The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-62689
Uncategorized
Bergerak dengan rentang 5816,53 – 5847,24, IHSG berhasil menguat 0,17% atau 9,91 point ke level 5840,94. Sektor property dan trade menjadi penopang indeks dengan penguatan masing – masing 1,38% dan 1,21% yang disusul oleh finance yang naik 1,07%. Sementara itu, sektor yang menjadi penekan indeks adalah consumer (-1,25%), mining (-1,20%) dan manufactur (-0,82%). Volume transaksi di bursa hari ini cukup besar mencapai 7,49 triliun, di atas rata-rata bulan ini sebesar 6,31 triliun per hari. Asing catatkan net buy 335 miliar Setelah jumlah outflow yang mulai turun pada pekan ini, akhirnya dana asing kembali ke dalam bursa dengan pembelian bersih sebesar 355 miliar pada akhir penutupan pasar. Saham – saham yang menjadi top net buy hari ini adalah BBRI (295 miliar), UNVR (103 miliar), BMRI (84 miliar) dan SCMA (78 miliar). Meskipun demikian, secara total bulan ini outflow asing dari bursa mencapai 10,795 triliun di keseluruhan pasar dengan penjualan terbesar pada saham ASII (-4,22 triliun), BBRI (1,91 triliun) dan MLPL (1,28 triliun). Bursa Asia bergerak mixed Dari Korea, indeks Kospi berhasil rebound setelah tadi pagi dibuka dengan pelemahan hingga 0,37%. Indeks Kospi ditutup menguat tipis 0,07% atau 1,72 poin di level 2.402,71. Sebanyak 244 saham menguat, 461 saham melemah, dan 55 saham stagnan dari 760 saham yang terdaftar. Saham Dongwha Pham Co. Ltd. yang menguat 0,12% turut menjadi pendorong atas penguatan indeks Kospi, bersama dengan saham Kyungbang Ltd. yang menguat 1,25%. Berkebalikan dengan Korea, kedua indeks utama Jepang bergerak melemah pada siang hari ini. Indeks Topix ditutup melemah 0,16% atau 2,61 poin ke level 1.618,61, sedangkan indeks Nikkei 225 ditutup turun 0,17% atau 34,66 poin ke level 19.925. Yen terpantau menguat 0,06% atau 0,07 poin ke level 110,61 yen per dolar AS setelah rilis data PDB Amerika berada di bawah ekspektasi pasar. Sebelumnya, PDB roduk domestic bruto (PDB) AS hanya naik 2,6%, di bawah perkiraan yang mencapai 2,7%. Sementara itu bursa saham China melanjutkan penguatanya setelah kenaikan pada saham – saham sektor bahan baku akibat ekspektasi peningkatan kinerja pada semester pertama tahun ini. Indeks Shanghai Composite ditutup menguat 0,61% atau 19,79 poin di level 3.273,03, sedangkan indeks CSI 300 ditutup menguat 0,43% 15,98 poin ke level 3.737,87. Peningkatan kedua indeks tersebut terjadi di tengah pertumbuhan aktivitas manufaktur yang melambat pada bulan Juli, tergambar pada indeks PMI yang hanya mencapai 51,4 lebih rendah dari perkiraan sebelumnya di angka 51,5.
Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id
0

Uncategorized
IHSG hari ini kami perkirakan akan bergerak datar dengan kecenderungan untuk menguat. Pasar menunggu data inflasi yang akan dirilis pada awal bulan Agustus besok. Bank Indonesia  memperkirakan, inflasi pada Juli 2017 berkisar 0,18% secara bulanan  dan sebesar 3,84 persen secara tahun kalender. Selain sentimen tersebut, pergerakan pasar hari ini juga akan mendapat sentimen positif dari kenaikan harga – harga komoditas seperti minyak, batubara, emas dan nickel. Dow Jones cetak rekor, Nasdaq dan S&P 500 melemah Bursa Wall Street bergerak mixed pada penutupan perdagangan pekan kemarin. Indeks dow Jones ditutup pada rekor tertinggi barunya naik 33,76 poin atau 0,15% ke level 21.830,31, namun kedua indeks utama lainya bergerak negatif. Indeks S&P 500 terkoreksi tipis 3,32 poin atau 0,13% ke angka 2.472,10. Sedangkan indeks Nasdaq turun 7,51 poin atau 0,12% ke angka 6.374,68. Nickel masih memanas Selama sepekan terakhir harga nikel terus menguat seiring dengan pernyataan presiden Filipina, Rodrigo Duterte yang akan menerapkan larangan ekspor bijih logam dan akan memberikan sanksi tegas bagi yang melanggarnya. Saat ini Filipina merupakan eksportir nikel terbesar di dunia. Pada jumat kemarin harga nikel kembali naik 1,33% ke level 10282,50 dolar per ton Minyak masih perkasa Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September 2017 ditutup menguat 1,37% atau 0,67 poin di level US$49,71 per barel sedangkan minyak Brent melesat 2% atau 1,03 poin di level US$52,52 per barel. Dorongan harga minyak datang dari beberapa negara pengekspor seperti Arab Saudi dan Kuwait yang berjanji untuk mengurangi ekspor minyaknya. Batubara rebound Sejalan dengan pergerakan komoditas minyak, harga batubara rebound pada perdagangan Jumat lalu. Di bursa Newcastle untuk kontrak pengiriman di bulan ini, harganya naik 0,76% sedangkan untuk kontrak pengiriman Agustus, naik sebanyak 0,90%. Kemudian di bursa Rotterdam, harga batubara untuk pengiriman bulan Juni dan Juli masing – masing menguat sebesar 0,98% dan 0,99%. Harga emas naik di hari ketiga Harga logam mulia emas masih memperpanjang rally penguatanya selama tiga hari berturut-turut sejak Rabu pekan lalu. Harga emas ditutup naik 0,,81% atau 10,03 dolar ke level 1275,30 dolar per troy ons. Peningkatan harga emas terdorong oleh melemahnya mata uang dolar yang diukur dari dolar indeks dimana pada Jumat pekan lalu terpantau melemah 0,605 poin atau 0,64% menuju 93,259 yang mana merupakan level terendah sejak Mei 2016.
Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id
0

Uncategorized
Pergerakan IHSG di penutupan pekan ini mayoritas berada di zona merah dengan rentang pergerakan antara 5804.80 – 5831.03. Namun pada saat penutupan, melonjaknya saham mining dan property membuat indeks ditutup di zona positif dan di titik tertingginya hari ini yaitu 5831,03, naik 11,28 point atau 0,19%. Saham ASII kembali menekan indeks sehingga sektor aneka industri tertekan cukup dalam hingga 1,29% disusul oleh agri (-0,95%), dan finance (-0,25%). Adapaun pendorong utama IHSG ada pada sektor mining (+1,67%), property (+1,24%), dan infrastructur (+1,13%). Asing net sell saham ASII 509 miliar Di keseluruhan pasar net sell asing hanya senilai 24,34 miliar. Namun di pasar reguler, penjualan asing di saham ASII membuat net sell asing bengkak hingga 245 miliar. Laporan keuangan semester I yang menunjukkan pertumbuhan laba sebesar 31% dinilai belum cukup bagus mengingat adanya penurunan pada penjualan motor yang turun 7%. Secara keseluruhan, sektor bisnis properti mencatatkan kenaikan laba terbesar, yaitu 94% yang disusul oleh bisnis alat berat dan bisnis jasa keuangan, masing-masing sebesar 83% dan 62%. Meskipun demikian, bisnis Astra di sektor infrastruktur dan sektor teknologi informasi mengalami kerugian, masing-masing sebesar 21% dan 25%. Bursa Asia mayoritas memerah Dari Jepang, kedua indeks utama bergerak melemah setelah mata uang yen terapresiasi terhadap dolar Amerika. Indeks Topix hari berakhir melemah 0,35% atau 5,62 poin di posisi 1.621,22 sedangkan Nikkei 225 ditutup melemah 0,60% atau 119,80 poin di level 19.959,84. Saham