Uncategorized

Regional Asia menghijau, berikut proyeksi IHSG hari ini

Pergerakan IHSG hari ini masih dalam kondisi menghadapi tekanan jual dari pasar karena sudah tingginya penguatan indeks. Kekhawatiran akan respon balasan dari Korea Utara menyusul dilakukanya latihan bersama antara Korsel dan Amerika juga turut memberi sentimen negatif bagi pasar. Pasar komoditas juga tidak begitu berpengaruh positif karena turunya harga minyak dan batubara. Meskipun demikian, bursa regional Asia yang pagi ini menguat dimana Nikkei, Kospi, Hangseng dan STI menghijau serta melonjaknya harga CPO dan nickel akan menjadi penopang bagi IHSG. Bursa Amerika bergerak mixed Kejatuhan di sektor teknologi membuat bursa Amerika bergerak mixed dimana Nasdaq ditutup melemah namun Dow Jones dan S&P 500 ditutup menguat tipis. Volume perdagangan yang kecil juga turut membuat Wall Street bergerak lesu. Harga minyak anjlok Minyak WTI dan Brent turun lebih dari dua persen setelah Libya dilaporkan sedang berusaha untuk membuka kembali jaringan pipa yang menghubungkan ladang minyak terbesarnya, Sharara ke terminal ekspor Zawiya. Batubara melemah Terseret harga minyak, batubara turut melemah namun tidak begitu dalam. Di bursa Rotterdam untuk kontrak pengiriman September harganya turun 0,17% namun di bursa Newcastle, harga batubara stagnan. Emas dan Nickel menguat Mengantisipasi respon Korut membuat sebagian investor mengincar emas sebagai aset safe haven. Harga emas terpantau menguat 0,42% di level USD 1297 per troy ounce. Sementara itu, harga nikel masih menguat lebih dari 3% ke level USD 11347 per ton CPO bertahan Penguatan minyak kedelai yang terus berlanjut membawa sentimen positif bagi harga CPO yang kemarin masih sanggup ditutup menguat hingga 1,08% ke level 2711 ringgit per ton.

Untuk pembukaan account Phillip Sekuritas dapat menghubungi Mz. Elise Telp: (021) 3005-2589, Mobile/WA/Telegram/SMS : 0812-8050-2276, Email: adminserpong@phillip.co.id