Morning Review

Harga CPO melonjak tajam, sentimen bagus bagi sektor Agri

Minyak sawit  berhasil melonjak tajamsetelah kekhawatiran investor mengenai penurunan permintaan tidak terbukti dimana perusahaan surveyor kargo Intertek Testing Services melaporkan bahwa ekspor CPO Malaysia justru naik hingga 11,6% pada periode 1-20 Oktober kemarin. Harga CPO pun terbang hingga 1,57% menuju level 2787 ringgit per ton. Kenaikan harga CPO juga terdorong oleh kenaikan minyak kedelai sebesar 1,36% sebagai komoditas substitusinya.

Meski demikian, yang dapat menjadi beban kenaikan harga CPO adalah proyeksi produksi minyak sawit yang diperkirakan lebih tinggi di bulan Oktober yang berpotensi meningkatkan suplai CPO.

IHSG terkonsolidasi

Pergerakan pasar hari ini kami perkirakan akan mixed cenderung tertekan yang terlihat dari dua candle IHSG terakhir menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup kuat. Namun, indikator Stochastic membentuk pola golden cross di area netral yang menunjukkan potensi penguatan lanjutan sedangkan RSI di area netral. Bursa Asia pun terpantau bergerak melemah dan berpotensi ikut menyeret IHSG ke zona merah.

Setelah terus cetak rekor, akhirnya bursa Amerika melemah

Sejumlah indeks Wall Street bergerak melemah setelah investor merasa harga-harga saham sudah mengalami jenuh beli (overbought) dan sedang menanti keputusan mengenai pengganti gubernur the FED berikutnya. Indeks Dow Jones turun 0,23% sedangkan S&P dan Nasdaq melemah 0,40% dan 0,64%.

Bursa Eropa menguat tipis

Indeks Stoxx Europe 600 berhasil ditutup menguat 0,16%meskipun saham perbankan membebani indeks dan bursa Spanyol melemah karena krisis politik Catalonia semakin dalam.

Minyak masih kuat

Harga minyak WTI menguat 0,04% ke level USD 51,86 per barel setelah OPEC dan negara-negara sekutunya mencapai tingkat kepatuhan tertinggi terhadap pembatasan produksi.

Batubara melemah di hari ketiga

Pelemahan harga batu bara di tengah laporan peningkatan produksi batu bara di China untuk menghadapi musim dingin. Pada perdagangan Senin, harga batu kontrak Januari 2018, di bursa komoditas Rotterdam, ditutup melemah 0,67% atau 0,60 poin di US$89,50/metrik ton.

 

Image source: alibaba.com

Author


Avatar