Tokyo Electron Ltd. yang jatuh 7,15% menjadi penekan utama terhadap pelemahan Nikkei, diikuti oleh SoftBank Group Corp. yang drop 2,25% dan Konami Holdings Corp. yang anjlok 4,90%. Adapun nilai tukar yen hari ini terpantau menguat 0,23% atau 0,26 poin ke 111 yen per dolar AS. Menyusul bursa Jepang, indeks Kospi Korea merosot cukup dalam setelah mata uang won terdepresiasi cukup dalam seiring menguatnya dolar AS terhadap sejumlah mata uang Asia. Indeks Kospi ditutup merosot 1,73% atau 42,25 poin di level 2.400,99, setelah dibuka turun 0,340% atau 9,78 poin di posisi 2.433,46. Adapun nilai tukar won pada saat penutupan market terpantau melemah 0,84% atau 9,36 poin ke 1.122,18 per dolar AS. Sementara itu dari China, indeks Shanghai Composite ditutup naik 0,11% atau 3,46 poin di level 3.253,24, setelah dibuka dengan pelemahan 0,30% di posisi 3.240,17. Indeks CSI 300 yang berisi saham-saham bluechip juga turut menguat 0,26% atau 9,70 poin di level 3.721,89. Kenaikan bursa China dalam sepekan ini ditenagai oleh data – data ekonomi yang positif seperti angka PDB yang melebihi ekspektasi dan naiknya proyeksi pertumbuhan ekonomi oleh IMF.
Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id
 
0

Uncategorized
IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak mixed dengan kecenderungan untuk melemah terbatas. Meskipun secara candle terbentuk bullish marubozu yang mengindikasikan bullish lanjutan, namun penutupan indeks kemarin menyentuh garis middle bollinger band sehingga potensi koreksi cukup ada. Sentimen dari luar negeri seperti Amerika, Eropa dan bursa Regional pagi ini yang bergerak melemah akan semakin menekan kinerja indeks. Meskipun demikian, penguatan pada sektor komoditas seperti nickel, minyak, batubara dan CPO akan menopang kinerja indeks hari ini. Bursa Amerika mixed tertekan sektor teknologi Sejumlah indeks acuan di bursa Amerika bergerak mixed dimana saham teknologi dan transportasi menekan indeks karena aksi profit taking investor atas kenaikanya pada beberapa sesi kemarin.. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,39% di 21.796,55, indeks Nasdaq Composite melemah 0,63% atau 40,56 poin di level 6.382,19, sedangkan indeks S&P 500 berakhir turun 0,10% atau 2,41 poin di posisi 2.475,42. Bursa Eropa hentikan reli Setelah menguat selama dua hari berturut – turut, indeks Stoxx Europe 600 harus ditutup turun tipis 0,1% menyusul anjloknya saham Deutsche Bank AG sebesar 6,5% setelah perusahaan tersebut merilis pernyataan bahwa pendapatan usahanya diperkirakan akan menurun pada tahun ini. Tekanan di bursa Eropa juga berasal dari trend menguatnya mata uang Euro yang baru – baru ini terjadi sehingga berpotensi mengurangi laba emiten – emiten berbasis eksportir. Minyak mentah masih kuat Harga minyak masih bergerak menguat setelah Kuwait dikabarkan mengikuti langkah Uni Emirat Arab dalam berkomitmen untuk mengurangi produksi minyaknya. Harga minyak WTI  untuk pengiriman September ditutup naik 29 sen di US$49,04. Adapun minyak Brent berakhir naik 52 sen di US$51,49 per barel. Trend kenaikan minyak beberapa hari ini ditopang oleh beberapa sentimen positif seperti janji Arab Saudi untuk mengurang produksi di Agustus dan turunya cadangan minyak dan bensin Amerika Serikat. Emas masih tertekan Semenjak FED memutuskan untuk menahan suku bunga, aset beresiko kembali menarik perhatian investor dan menekan aset – aset safe haven seperti emas dan yen Jepang. Pada perdagangan kemarin harga emas turun 2,70 dolar AS ke level 1265 dolar per troy ounce. Sebelumnya the FED memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga dan kebijakan moneternya serta menyatakan akan memulai mengurangi kepemilikan obligasinya relatif segera. Harga CPO kembali menguat Harga CPO berhasil menguat kembali setelah sesi perdagangan sebelumnya mencatatkan pelemahan. CPO untuk kontrak Agustus harganya naik 1,60% atau 42 ringgit ke level 2675 ringgit per ton. Cuaca yang membaik di perkebunan Malaysia dan Indonesia mendorong tingkat produksi yang lebih tinggi, namun pasokan yang besar diimbangi oleh mulai dibangunya kilang – kilang pengolahan minyak sawit yang digunakan sebagai campuran bahan bakar kendaraan bermotor.
Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id
0

Uncategorized
Bergerak dengan rentang 5805,92 – 5820,96 IHSG ditutup naik 19,53 point atau 0,34% ke level 5819,74. Enam sektor yang menopang bursa bergerak di zona positif dengan pendorong terbesar pada sektor finance (+1,07%), mining (+0,75%), dan trade (+0,25%). Adapun tiga sektor lain yang melemah adalah agri (-0,77%), basic industry (-0,39%), dan aneka industri (-0,38%). Volume transaksi di bursa cukup normal senilai 5,62 triliun walaupun sedikit lebih rendah dari rata-rata bulan ini di kisaran 6,2 triliun/hari. Asing net sell 29,36 miliar Outflow asing masih berlanjut meskipun trendnya terus menurun. Sampai dengan penutupan bursa outflow asing dari bursa tercatat sebesar 29,36 miliar saja yang mana jauh lebih kecil dari rata – rata outflow bulan ini yang berada pada kisaran 580 miliar. Saham – saham yang menjadi top net sell asing hari ini adalah ASII (-142 miliar), SCMA (-55 miliar), CASA (-32 miliar) dan ELTY (-31 miliar). Adapun saham yang mencatatkan top net buy antara lain BBNI (94 miliar), BMRI (54 miliar), UNVR (48 miliar) dan AKRA (30 miliar). Bursa Asia Menghijau Dari Jepang, kedua indeks acuan utama bergerak positif ditenagai oleh laporan keuangan emiten yang berkinerja positif di atas ekspektasi pasar. Indeks Topix berakhir menguat 0,37% atau 5,96 poin di posisi 1.626,84 sedangkan Nikkei 225 ditutup naik 0,15% atau 29,48 poin di level 20.079,64. Penguatan indeks juga ditunjang oleh terdepresiasinya mata uang yen yang hari ini terpantau melemah 0,01% atau 0,01 poin ke 111,19 yen per dolar AS. Sejalan dengan bursa Jepang, indeks Kospi Korea turut menghijau seiring menguatnya nilai tukar won terhadap dolar Amerika. Indeks Kospi ditutup menguat 0,36% atau 8,73 poin di level 2.443,24, setelah dibuka dengan kenaikan 0,36% atau 8,77 poin di posisi 2.443,28. Nilai tukar won ditutup rebound 0,80% atau 9,03 poin ke 1.112,82 per dolar AS, mengakhiri depresiasi selama dua hari berturut-turut sebelumnya. Sementara itu dari bursa China, indeks Shanghai Composite ditutup naik 0,06% atau 2,11 poin di level 3.249,78. Kenaikan saham – saham start up menopang pergerakan indeks setelah laba sejumlah perusahaan industri China melonjak 19,1% pada bulan Juni, yang mana merupakan laju keniakan tercepat dalam tiga bulan. Selain Shanghai Composite, indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham bluechip turut ditutup menguat 0,18% atau 6,81 poin di level 3.712,19.
Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id
0

Uncategorized
IHSG hari ini kami prediksikan akan menguat menguji level resisten di 5831. Sektor komoditas masih akan bergerak menguat seiring dengan meningkatnya harga minyak, batubara,emas dan CPO. Sentimen luar negeri yang positif seperti bursa Amerika dan Eropa yang naik serta regional Asia yang pagi ini menghijau juga turut akan menopang laju indeks. Trend net sell asing yang mulai berkurang ini juga membantu laju IHSG untuk bergerak ke atas. Sampai dengan jumat lalu, rata- rata net sell asing di pasar reguler berkisar 409 miliar per hari, namun pada pekan ini rata – rata net sell asing hanya 48 miliar per hari. Fed pertahankan suku bunga, bursa Amerika menghijau Sejumlah indeks utama Wall Street bergerak menghijau setelah The FED mempertahankan suku bunganya. Indeks Nasdaq Composite ditutup naik 0,16% atau 10,57 poin di level 6.422,75, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,45% di 21.711,01, sedangkan indeks S&P 500 berakhir naik 0,03% atau 0,7 poin di posisi 2.477,83. Seperti diperkirakan pasar, The Fed mempertahankan suku bunga acuannya di tengah inflasi yang belum menunjukkan peningkatan, namun Bank Sentral Amerika itu memberi sinyal bahwa akan mulai mengurangi neracanya dengan segera. Neraca the FED telah membengkak menjadi sekitar USD 4,5 triliun sebagai usaha untuk menahan dampak krisis global yang terjadi pada 2008 silam. Bursa Eropa menguat di hari kedua Indeks Stoxx Europe 600 ditutup naik 0,5% pada perdagangan tadi malam setelah rilis laporan keuangan menunjukkan hasil positif. Selain itu penguatan pada saham – saham sektor energi dan sumber daya seiring dengan meningkatnya harga komoditas juga menjadi penopang indeks. Minyak mentah lanjutkan reli Harga minyak WTI untuk pengiriman September ditutup menguat 86 sen atau 1,52% di US$48,75 per barel sedangkan  minyak Brent berakhir naik 77 sen di US$50,97 per barel. Penguatan harga minyak masih terdorong oleh sentimen positif dari menurunya cadangan minyak mentah Amerika. Jumlah stok minyak mentah AS turun menjadi 483,4 juta barel pekan lalu, sedangkan jumlah stok bensin turun 1,02 juta barel menjadi 230,2 juta barel. Harga batubara menguat tipis Batubara memperpanjang penguatanya seiring dengan meningkatnya harga minyak mentah. Harga batu bara untuk kontrak Januari 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 0,03% atau 0,02 poin di posisi US$73,15/metrik ton. Pada sesi perdagangan sebelumnya, harga batu bara kontrak Januari 2018 ditutup menguat 1,04% di posisi US$73,13 per metrik ton. CPO masih naik Sempat melemah hingga 0,51% pada siang hari, harga CPO berbalik menguat 0,30% atau 8 ringgit ke level 2633 ringgit per ton. Sebelumnya harga CPO melonjak 2,69% pada perdagangan sesi sebelumnya. Nilai tukar ringgit yang lanjut melemah masih menjadi menjadi penopang utama kenaikan harga sawit. Nilai tukar ringgit kemarin terpantau turun 0,07% ke posisi 4,28450 per dolar AS.
Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id
0

Uncategorized
IHSG hari ini bergerak mixed, bergerak dengan rentang 5785,89 – 5831,64 indeks ditutup turun 13,33 point atau 0,23% ke level 5800,21. Lima sektor bergerak negatif sedangkan empat lainya positif. Consumer menjadi penekan kinerja IHSG dengan penurunan sebesar 1,21% setelah saham – saham berkapitalisasi besar seperti UNVR, INDF, GGRM dan HMSP melemah dengan kisaran 0,6 – 2,4%. Berikutnya sektor  manufactur dan infrastructur ditutup turun masing – masing 0,79% dan 0,51%. Adapun sektor yang menahan kejatuhan IHSG di antaranya adalah finance (+0,45%), mining (+0,35%) dan aneka industri (+0,10%). Asing mencatatkan net buy di pasar reguler Meskipun secara keseluruhan masih mencatatkan outflow sebesar 115 miliar, namun di pasar reguler asing mencatatkan net buy sebesar 264 miliar. Saham – saham yang paling banyak mencatatkan inflow di antaranya adalah BBCA (+96 miliar), BBRI (+67 miliar), TLKM (+60 miliar) dan UNVR (+38 miliar).  Volume transaksi hari ini terbilang cukup ramai mencapai 7,64 triliun yang mana lebih tinggi dari rata- rata harian bulan ini di kisaran 6,19 triliun. Bursa Asia Mixed Dari Jepang, indeks Topix berakhir menguat 0,24% atau 3,81 poin di posisi 1.620,88 sedangkan Nikkei 225 ditutup naik 0,48% atau 94,96 poin di level 20.050,16 meskipun yen melanjutkan apresiasinya. Penguatan indeks ditopang oleh saham – saham sektor otomotif seperti Toyota Motor Corp., Mazda dan Mitsubishi Motors Corp menyusul laporan laba kuartal kedua yang positif. Saham Komatsu Ltd. dan Hitachi Construction Machinery Co. juga turut mendorong laju indeks berkat laporan penjualan yang meningkat di atas prediksi semula. Berkebalikan dengan bursa Jepang, indeks Kospi Korea berakhir melemah di hari kedua berturut – turut seiring dengan melemahnya mata uang won. Indeks Kospi ditutup melemah 0,22% atau 5,39 poin di level 2.434,51, setelah dibuka dengan kenaikan 0,28% atau 6,92 poin di posisi 2.446,82. Sebanyak 334 saham menguat, 361 saham melemah, dan 66 saham stagnan dari 761 saham yang terdaftar. Sementara itu, nilai tukar won kembali ditutup melemah sebesar 0,58% atau 6,45 poin ke 1.121,85 per dolar AS. Sementara itu dari China, kedua indeks saham utama bergerak berlawanan dimana Shanghai Composite naik 0,12% atau 3,99 poin di level 3.247,67 namun CSI 300 yang berisi saham – saham blue chip berakhir melemah 0,38% atau 14,17 poin di level 3.705,39. Sektor konsumer dan kesehatan membawa indeks bergerak melemah mengimbangi penguatan pada sektor energi dan sumber daya.
Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id
0

Uncategorized
Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed cenderung menguat ditunjang oleh menguatnya sektor – sektor komoditas karena naiknya harga minyak, batubara, CPO dan Nickel. Secara teknikal penutupan candle kemarin membentuk pola hanging man yang mengindikasikan terjadinya bearish, namun sentimen dari luar seperti bursa Amerika dan Eropa yang positif serta menguatnya indeks regional pagi ini akan mendorong pergerakan IHSG ke zona hijau. Dilihat dari indikator Stochastic maupun RSI, posisi indeks saat ini masih di area netral di dekat zona oversold sehingga potensi pergerakan indeks ke atas masih terbuka lebar. Bursa Amerika hijau, S&P 500 cetak rekor Bursa Wall Street bergerak positif setelah laporan keuangan semester I yang baru saja dirilis menunjukkan perbaikan kinerja yang solid. Indeks Nasdaq Composite ditutup naik 0,02% atau 1,37 poin di level 6.412,17, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,47% di 21.613,43, sedangkan indeks S&P 500 berakhir naik 0,29% atau 7,17 poin di posisi 2.477,08 yang mana merupakan posisi tertingginya sepanjang sejarah. Penguatan indeks juga didukung oleh penguatan saham – saham di bidang energi karena penguatan harga minyak dan batubara. Sektor perbankan tunjang bursa Eropa Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,4% pada perdagangan kemarin. Saham perbankan menjadi pendorong utama market menjelang laporan keuangan yang akan dirilis pada pekan ini. Sekitar sepertiga dari emiten yang ada di indeks Stoxx  dijadwalkan akan merilis laporannya pada Rabu – Jumat ini, termasuk Daimler AG, GlaxoSmithKline Plc dan Deutsche Bank AG. Persediaan Minyak AS turun, minyak melonjak 3% Laporan American Petroleum Institute (API) yang dirilis tadi malam menunjukkan jumlah persediaan minyak mentah turun 10,2 juta barel pada pekan lalu yang mana merupakan penurunan terbesar sejak September. