Uncategorized

Minyak mentah menguat, berikut proyeksi IHSG untuk hari ini

Setelah turun cukup dalam pada dua sesi perdagangan sebelumnya, harga minyak kembali menguat setelah mendapat sentimen positif dari Arab Saudi yang berjanji untuk mengurangi ekspor pada bulan Agustus untuk mengurangi pasokan minyak global.  Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih menyatakan negaranya akan membatasi ekspor minyak mentah sebesar 6,6 juta barel per hari (bph) pada Agustus, atau hampir 1 juta bph di bawah level tahun lalu. Harga minyak WTI ditutup menguat 57 sen atau sekitar 1,3% di US$46,34 per barel, sedangkan patokan Eropa,  minyak Brent naik 54 sen atau 1,1% di US$48,60 per barel. IHSG bergerak mixed Setelah menyentuh garis MA 50, IHSG kemarin mengalami rebound yang cukup besar dengan volume transaksi yang wajar. Secara teknikal, terbentuk pola bullish marubozu yang mengindikasikan akan adanya potensi kenaikan susulan. Stochastic menunjukkan pola golden cross dan RSI masih berada di area netral. Sentimen dari luar negeri masih negatif dimana bursa Amerika dan Eropa secara umum mengalami penurunan sedangkan dari sektor komoditas, batubara dan CPO terpantau melemah sementara emas dan minyak menguat. IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak mixed dengan kecenderungan untuk menguat terbatas. Market saat ini sedang mencermati data – data rilis laporan keuangan kuartal kedua dan melambatnya pertumbuhan ekonomi di daratan Eropa. Selain itu investor juga menunggu rapat dewan gubernur the FED untuk melihat kebijakan lanjutan dari pengetatan anggaran keuangan dan kenaikan suku bunga. Bursa Amerika bergerak mixed, Nasdaq cetak rekor Indeks Nasdaq mencatatkan rekor tertingginya pada perdagangan tadi malam setelah investor mengantisipasi rilis laporan keuangan kuartal kedua dengan memborong saham – saham berbasis teknologi. Indeks Nasdaq Composite ditutup naik 0,36% atau 23,05 poin di level 6.410,81, namun indeks Dow Jones Industrial Average  dan indeks S&P 500 masing – masing melemah 0,31% dan  0,11% . Penurunan Dow Jones dan S&P dikarenakan melemahnya sektor kesehatan pasca merosotnya saham Johnson & Johnson. Bursa Eropa melemah di hari ketiga Indeks Stoxx Europe masih belum bisa keluar dari tren negatifnya. Setelah pada perdagangan tadi malam ditutup turun 0,2% karena terbebani oleh kuatnya euro yang memicu kekhawatiran bahwa laba eksportir akan tertekan. Selain karena penguatan Euro, bursa Eropa tertekan oleh laporan keuangan perusahaan – perusahaan otomotif yang menunjukkan penurunan kinerja di kuartal kedua tahun ini. Batubara anjlok Di saat harga minyak menguat, batubara justru tergelincir cukup dalam. Harga batu bara untuk kontrak Januari 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup merosot 1,84% atau 1,36 poin di posisi US$72,38/metrik ton setelah pada sesi sebelumnya menguat sebanyak 0,45%. Adapun harga batubara di bursa Newcastle untuk kontrak pengiriman Agustus, harganya anjlok sebesar 3,06% ke level USD 84,40 per metrik ton. Ringgit menguat, CPO semakin tertekan Nilai tukar ringgit yang lanjut menguat 0,02% ke posisi 4,2830 per dolar AS pada Senin kemarin membuat harga CPO semakin tertekan. Harga CPO di bursa Malaysia ditutup turun 0,78% atau 20 ringgit ke level 2556 ringgit per ton. Sebelumnya, pada Jumat lalu mata uang ringgit berakhir menguat 0,16% di posisi 4,2840.

Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id