Uncategorized

Berikut proyeksi IHSG mendekati akhir pekan ini

IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak mixed dengan kecenderungan untuk melemah terbatas. Meskipun secara candle terbentuk bullish marubozu yang mengindikasikan bullish lanjutan, namun penutupan indeks kemarin menyentuh garis middle bollinger band sehingga potensi koreksi cukup ada. Sentimen dari luar negeri seperti Amerika, Eropa dan bursa Regional pagi ini yang bergerak melemah akan semakin menekan kinerja indeks. Meskipun demikian, penguatan pada sektor komoditas seperti nickel, minyak, batubara dan CPO akan menopang kinerja indeks hari ini. Bursa Amerika mixed tertekan sektor teknologi Sejumlah indeks acuan di bursa Amerika bergerak mixed dimana saham teknologi dan transportasi menekan indeks karena aksi profit taking investor atas kenaikanya pada beberapa sesi kemarin.. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,39% di 21.796,55, indeks Nasdaq Composite melemah 0,63% atau 40,56 poin di level 6.382,19, sedangkan indeks S&P 500 berakhir turun 0,10% atau 2,41 poin di posisi 2.475,42. Bursa Eropa hentikan reli Setelah menguat selama dua hari berturut – turut, indeks Stoxx Europe 600 harus ditutup turun tipis 0,1% menyusul anjloknya saham Deutsche Bank AG sebesar 6,5% setelah perusahaan tersebut merilis pernyataan bahwa pendapatan usahanya diperkirakan akan menurun pada tahun ini. Tekanan di bursa Eropa juga berasal dari trend menguatnya mata uang Euro yang baru – baru ini terjadi sehingga berpotensi mengurangi laba emiten – emiten berbasis eksportir. Minyak mentah masih kuat Harga minyak masih bergerak menguat setelah Kuwait dikabarkan mengikuti langkah Uni Emirat Arab dalam berkomitmen untuk mengurangi produksi minyaknya. Harga minyak WTI  untuk pengiriman September ditutup naik 29 sen di US$49,04. Adapun minyak Brent berakhir naik 52 sen di US$51,49 per barel. Trend kenaikan minyak beberapa hari ini ditopang oleh beberapa sentimen positif seperti janji Arab Saudi untuk mengurang produksi di Agustus dan turunya cadangan minyak dan bensin Amerika Serikat. Emas masih tertekan Semenjak FED memutuskan untuk menahan suku bunga, aset beresiko kembali menarik perhatian investor dan menekan aset – aset safe haven seperti emas dan yen Jepang. Pada perdagangan kemarin harga emas turun 2,70 dolar AS ke level 1265 dolar per troy ounce. Sebelumnya the FED memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga dan kebijakan moneternya serta menyatakan akan memulai mengurangi kepemilikan obligasinya relatif segera. Harga CPO kembali menguat Harga CPO berhasil menguat kembali setelah sesi perdagangan sebelumnya mencatatkan pelemahan. CPO untuk kontrak Agustus harganya naik 1,60% atau 42 ringgit ke level 2675 ringgit per ton. Cuaca yang membaik di perkebunan Malaysia dan Indonesia mendorong tingkat produksi yang lebih tinggi, namun pasokan yang besar diimbangi oleh mulai dibangunya kilang – kilang pengolahan minyak sawit yang digunakan sebagai campuran bahan bakar kendaraan bermotor.

Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id