The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mixed dengan mayoritas berada di zona merah dan ditutup turun 0,49% ke level 5995,85. Tujuh dari sepuluh sektor bergerak melemah ketika investor mulai melakukan aksi profit taking. Penekan terbesar indeks ada pada sektor mining, trade & service serta miscellaneous industry dengan pelemahan di atas satu persen. Adapun sektor – sektor yang masih mencatatkan kenaikan adalah infrastructure, basic industry dan agri.

Meski rebound, net sell asing terus berlanjut di TLKM

Laporan keuangan TLKM yang menunjukkan peningkatan laba hingga 21% tidak menyurutkan asing untuk melakukan outflow di saham ini. Secara total hingga penutupan sesi kedua, net sell asing mencapai total 262,45 miliar di keseluruhan pasar. Saham – saham yang paling banyak dijual asing adalah TLKM (-490 miliar), BBCA (-55 miliar), dan ASII (-52 miliar). Adapun saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah BMRI (166 miliar), BBRI (69 miliar) dan BBNI (58 miliar).

Bursa Asia mixed

Dari Jepang, indeks Nikkei ditutup naik 0,15% setelah dampak pelemahan mata uang yen mampu diimbangi oleh sentimen dari laporan keuangan emiten yang positif.

Bertolak belakang dari bursa Jepang, Indeks Kospi Korea justru tergelincir dan mengahiri rally tiga harinya dengan penurunan sebesar 0,48% karena imbas anjloknya saham – saham farmasi dan otomotif.

Dari Hong Kong, indeks Hang Seng melemah 0,36% setelah saham – saham di sektor finance dan industry melemah cukup dalam.

Sementara itu, indeks Shanghai Composite China dan STI Singapura hingga penutupan terpantau menguat masing – masing 0,31% dan 0,37%.

 

Image source: visa.ca

0

Morning Review

Kemarin IHSG bergerak menguat tajam dan bertengger di posisi tertinggi baru di level 6025. Candle terakhir IHSG membentuk bullish marubozu yang berpotensi untuk penguatan lanjutan. Meskipun demikian, perlu diwaspadai terjadinya aksi profit taking mengingat pergerakan IHSG sudah memasuki area jenuh beli seperti yang ditunjukkan oleh indikator RSI dan Stochastic. Yang menjadi penggerak indeks hari ini berasal harga komoditas batubara dan CPO yang kembali melanjutkan kenaikanya.

Dow Jones akhiri rally

Rally kenaikan indeks Dow Jones terhenti setelah kemarin bergerak melemah 0,48% tertekan oleh kenaikan yield obligasi bertenor 10 tahun sebesar 2,47% yang mana merupakan level tertinggi di tujuh bulan terakhir.

Bursa Eropa melemah

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 2,20 poin atau 0,57% terdampak oleh aksi profit taking investor setealh kenaiakn tinggi sebelumnya yang dipicu oleh laporan keuangan yang solid.

Minyak WTI terkoreksi

Berkebalikan dengan batuabara, harga minyak WTI ditutup melemah 0,57% ke level USD 52,17 per barel karena laporan produksi minyak dari ladang minyak di AS melonjak 13% pekan lalu menjadi 9,51 juta barel per hari, lompatan terbesar sejak September 2012.

Batubara masih menguat

Penguatan harga batu bara berlanjut dimana harganya naik 0,67% di bursa Rotterdam untuk kontrak Januari 2018 setelah musim dingin yang sebentar lagi melanda belahan bumi utara diprediksi akan meningkatkan permintaan.

Terdampak badai, CPO bergerak menguat

Harga CPO di bursa Malaysia naik hingga 1,04% dan menembus level 2804 ringgit per ton karena adanya badai La Nina berpotensi mengganggu proses pengiriman. Penguatan CPO ini terjadi di tengah harga minyak kedelai yang melemah 0,23%.


Image source: irishtimes.com

0