The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Seperti yang terjadi Jumat lalu, IHSG bergerak mantap di awal perdagangan hingga ke level 6098,78. Namun ketika sesi pre closing, indeks ditekan turun oleh penjualan masif di saham TLKM sehingga hanya bisa ditutup naik tipis 0,03% ke level 6053,28. Enam dari sepuluh sektor bergerak menguat dipimpin oleh basic industry (+0,82%) dan consumer goods (+0,59%) yang mengimbangi penurunan di sektor infrastructure (-1,00%) dan construction (-0,66%).

Asing net sell tipis

Hingga sore ini net sell asing cukup tipis dengan nominal 49 miliar di keseluruhan pasar. Penjualan besar terjadi di pasar nego pada saham LPCK, ESSA dan BBRI dengan total 224,93 miliar. Adapun saham – saham yang mencatatkan net buy terbesar di antaranya adalah BBRI (+136 miliar), TLKM (114 miliar) dan BBTN (40 miliar).

Bursa Asia bergerak mixed

Sejumlah indeks acuan di bursa regional Asia sore ini bergerak mixed dengan kecenderungan melemah mengikuti penurunan bursa saham AS pada Jumat, ketika perbedaan antara imbal hasil obligasi AS bertenor 2 dan 10 tahun mencapai level yang paling tipis dalam satu dekade terakhir. Namun di sisil lain, kenaikan harga minyak dan logam  mengerek harga saham perusahaan energi dan sumber daya.

Dari Jepang, indeks Nikkei 225 anjlok hingga 0,62% tertekan oleh rencana Toshiba untuk menjual saham baru dengan target dana ¥ 600 miliar atau setara US$ 5,3 miliar. Pelemahan bursa Jepang diikuti indeks Kospi Korea yang turun 0,25% karena melemahnya saham – saham farmasi.

Sementara itu dari negeri tirai bambu, Indeks Shanghai Composite China dan Hang Seng, Hong Kong ditutup positif dengan kenaikan sebesar 0,28% dan 0,15%. Adapun indeks STI Singapura juga terpantau menguat tipis 0,12% hingga penutupan.


image source: http://telkompkbl.com

0

Morning Review

Setelah tergerus selama lima hari berturut – turut, harga minyak WTI kembali memanas dengan mencetak rebound sebesar 2,36%  menuju level USD 55,19 per barel. Penguatan minyak terkait laporan lembaga Barker Hughes yang menyatakan jumlah rig minyak Amerika Serikat pada pekan ini tidak berubah dan diperkirakan akan menyusut di kuartal IV tahun ini. Selain itu, semakin dekatnya pembahasan pemangkasan minyak OPEC lebih lanjut pada 30 November nanti menjadi momentum kebangkitan harga minyak.

Batubara masih terkapar

Semakin banyaknya power plant berbasis batubara di China yang ditutup menimbulkan kekhawatiran akan turunya jumlah permintaan batubara global. Di bursa Newcastle dan Rotterdam, harga batubara terpantau merosot  sebesar 1,62% dan 1,65% untuk kontrak pengiriman Desember.

Dolar melemah, harga logam rebound

Jumat lalu Dollar indeks yang melemah hingga 0,43% mengangkat harga komoditas logam. Emas misalnya, harganya melonjak hingga 1,42% adapun logam industri seperti timah dan nickel harganya naik hingga 0,94% dan 1,84%.

Harga CPO kembali turun

Harga minyak sawit kembali tertekan oleh menguatnya mata uang ringgit. Jumat lalu, di bursa Malaysia, harga CPO turun 0,98% menuju level 2712 ringgit per ton.

Bursa Amerika melemah

Indeks Dow Jones tergelincir 0,43% setelah debat RUU reformasi pajak yang kini bergeser ke Senat kembali panas. Bahkan, dua per tiga dari 60 ekonom yang disurvei oleh kantor berita Reuters menunjukkan bahwa mereka tidak yakin RUU reformasi pajak tidak akan terealisasi dalam waktu dekat ini.

IHSG dalam tekanan jual

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan kecenderungan untuk melemah terbatas. Aksi jual yang terjadi menjelang penutupan pasar Jumat lalu kemungkinan akan berlanjut pada pagi ini. Secara teknikal terbentuk pola gravestone doji yang mengindikasikan pembalikan arah menjadi bearish. Namun demikian, dilihat dari stochastic maupun RSI, IHSG belum masuk zona jenuh beli sehingga penurunan akan terbatas. Selain itu harga komoditas yang bergerak positif akan menopang laju indeks.

 

Image source: durasteel.net

0