Morning Review

Terjadi gejolak politik di Arab Saudi, harga minyak mentah semakin menggila

Harga minyak mentah dunia terus menanjak pada perdagangan hari keempat berturut-turut. Minyak WTI melonjak 3,1% ke level US$57,35 per barel sedangkan minyak Brent yang merupakan patokan Eropa melesat US$2,20 ke level US$ 64,27 per barel didorong oleh serangkaian kejadian yang dimulai dengan penangkapan di kalangan elit Arab Saudi.

Penyelidikan kegiatan anti-korupsi di Arab Saudi dipandang oleh berbagai pihak merupakan sebuah konsolidasi kekuasaan ke tangan sang Putra Mahkota. Seperti diberitakan, Raja Salman telah memerintahkan untuk menahan sejumlah pejabat tinggi termasuk pangeran kerajaan. Sampai saat ini, komite antikorupsi Kerajaan Arab Saudi menginformasikan bahwa pemerintah telah menahan 11 Pangeran dan empat mantan menteri atas dugaan korupsi.

Bursa Amerika masih kokoh

Sejumlah indeks Wall Street bergerak menguat menyusul optimisme investor pada peningkatan pendapatan meyusul rencana pemangkasan pajak yang diajukan Donald Trump. Indeks Dow Jones ditutup menguat 0,04%, sementara indeks S&P 500 menguat 0,13% dan Nasdaq Composite naik 0,33%.

Bursa Eropa menguat

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,13% menyusul data ekonomi zona euro yang positif dan kenaikan harga minyak mentah yang mendorong kenaikan saham – saham berbasis energi. Data perekonomian yang stabil menunjukkan bahwa fundamental perekonomian masih cukup solid. Meski demikian, secara teknikal IHSG sudah memasuki area jenuh jual, sehingga investor perlu mewaspadai aksi profit taking yang bisa terjadi mendadak.

IHSG masih berpeluang menguat

Pergerakan IHSG hari ini masih cenderung akan bergerak menguat meskipun tekanan jual sudah mulai ada. Capital inflow yang semakin deras masuk ke dalam bursa akan terus mendorong IHSG ke atas.

Batubara Rebound

Harga batu bara berhasil membukukan rebound seiring dengan penguatan harga minyak mentah serta laporan mengenai ancaman gangguan suplai di Afrika Selatan terkait aksi mogok kerja. Di bursa Rotterdam, harga batubara untuk kontrak pengiriman Desember menguat 1,13% ke level USD 94 per barel.

Harga CPO merosot

Harga minyak sawit terus melemah bahkan setelah minyak kedelai mulai rebound. Di bursa Malaysia, harga CPO turun 0,75% ke level 2783 ringgit per ton terbebani oleh peningkatan stok di pasar global seiring pemulihan produksi di Malaysia dan Indonesia.

Image source: media.npr.org

Author


Avatar