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) ditutup menguat 3,3% di US$47,89 per barel sedangkan minyak Brent berakhir melonjak 3,3% di US$50,20 per barel. Batubara rebound Setelah kemarin bergerak mixed, harga batubara tadi malam menguat serempak baik di bursa Newcastle maupun Rotterdam. Di bursa Newcastle untuk kontrak pengiriman di bulan ini, harganya naik 0.52% sedangkan untuk kontrak pengiriman Agustus, naik sebanyak 2,30%. Kemudian di bursa Rotterdam, harga batubara untuk pengiriman bulan Juni dan Juli masing – masing menguat sebesar 0.12% dan 0.61%. Harga emas turun namun nikel menguat Setelah mengalami kenaikan selama si beberapa sesi perdagangan yang lalu, harga emas kali ini mengalami koreksi menjelang dimulainya pertemuan the FED yang membahas kebijakan moneternya termasuk tentang isu peningkatan suku bunga. Harga emas turun 0,26% atau 3,30 dollar  level 1258,5 dollar per troy ounce. Berbanding terbalik dengan minyak, harga Nickel menguat tinggi hingga 2,72% menuju level 10022,00 dolar.
Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id
0

Uncategorized
Sempat melemah  hingga 5780,48 pada sesi pertama perdagangan, IHSG berhasil ditutup  menguat 11,95 poin atau 0,20% ke level 5813,54 yang mana merupakan titik tertingginya hari ini. Meski mayoritas indeks sektoral bergerak di zona merah, penguatan pada sektor infrastructure, trade, finance dan consumer mampu mengimbangi penurunan kelima sektor lainya. Aneka industri kembali menjadi penekan utama indeks karena merosotnya saham ASII sebesar 1,52%, disusul oleh mining dan agri yang melemah karena penurunan harga komoditasnya. Transaksi nego MLPL, outflow asing capai 1,65 tiliun Menjelang penutupan pasar terjadi transaksi nego antara asing – local yang cukup besar pada saham MLPL sehingga net sell asing secara keseluruhan tercata senilai 1,65 triliun. Meskipun demikian, di pasar reguler net sell asing hanya senilai 252 miliar. Saham – saham yang mencatatkan outflow terbesar adalah MLPL (- 1,28 triliun, ASII (- 373 miliar), NOBU (-114 miliar) dan BBCA (-24 miliar). Adapun saham – saham yang masih mencatatkan inflow asing adalah DOID (29 miliar), BBNI (29 miliar), JSMR (17 miliar), KLBF (17 miliar). Bursa Asia melemah Belum stabilnya kondisi politik Amerika pasca kembali memanasnya isu penyelidikan Donald Trump membuat investor kembali memburu aset safe haven salah satunya adalah yen. Sebagai hasilnya nilai tukar yen terhadapa Dollar menguat selama enam hari berturut – turut. Siang ini  nilai tukar yen terpantau menguat sebesar 0,15% atau 0,17 poin ke 110,93 yen per dolar. Penguatan ini memberikan dampak buruk bagi bagi bursa Jepang yang emiten – emitenya mayoritas berorientasi ekspor.  Indeks Nikkei 225 ditutup turun 0,10% atau 20,47 poin di level 19.955,20 sedangkan indeks Topix berakhir melemah 0,28% atau 4,50 poin di posisi 1.617,07. Dari Korea, indeks Kospi mengakhiri reli penguatan selama delapan hari berturut – turut setelah hari ini harus ditutup melemah 0,47% atau 11,63 poin ke level 2.439,90, setelah dibuka turun tipis 0,03% atau 0,77 poin di posisi 2.450,76. Saham Samsung Electronics yang  merosot 1,69% menjadi salah satu penekan terbesar indeks Kospi. Sejalan dengan bursa Asia lainya, indeks Shanghai Composite China  ditutup melemah 0,21% atau 6,91 poin di level 3.243,69. Penekan terbesar indeks berasal dari koreksi saham – saham blue chip yang dipimpin oleh sektor real estat dan bahan baku. Kedua sektor tersebut sebelumnya telah naik tinggi menyusul aksi antisipasi investor akan meningkatnya kinerja laporan keuangan di kuartal kedua tahun ini.
Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id
0

Uncategorized
Setelah turun cukup dalam pada dua sesi perdagangan sebelumnya, harga minyak kembali menguat setelah mendapat sentimen positif dari Arab Saudi yang berjanji untuk mengurangi ekspor pada bulan Agustus untuk mengurangi pasokan minyak global.  Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih menyatakan negaranya akan membatasi ekspor minyak mentah sebesar 6,6 juta barel per hari (bph) pada Agustus, atau hampir 1 juta bph di bawah level tahun lalu. Harga minyak WTI ditutup menguat 57 sen atau sekitar 1,3% di US$46,34 per barel, sedangkan patokan Eropa,  minyak Brent naik 54 sen atau 1,1% di US$48,60 per barel. IHSG bergerak mixed Setelah menyentuh garis MA 50, IHSG kemarin mengalami rebound yang cukup besar dengan volume transaksi yang wajar. Secara teknikal, terbentuk pola bullish marubozu yang mengindikasikan akan adanya potensi kenaikan susulan. Stochastic menunjukkan pola golden cross dan RSI masih berada di area netral. Sentimen dari luar negeri masih negatif dimana bursa Amerika dan Eropa secara umum mengalami penurunan sedangkan dari sektor komoditas, batubara dan CPO terpantau melemah sementara emas dan minyak menguat. IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak mixed dengan kecenderungan untuk menguat terbatas. Market saat ini sedang mencermati data – data rilis laporan keuangan kuartal kedua dan melambatnya pertumbuhan ekonomi di daratan Eropa. Selain itu investor juga menunggu rapat dewan gubernur the FED untuk melihat kebijakan lanjutan dari pengetatan anggaran keuangan dan kenaikan suku bunga. Bursa Amerika bergerak mixed, Nasdaq cetak rekor Indeks Nasdaq mencatatkan rekor tertingginya pada perdagangan tadi malam setelah investor mengantisipasi rilis laporan keuangan kuartal kedua dengan memborong saham – saham berbasis teknologi. Indeks Nasdaq Composite ditutup naik 0,36% atau 23,05 poin di level 6.410,81, namun indeks Dow Jones Industrial Average  dan indeks S&P 500 masing – masing melemah 0,31% dan  0,11% . Penurunan Dow Jones dan S&P dikarenakan melemahnya sektor kesehatan pasca merosotnya saham Johnson & Johnson. Bursa Eropa melemah di hari ketiga Indeks Stoxx Europe masih belum bisa keluar dari tren negatifnya. Setelah pada perdagangan tadi malam ditutup turun 0,2% karena terbebani oleh kuatnya euro yang memicu kekhawatiran bahwa laba eksportir akan tertekan. Selain karena penguatan Euro, bursa Eropa tertekan oleh laporan keuangan perusahaan – perusahaan otomotif yang menunjukkan penurunan kinerja di kuartal kedua tahun ini. Batubara anjlok Di saat harga minyak menguat, batubara justru tergelincir cukup dalam. Harga batu bara untuk kontrak Januari 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup merosot 1,84% atau 1,36 poin di posisi US$72,38/metrik ton setelah pada sesi sebelumnya menguat sebanyak 0,45%. Adapun harga batubara di bursa Newcastle untuk kontrak pengiriman Agustus, harganya anjlok sebesar 3,06% ke level USD 84,40 per metrik ton. Ringgit menguat, CPO semakin tertekan Nilai tukar ringgit yang lanjut menguat 0,02% ke posisi 4,2830 per dolar AS pada Senin kemarin membuat harga CPO semakin tertekan. Harga CPO di bursa Malaysia ditutup turun 0,78% atau 20 ringgit ke level 2556 ringgit per ton. Sebelumnya, pada Jumat lalu mata uang ringgit berakhir menguat 0,16% di posisi 4,2840.
Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id
0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 5NO NEW POSTS