Uncategorized

Akhir perdagangan semester I 2017, berikut proyeksi IHSG hari ini

IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak melemah. Penguatan IHSG dua hari ini yang cenderung dipaksakan dan tekanan jual asing yang semakin besar di pasar reguler  akan membebani kerja indeks. Secara teknikal, indikator RSI dan Stochastic menunjukkan bahwa indeks sudah berada di area overbought dan sudah menyentuh upper band pada bollinger band sehingga potensi koreksi cukup besar meskipun secara candle terbentuk pola bullish marubozu. Wall Street bergerak mixed Sejumlah indeks acuan di bursa Amerika bergerak bervariasi pada perdagangan tadi malam. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 57,11 poin atau 0,27% ke level pada 21.410,03, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 tergelincir 1,42 poin atau 0,06% ke level 2.435,61, namun indeks Nasdaq Composite justru menguat 0,74% ke 6.233,95, ditopang oleh sektor layanan kesehatan dan teknologi. Secara keseluruhan, pergerakan indeks tertekan oleh sektor energi yang melemah akibat rally penurunan harga minyak mentah. Bursa Eropa melemah Bursa Eropa kembali melemah di akhir perdagangan kemarin, indeks Stoxx Europe ditutup melemah 0,17% atau 0,32 poin ke level 186,23 sedangkan indeks saham di negara Eropa seperti DAX Jerman, FTSE Inggris dan CAC Perancis juga terpantau turun di kisaran 0,3%. Sektor finansial, asuransi dan perbankan menjadi penekan indeks Stoxx menyusul merosotnya saham emiten finansial Inggris, Provident Financial yang merosot 20% setelah memperkirakan bahwa gangguan reorganisasi divisi kredit konsumen akan membebani kinerja untuk sisa tahun  ini. Berkurangnya cadangan minyak Amerika tidak disambut baik oleh pasar Harga minyak WTI untuk kontrak pengiriman Agustus ditutup merosot 2,25% atau 0,98 poin ke level US$42,53 per barel sedangkan minyak Brent untuk kontrak pengiriman di bulan yang sama turun 2,67% atau 1,23 poin ke level US$44,79 per barel yang mana merupakan level terendahnya sejak November tahun lalu. Laporan Dari Badan Informasi Energi Amerika menyebutkan Stok minyak mentah AS turun 2,45 juta barel pekan lalu dan pasokan bensin turun sebesar 577.999 barel, namun produksi minyak naik menjadi 9,35 juta barel per hari, level tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir. Hal ini menyebabkan pasar cenderung tetap pesimis akan persoalan kelebihan supply minyak dunia. CPO melemah di hari kedua meskipun ringgit terdepresiasi Harga CPO untuk kontrak September di bursa Malaysia berakhir turun 0,97% atau 24 poin ke posisi 2.442 ringgit per ton. Pelemahan CPO masih terkait dengan penurunan ekspor Malaysia sebesar 15% dan diperparah oleh turunya komoditas substitusi seperti kedelai yang turun sebesar 0,77%. Di sisi lain, nilai tukar ringgit terpantau lanjut melemah 0,09% di posisi 4,2875.

Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id