Uncategorized

BI mempertahankan suku bunga acuan, berikut proyeksi IHSG hari ini

Bank Indonesia memutuskan untuk menahan suku bunga acuan, 7 Day Repo Rate di posisi 4,75%. Sementara itu, Suku bunga Deposit Facility (DF) tetap 4% dan Lending Facility (LF) tetap 5,5% berlaku efektif sejak 16 Juni 217.  Hal ini sesuai dengan ekspektasi pasar mengingat data-data makro ekonomi Indonesia memberikan pertanda bahwa ekonomi Indonesia sedang bergerak ke arah yang baik. Meskipun nilai impor mengalami kenaikan yang signifikan dan membuat surplus neraca perdagangan tergerus, namun hal tersebut wajar mengingat naiknya permintaan jelang lebaran. Selain itu, peringkat surat utang yang menguat, stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi yang terkendali, dan kondusifnya iklim politik merupakan pertanda positif bagi perekonomian nasional. IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan melemah Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan masih akan mixed cenderung tertekan. Terbentuknya candle doji setelah trend naik menandakan adanya potensi pembalikan arah, kemudian secara teknikal setelah menyentuh upper bollinger band maka indeks akan menagalami koreksi sehat. Sepinya transaksi di bursa pada pekan ini juga akan membuat IHSG bergerak lesu. Meskipun demikian, keputusan BI yang menahan suku bunga acuan yang sesuai dengan ekspektasi pasar berpotensi mendorong indeks untuk menguat. Selain itu pergerakan indeks regional seperti Hang Seng, Nikkei dan STI Singapore yang menguat juga akan memberi sentimen positif bagi IHSG. Wall Street melemah Bursa saham Amerika pada perdagangan tadi malam bergerak di zona merah yang lagi – lagi disebabkan oleh memburuknya kinerja sektor teknologi. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun tipis 0,07% ke 21.359,90, indeks S&P 500 melemah 0,22% ke 2.432,46, sedangkan indeks Nasdaq Composit merosot 0,47% atau 29,39 poin ke posisi 6.165,50. Saham Apple berakhir turun 0,6% sedangkan  saham Alphabet, induk Google, melemah 0,8% setelah rilis laporan analis yang menunjukkan tidak adanya perbaikan kinerja. Minyak mentah terkoreksi Harga minyak kembali tergelincir selama dua hari berturut – turut setelah  harga minyak WTI kontrak Juli 2017 ditutup melemah 0,60% atau 0,27 poin ke US$44,46 per barel, setelah dibuka turun tipis 0,09% di posisi 44,69. Adapun patokan Eropa minyak Brent untuk kontrak Agustus 2017 turun 0,17% atau 0,08 poin ke US$46,92, setelah dibuka dengan pelemahan 0,43% atau 0,20 poin di posisi 46,80. Pelemahan harga minyak disebabkan oleh naiknya persediaan minyak di Amerika dan penguatan dollar Amerika yang naik ke level tertingginya selama dua pekan terakhir. Batu bara rebound Harga batu bara berhasil rebound setelah dalam  pekan ini pergerakanya cenderung tertekan. Di bursa Newcastle untuk kontrak pengiriman di bulan ini, harganya naik 0.37% sedangkan untuk kontrak pengiriman Juli, naik sebanyak 1,56%. Kemudian di bursa Rotterdam, harga batubara untuk pengiriman bulan Juni dan Juli masing – masing menguat sebesar 0,19% dan 0,52%.

Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id