indonesia yang membeli kendaraan baru menjelang lebaran memberi sentimen positif bagi kenaikan saham ini. Di tahun 2016 penjualan mobil selama bulan Ramadhan naik 3,8% sedangkan di tahun 2015 naik sebanyak 2,4% dan di tahun 2014 naik 5,8%. Selain sektor consumer dan otomotif, infrastructur telekomunikasi juga berpotensi untuk mencetak kenaikan pendapatan. Di sektor ini saham TLKM memimpin dengan kapitalisasi terbesar 441,5 triliun disusul oleh ISAT dengan 36,53 triliun dan 32,7 triliun. Meskipun demikian, dari tiga tahun terakhir ini saham TLKM justru mencatatkan rata – rata penurunan harga sebesar – 0,70% sedangkan EXCL dan ISAT mencatakan kenaikan sebesar +0,66% dan ISAT yang paling tinggi yaitu sebesar +6,22%. IHSG bergerak melemah, asing net sell 6,48 triliun Sempat naik ke level 5730,84 di awal perdagangan, indeks perlahan turun dan ditutup di level 5712,33 atau turun sebesar 0,08%. Penekan indeks ada pada sektor infrastruktur, consumer dan agri yang mengimbangi kenaikan pada sektor finance, mining dan trade. Pelemahan IHSG sejalan dengan bursa regional yang melemah.  Indeks NikkeI Jepang dan Kospi Korea turun akibat memanasnya situasi Korea pasca uji coba peluncuran rudal Korut yang sudah mencapai kesembilan kalinya di tahun ini. Sampai dengan penutupan, asing mencatatkan net sell yang besar di keseluruhan pasar akibat transaksi penjualan DMAS di pasar nego senilai 5,97 triliun, sedangkan di pasar reguler, net sell asing hanya sebesar 239,29 miliar dengan penjualan terbesar pada saham TLKM (-102,66 miliar), ASII (-66,89 miliar), BBRI (-55,06 miliar) dan BBCA (-44,39 miliar).
Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id
0

Uncategorized
Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak mixed dengan kecenderungan untuk melemah. Berakhirnya euforia kenaikan rating S&P dan adanya perlambatan data konsumsi menjelang bulan puasa menjadi faktor penekan indeks. Dari luar negeri, turunya indeks Dow Jones setelah selama enam hari berturut – turut mengalami kenaikan jugamenjadi sentimen negatif. Secara teknikal IHSG membentuk pola doji yang berarti pasar masih ragu dan memerlukan sentimen positif untuk melanjutkan penguatan. Meskipun demikian, penguatan harga pada komoditas minyak dan logam mulia serta indeks regional Kospi, Nikkei dan Hang Seng yang dibuka menghijau akan memberi dampak positif bagi IHSG sehingga akan menahan penurunan indeks. Bursa Amerika Flat, Eropa bervariasi Bursa Wall Street bergerak flat sepanjang perdagangan pada Jumat kemarin dan mengakhiri penguatanya selama enam hari berturut – turut. Indeks Dow Jones melemah tipis -0,01% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 menguat masing – masing 0,08% dan 0,03%. Penguatan di saham – saham consumer mengimbangi penurunan pada saham sektor teknologi. Datarnya pergerakan indeks disebabkan oleh volume perdagangan yang sepi dan merupakan terendah di tahun ini dimana hanya 5,2 miliar saham yang berpindah tangan. Kemudian dari bursa Eropa, indeks DAX Jerman melemah 0,15% disusul oleh CAC 40 Perancis yang turun 0,01% namun indeks FTSE Inggris naik 0,40%. Saham – saham berbasis resources dan kesehatan memimpin penguatan pasar mengimbangi penurunan pada saham – saham consumer dan teknologi. Minyak mulai pulih Harga minyak perlahan mulai naik setelah mengalami koreksi tajam pasca meeting OPEC pekan lalu. Harga minyak WTI untuk kontrak pengiriman Juli menguat 1,84% ke level USD 49,80 per barel setelah sebelumnya turun hampir 5% sedangkan harga minyak Brent naik 1,34% ke posisi USD 52,15 per barel. Harga emas menguat Harga emas naik 1,01% ke level USD 1271,40 per troy ounce. Menjelang libur Memorial Day di bursa Wall Street, investor memilih untuk mengamankan uangnya pada instrumen yang lebih aman karena kekhawatiran akan pecahnya ketegangan geopolitik yang bisa terjadi kapan saja. Seperti diketahui, militer Amerika Serikat kembali mengirim kapal induk ketiganya yaitu USS Nimitz ke semenanjung Korea yang berpotensi menimbulkan konflik dengan Korea Utara. Batubara dan CPO masih melemah Harga batubara di bursa Newcastle untuk kontrak pengiriman di bulan Juli melemah 0,20% ke level USD 73,85 per ton sedangkan di bursa Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak pengiriman di bulan yang sama turun sampai 0,98% ke level USD 75,40 per ton. Kemudian harga CPO di bursa malaysia berbalik turun 1,96% ke level 2554 ringgit per ton, sejalan dengan penguatan mata uang negara tersebut.
Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id
0