Morning Update

Mulai mendekati area jenuh jual, berikut proyeksi IHSG hari ini

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan kembali mixed dengan kecenderungan untuk melemah. Minimnya sentimen positif dan anjloknya harga – harga komoditas membuat pasar tidak bergairah. Secara teknikal IHSG juga telah menembus support di garis tengah bollinger band sehingga trend penurunan masih mungkin berlanjut. Namun demikian, dilihat dari RSI dan Stochastic, IHSG saat ini sudah berada di zona netral dan mulai bergerak mendekati zona oversold sehingga penurunan indeks akan terbatas.  

Bursa Amerika melemah

Tiga indeks acuan utama Wall Street kompak bergerak melemah di kisaran 0,2% setelah saham General Electric merosot 5,9%  serta penurunan harga minyak yang memukul saham – saham berbasis energi.

Bursa Eropa tidak bertenaga

Bursa Eropa masih belum bisa keluar dari rentetan trend negatifnya setelah kemarin indeks Stoxx Europe 600 kembali melemah 0,6% tertekan oleh penurunan saham bahan baku dan emiten – emiten terkait minyak bumi.

Harga minyak turun tajam

Minyak WTI anjlok cukup dalam hingga 2,43% ke level USD 55,34 per barel terpukul oleh kenaikan tak terduga pada persediaan minyak mentah di Amerika yang menunjukkan kenaikan stok minyak mentah sebesar 6,51 juta barel pekan lalu.

Batu bara masih terkapar

Seiring jatuhnya harga minyak, batubara mengikuti dengan penurunan yang tidak kalah tajam. Di bursa Newcastle untuk kontrak pengiriman Desember, harganya merosot hingga 1,76% sedangkan di Rotterdam, anjlok sampai 1,82%.

Data impor India mengecewakan, CPO tertekan

Kemarin The Solvent Extractors’ Association of India merilis data impor minyak sawit India naik 1,1% pada Oktober dibandingkan dengan tahun sebelumnya menjadi 747.658 metrik ton. Kenaikan ini di bawah prediksi yang semula 2%. Sebagai hasilnya, harga CPO turun tajam hingga 1,52% ke level 2718 ringgit per ton.

 

Image source: cdn2.tstatic.ne

Author


Avatar