Uncategorized

Pekan terakhir perdagangan sebelum lebaran, berikut prediksi IHSG hari ini

IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak flat degan kecenderungan melemah. Aksi profit taking investor menjelang libur panjang lebaran berpotensi membuat indeks bergerak turun. Secara teknikal, indeks bergerak melemah setelah menyentuh upper bollinger band, RSI menunjukkan arah turun dan Stochastic masih di dekat area overbought. Meskipun demikian, potensi penguatan IHSG masih ada mengingat akan dirilisnya data penjualan kendaraan pada bulan Mei yang diperkirakan mengalami kenaikan sehingga memberi sentimen positif pada market. Selain itu, indeks regional yang pagi ini mayoritas bergerak positif dimana Nikkei menguat 0,61%, Hang Seng (+0,79%), Shanghai Composite (+0,22%), Kospi (+0,55%) dan STI Singapura (+0,52%) akan turut menopang kinerja IHSG. Bursa Amerika flat, Eropa rebound. Bursa Wall Strett ditutup di zona hijau pada akhir perdagangan Jumat lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 24,38 poin atau 0,11% ke level 21.384,28, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 menguat 0,69 poin atau 0,03% ke posisi 2.433,15. Penguatan indeks ditopang oleh kenaikan saham Amazon sebesar 2,4% pasca  akuisisi Whole Foods senilai USD 13,7 miliar. Dari Eropa, Indeks Stoxx Europe ditutup menguat 0,66% atau 2,55 poin ke level 388,60 namun sepanjang pekan lalu, indeks telah melemah hingga 0,5%. Penguatan indeks ditopang oleh berita bahwa kreditur Yunani sepakat untuk menggelontorkan pinjaman baru senilai 8,5 miliar euro (US$9,5 miliar) untuk negara tersebut, sekaligus mengakhiri ketidakpastian akan penyelesaian pembayaran obligasi yang jatuh tempo pada Juli nanti. Minyak mentah alami teknikal rebound West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli ditutup menguat 0,6% ke level US$44,74 per barel di New York Mercantile Exchange pada perdagangan Jumat lalu Sementara itu, minyak Brent untuk pengiriman Agustus naik 45 sen ke level US$47,37 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Meskipun menguat, sepanjang minggu lalu minyak WTI dan Brent sama – sama mencatatkan penurunan mingguan terpanjang sejak Agustus 2015 di tengah kekhawatiaran akan pemulihan produksi di Libya yang kembali menuju 900 ribu bph. Harga CPO terkoreksi Sempat menguat hingga 1 % lebih, harga CPO berbalik melemah ke level 2482 ringgit per ton atau turun sebanyak 0,64%. Harga sawit menguat akibat nilai tukar ringgit yang lanjut melemah 0,25% setelah hari sebelumnya juga turun 0,22%. Namun, rendahnya nilai ekspor CPO Malaysia yang turun 17,6% dari 617.697 ton menjadi 508.960 ton sepanjang 1 Juni-15 Juni menjadikan harga berbalik arah.

Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id