Uncategorized

Simak pergerakan harga komoditas dan prediksi IHSG hari ini

IHSG tidak mampu mempertahankan momentum kenaikanya dan akhirnya ditutup turun 0,33% pada perdagangan kemarin. Dari sisi teknikal IHSG masih mengalami tekanan jual meski dengan volume transaksi yang tidak cukup besar sehingga potensi untuk rebound masih terbuka. Apalagi secara candle, IHSG membentuk pola inverted hammer yang mengindikasikan terjadinya pembalikan arah setelah trend turun yang terjadi selama beberapa waktu. Meskipun demikian penguatan indeks akan terbatas mengingat sentimen dari Amerika dan Eropa yang tidak bagus, turunya harga – harga komoditas dan aksi jual asing akan membebani kinerja IHSG hari ini. Bursa Amerika dan Eropa kompak melemah Perdagangan pertama setelah libur panjang di bursa Wall Street berakhir dengan pelemahan. Indeks Dow Jones ditutup turun sebanyak 0,24% sejalan dengan Nasdaq dan S&P 500 yang masing – masing melemah 0,11% dan 0,12%. Penguatan di saham – saham sektor teknologi tidak mampu mengimbangi penurunan harga pada sektor energi yang disebabkan oleh turunya harga minyak. Dari bursa Eropa, mayoritas indeks juga melemah. Indeks FTSE Inggris melemah 0,28% disusul oleh DAX Jerman yang turun 0,24% dan CAC 40 Perancis yang merosot 0,50%. Penurunan bursa Eropa disebabkan oleh turunya saham – saham perbankan akibat terseret penurunan imbal hasil obligasi. Selain itu, laporan penurunan indeks keyakinan ekonomi Eropa untuk pertama kalinya pada tahun ini juga turut membebani pasar. Harga batubara melesat Setelah mengalami pergerakan harga yang stagnan selama beberapa waktu lalu, harga batubara melonjak tajam. Dari bursa Rotterdam untuk kontrak pengiriman bulan Juli, harga batubara naik 2,12% ke level USD 77,00 per metrik ton sedangkan di bursa Newcastle untuk pengiriman di bulan yang sama, harganya naik sebanyak 0,82% ke USD 74,10 per metrik ton. Minyak berbalik turun Berbanding terbalik dengan batubara, harga minyak justru melemah mengakhiri rebound selama dua hari terakhir. Harga minyak WTI turun 0,34% ke level USD 49,65 per barel sedangkan minyak Brent yang digunakan sebagai acuan harga di eropa melemah 0,86% ke USD 51,84 per barel.  Penurunan ini terkait dengan kekhawatiran investor akan pulihnya produksi minyak di Libya setelah masalah teknis di ladang minyak Sharara mulai teratasi. Produksi minyak Libya yang sebelumnya mencapai 784 ribu barel per hari (bph) diperkirakan akan meningkat menjadi 800 ribu bph pada hari ini. CPO dan logam mulia melanjutkan pelemahan Harga CPO kembali melemah 3 hari berturut – turut setelah pada perdagangan kemarin ditutup turun sebanyak 0,56% ke level 2502 ringgit per ton. Sepanjang tahun berjalan harga CPO sudah merosot sebanyak 10,84%. Sejalan dengan harga CPO, emas juga terpantau melemah sebanyak 0,34% ke level USD 1265,60 per troy ounce. Penurunan emas disebabkan oleh menguatnya dollar indeks sejak Jumat pekan lalu.

Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id