The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Uncategorized
IHSG melonjak naik 0,79% pada saat penutupan sehingga berakhir di level 5738,16. Sepanjang perdagangan indeks bergerak di zona hijau dengan rentang pergerakan antara 5697,82 – 5738,16. Semua sektor yang terdaftar di bursa Efek Indonesia mengalami kenaikan yang dimotori oleh sektor Mining dan Agriculture yang mencatatkan penguatan sebesar 1,95% dan 1,96%. Meski mendekati libur pada tengah pekan, volume transaksi di bursa efek cukup ramai mencapai 12,35 triliun di pasar reguler dan 14,06 triliun di keseluruhan pasar. Hari ini asing kembali mencatatkan outflow dari bursa dengan net sell sebesar 556,95 miliar dimana penjualan terbesar pada saham BBCA (-786,85 miliar), BBRI (-52,43 miliar), dan ASII (-38,44 miliar) sedangkan net buy asing terbesar pada saham INTP (+196,52 miliar), BUMI (+69,11 miliar) dan WSBP (+32,52 miliar). Meskipun dalam bulan ini asing masih mencatatkan net buy sebesar 7,49 triliun, namun trend outflow mulai terlihat, terutama setelah pemberian rating investment grade oleh S&P. Sejak saat itu asing mulai melakukan penjualan terutama di saham perbankan dan astra, kemudian pada pekan ini saham telkom. Berikut 5 saham top net sell asing pasca pemberian rating S&P :  BBCA (-721,55 miliar), BBRI (-574,22 miliar), ASII (-462,27 miliar), BMRI (-232,52 miliar) dan BBNI (-200,33 miliar). Regional Asia bergerak mixed Bursa Korea Selatan ditutup rebound dengan penguatan 0,13%. Saham – saham di bidang farmasi dan kesehatan mengalami kenaikan mengimbangi pelemahan pada saham – saham perbankan. Turut mendukung indeks, nilai tukar won juga terpantau menguat 0,50% ke level 1.119,65 per dolar AS. Dari Jepang, indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,14%. Sebanyak 79 saham menguat, 140 saham melemah, sedangkan 6 lainnya stagnan. Kemudian dari China, indeks Shanghai Composite mengalami kenaikan sebesar 0,24% karena didukung oleh data PMI (Purchasing Manager Index) yang lebih tinggi dari perkiraan analis. Sebelumnya data PMI China diperkirakan hanya berkisar di angka 51,0 namun rilis data menunjukkan angka PMI pada bulan Mei ada di level 51,2. Selain hal tersebut, bursa China juga mendapat sentimen positif dari kebijakan pemerintah yang akan membatasi aksi penjualan besar – besaran oleh para pemegang saham sehingga pasar akan lebih stabil dan terlindung dari aksi spekulasi yang berlebihan.
Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id
0

Uncategorized
IHSG tidak mampu mempertahankan momentum kenaikanya dan akhirnya ditutup turun 0,33% pada perdagangan kemarin. Dari sisi teknikal IHSG masih mengalami tekanan jual meski dengan volume transaksi yang tidak cukup besar sehingga potensi untuk rebound masih terbuka. Apalagi secara candle, IHSG membentuk pola inverted hammer yang mengindikasikan terjadinya pembalikan arah setelah trend turun yang terjadi selama beberapa waktu. Meskipun demikian penguatan indeks akan terbatas mengingat sentimen dari Amerika dan Eropa yang tidak bagus, turunya harga – harga komoditas dan aksi jual asing akan membebani kinerja IHSG hari ini. Bursa Amerika dan Eropa kompak melemah Perdagangan pertama setelah libur panjang di bursa Wall Street berakhir dengan pelemahan. Indeks Dow Jones ditutup turun sebanyak 0,24% sejalan dengan Nasdaq dan S&P 500 yang masing – masing melemah 0,11% dan 0,12%. Penguatan di saham – saham sektor teknologi tidak mampu mengimbangi penurunan harga pada sektor energi yang disebabkan oleh turunya harga minyak. Dari bursa Eropa, mayoritas indeks juga melemah. Indeks FTSE Inggris melemah 0,28% disusul oleh DAX Jerman yang turun 0,24% dan CAC 40 Perancis yang merosot 0,50%. Penurunan bursa Eropa disebabkan oleh turunya saham – saham perbankan akibat terseret penurunan imbal hasil obligasi. Selain itu, laporan penurunan indeks keyakinan ekonomi Eropa untuk pertama kalinya pada tahun ini juga turut membebani pasar. Harga batubara melesat Setelah mengalami pergerakan harga yang stagnan selama beberapa waktu lalu, harga batubara melonjak tajam. Dari bursa Rotterdam untuk kontrak pengiriman bulan Juli, harga batubara naik 2,12% ke level USD 77,00 per metrik ton sedangkan di bursa Newcastle untuk pengiriman di bulan yang sama, harganya naik sebanyak 0,82% ke USD 74,10 per metrik ton. Minyak berbalik turun Berbanding terbalik dengan batubara, harga minyak justru melemah mengakhiri rebound selama dua hari terakhir. Harga minyak WTI turun 0,34% ke level USD 49,65 per barel sedangkan minyak Brent yang digunakan sebagai acuan harga di eropa melemah 0,86% ke USD 51,84 per barel.  Penurunan ini terkait dengan kekhawatiran investor akan pulihnya produksi minyak di Libya setelah masalah teknis di ladang minyak Sharara mulai teratasi. Produksi minyak Libya yang sebelumnya mencapai 784 ribu barel per hari (bph) diperkirakan akan meningkat menjadi 800 ribu bph pada hari ini. CPO dan logam mulia melanjutkan pelemahan Harga CPO kembali melemah 3 hari berturut – turut setelah pada perdagangan kemarin ditutup turun sebanyak 0,56% ke level 2502 ringgit per ton. Sepanjang tahun berjalan harga CPO sudah merosot sebanyak 10,84%. Sejalan dengan harga CPO, emas juga terpantau melemah sebanyak 0,34% ke level USD 1265,60 per troy ounce. Penurunan emas disebabkan oleh menguatnya dollar indeks sejak Jumat pekan lalu.
Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id
0