Uncategorized

Transaksi semakin sepi, bagaimana prediksi IHSG hari ini?

IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak mixed dengan kecenderungan untuk melemah. Transaksi di bursa yang mulai berjalan sepi dan berkurangnya aksi investor untuk mengambil resiko menjelang libur panjang lebaran akan membebani kinerja indeks. Nilai transaksi di bursa kemarin hanya senilai 5,2 triliun, jauh di bawah  rata-rata harian bulan ini yang mencapai 6,63 triliun. Secara teknikal stochastic menunjukkan pola dead cross di area netral yang mengindikasikan bearish, namun secara candle terbentuk pola bullish harami yang merupakan potensi indeks akan bergerak reversal. Rentang support dan ressistance ada pada level 5732 – 5758 Indeks S&P dan Dow Jones cetak rekor Bursa Wall Street menghijau pada awal pekan ini. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 144,71 poin atau 0,68% ke posisi 21.528,99, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 menguat 20,31 poin atau 0,83% ke level 2.453,46. Posisi penutupan pada indeks Dow Jones dan S&P tersebut merupakan level penutupan tertinggi sepanjang masanya. Adapun indeks Nasdaq Composite naik 87,26 poin atau 1,42% ke 6.239,01. Sektor teknologi dan finansial kembali diminati investor setelah komentar optimis Presiden Federal Reserve wilayah New York, William Dudley, yang mengatakan inflasi AS agak rendah namun harus naik seiring dengan upah karena pasar tenaga kerja terus membaik, sehingga Fed dapat melanjutkan pengetatan kebijakan moneter secara bertahap. Batubara membara Harga batubara melanjutkan penguatanya pada pekan lalu. Pada perdagangan Senin, harga batu bara untuk kontrak Agustus 2017, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 1,35% atau 1,05 poin ke posisi US$78,65/metrik ton. Batu bara melanjutkan reli penguatan di hari ketiga setelah pada perdagangan sesi sebelumnya ditutup menguat 0,26% ke level US$77,60/ metrik ton. Harga minyak kembali tergerus Sesuai yang diprediksi, penguatan harga minyak yang terjadi pada pekan lalu tidak akan berlangsung lama. Pada perdagangan kemarin Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli, ditutup melemah 1,2% atau 0,54 poin ke level US$44,20 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak jenis Brent untuk pengiriman Agustus turun 0,46 poin ke level US$46,91 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Ada dua faktor penekan harga minyak, yang pertama adalah proyeksi output minyak Libya yang akan mencapai level tertingginya setelah kesepakatan dengan Wintershall AG memungkinkan setidaknya dua kilang melanjutkan produksi. Yang kedua, data dari Baker Hughes Inc. yang menunjukkan ada enam anjungan pengeboran baru pada pekan  lalu sehingga jumlah anjungan aktif mencapai 747 yang mana merupakan tingkat tertinggi sejak April 2015.

Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id