Morning Review

Minyak mentah berhasil rebound namun batubara masih melemah, berikut proyeksi IHSG hari ini

Harga minyak berhasil menguat kembali setelah penurunan selama dua hari terakhir. Harga minyak WTI menguat 0,51% ke level USD 57,09 per barel menyusul berita bahwa elite Arab Saudi dikabarkan mengalihkan aset ke luar wilayah tersebut di tengah tindakan keras antikorupsi yang meluas yang menjerat sejumlah bangsawan dan investor.

Selain itu, konflik dengan Iran menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas pengiriman dan distribusi di wilayah kaya minyak tersebut. Sebelumnya, Saudi menyarankan warga negaranya untuk meninggalkan Lebanon, yang berada di balik ketegangan antara Arab Saudi dan Iran pasca pernyataan bahwa Iran mendukung terorisme di Yaman.

Batubara masih melemah

Rebound minyak tidak diikuti oleh harga batubara yang kembali melemah karena meningkatnya pasokan dari China. Di bursa Newcastle dan Rotterdam, untuk kontrak Desember, harga batubara melemah 0,51% dan 0,22%.

CPO turun

Harga CPO kemarin terkoreksi namun masih berada di atas level 2800 ringgit per ton. Pelemahan CPO terkait dengan menurunya harga minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusinya sebesar 0,65%

Bursa Amerika melemah

Sejumlah indeks Wall Street ditutup melemah terbebani oleh pelemahan Microsoft dan saham sektor teknologi lainya.   Indeks Dow Jones turun 0,43 sementara indeks S&P 500 dan Nasdaq turun 0,38% dan 0,58%.

Bursa Eropa ambruk

Bursa saham Eropa ditutup melemah dimana indeks Stoxx Europe 600 ditutup turun dalam 1,11% terbebani serangkaian laporan kinerja emiten yang di bawah ekspektasi, termasuk dari raksasa industri Siemens yang mengalami penurunan laba hingga 10% di kuartal ketiga tahun ini.

IHSG dalam tekanan

Pergerakan IHSG hari ini kami proyeksikan bergerak mixed cenderung melemah dengan rentang yang sempit terbebani oleh sentimen dari bursa Amerika dan Eropa serta regional Asia yang pagi ini dibuka melemah. Anjloknya komoditas Nickel dan melemahnya harga batubara dan CPO juga akan turut memberatkan kinerja emiten – emiten terkait. Secara teknikal terbentuknya dead cross di area overbought mengindikasikan pelemahan masih akan berlanjut. Meski demikian, capital inflow yang deras masuk ke dalam bursa akan menopang IHSG dari kejatuhanya.

 

Image source: static.timesofisrael.com

Author


Avatar