Uncategorized

Bulan Ramadhan telah tiba, sektor dan saham apa saja yang menjadi bintang?

Menjelang lebaran saham – saham di bidang ritel dan consumer good umumnya akan mengalami kenaikan kinerja. Hal ini disebabkan oleh peningkatan pengeluaran belanja konsumen yang hendak merayakan idul fitri sehingga memberi sentimen positif bagi sektor tersebut. Selama tiga tahun terakhir sektor consumer selalu mencatatkan kinerja positif  pada bulan buasa hingga menjelang idul fitri. Pada tahun 2014, sektor consumer naik sebanyak 4,04% kemudian di tahun 2015 menguat sebesar 0,67% dan di tahun 2016 naik 1,05%. Di sektor ini, saham – saham yang umumnya mencatatkan kenaikan adalah INDF, ICBP, ERAA dan MAPI. Sektor otomotif menjadi favorit berikutnya setelah consumer. Di sektor ini saham ASII memimpin dengan kapitalisasi pasar sebesar 353,21 triliun. Saham ASII dalam 3 tahun terakhir ini mencatatkan rata – rata kenaikan sebesar 7,11 %. Budaya masyarakat Indonesia yang membeli kendaraan baru menjelang lebaran memberi sentimen positif bagi kenaikan saham ini. Di tahun 2016 penjualan mobil selama bulan Ramadhan naik 3,8% sedangkan di tahun 2015 naik sebanyak 2,4% dan di tahun 2014 naik 5,8%. Selain sektor consumer dan otomotif, infrastructur telekomunikasi juga berpotensi untuk mencetak kenaikan pendapatan. Di sektor ini saham TLKM memimpin dengan kapitalisasi terbesar 441,5 triliun disusul oleh ISAT dengan 36,53 triliun dan 32,7 triliun. Meskipun demikian, dari tiga tahun terakhir ini saham TLKM justru mencatatkan rata – rata penurunan harga sebesar – 0,70% sedangkan EXCL dan ISAT mencatakan kenaikan sebesar +0,66% dan ISAT yang paling tinggi yaitu sebesar +6,22%. IHSG bergerak melemah, asing net sell 6,48 triliun Sempat naik ke level 5730,84 di awal perdagangan, indeks perlahan turun dan ditutup di level 5712,33 atau turun sebesar 0,08%. Penekan indeks ada pada sektor infrastruktur, consumer dan agri yang mengimbangi kenaikan pada sektor finance, mining dan trade. Pelemahan IHSG sejalan dengan bursa regional yang melemah.  Indeks NikkeI Jepang dan Kospi Korea turun akibat memanasnya situasi Korea pasca uji coba peluncuran rudal Korut yang sudah mencapai kesembilan kalinya di tahun ini. Sampai dengan penutupan, asing mencatatkan net sell yang besar di keseluruhan pasar akibat transaksi penjualan DMAS di pasar nego senilai 5,97 triliun, sedangkan di pasar reguler, net sell asing hanya sebesar 239,29 miliar dengan penjualan terbesar pada saham TLKM (-102,66 miliar), ASII (-66,89 miliar), BBRI (-55,06 miliar) dan BBCA (-44,39 miliar).

Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id