Morning Review

Sentimen positif dari inflasi Amerika dan bursa regional Asia, IHSG berpeluang menguat

Pergerakan IHSG hari ini berpeluang menguat mengikuti bursa Wall Street dan regional Asia yang bergerak menghijau pasca rilis data inflasi Amerika yang naik 0,5% menambah bukti bahwa pertumbuhan global terus berlanjut stabil. Indeks Nikkei, Jepang menguat 0,69%, Kospi Korea +0,04% serta Hang Seng dan Shanghai Composite masing – masing naik 0,6% dan 0,02%.

Meski demikian, IHSG secara teknikal cenderung terkonsolidasi setelah tidak mampu break out level upper bollinger bands. Pergerakan terakhir indeks cenderung tertekan dilihat dari pola candlestick yang membentuk grave stone doji. Indikator Stochastic sedikit melandai seakan memberat dari segi pergerakan, namun keduanya masih menunjukkan bahwa IHSG jauh dari zona overbought sehingga peluang penguatan masih ada.

Bursa Amerika bullish

Bursa Wall Street berakhir menguat dengan Nasdaq mencetak rekor tertinggi dengan kenaikan sebanyak 0,22% setelah pasar mencerna laporan laba perusahaan kuartal ketiga dan data ekonomi utama. Adapun Dow Jones dan S&P masing – masing turut menguat 0,13% dan 0,09%.

Bursa Eropa mixed

Bursa eropa bergerak mixed dimana FTSE Inggrisa dan CAC Pernacis melemah di kisaran 0,2%. Meski demikian indeks Stox Europe yang berisi perusahaan – perusahan besar di seluruh Eropa masih mampu mencatatkan kinerja positif dengan penguatan sebesar 0,08%.

Minyak

Patokan AS, minyak WTI untuk pengiriman November, naik 0,85 dolar AS menjadi menetap di 51,45 dolar AS per barel setelah adanya gejolak di Timur Tengah pasca Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa dia telah memutuskan untuk menghapus sertifikasi kepatuhan Iran terhadap kesepakatan penting yang dicapai pada 2015

Batubara

Batubara mendapat sentimen positif dari data import batu bara China pada September yang  naik sebesar 903.000 ton per hari, meningkat hampir 11% yoy dari bulan sebelumnya sebesar 27,08 juta ton, tertinggi sejak April 2014.

CPO

Harga CPO di bursa Malaysia melonjak 1,44% ke level 2749 ringgit per ton menyusul kenaikan harga minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusinya.

 

Image source: www.alt-m.org

 

Author


Avatar