Morning Review

Harga minyak dan logam rebound besar, sentimen positif di awal pekan ini

Setelah tergerus selama lima hari berturut – turut, harga minyak WTI kembali memanas dengan mencetak rebound sebesar 2,36%  menuju level USD 55,19 per barel. Penguatan minyak terkait laporan lembaga Barker Hughes yang menyatakan jumlah rig minyak Amerika Serikat pada pekan ini tidak berubah dan diperkirakan akan menyusut di kuartal IV tahun ini. Selain itu, semakin dekatnya pembahasan pemangkasan minyak OPEC lebih lanjut pada 30 November nanti menjadi momentum kebangkitan harga minyak.

Batubara masih terkapar

Semakin banyaknya power plant berbasis batubara di China yang ditutup menimbulkan kekhawatiran akan turunya jumlah permintaan batubara global. Di bursa Newcastle dan Rotterdam, harga batubara terpantau merosot  sebesar 1,62% dan 1,65% untuk kontrak pengiriman Desember.

Dolar melemah, harga logam rebound

Jumat lalu Dollar indeks yang melemah hingga 0,43% mengangkat harga komoditas logam. Emas misalnya, harganya melonjak hingga 1,42% adapun logam industri seperti timah dan nickel harganya naik hingga 0,94% dan 1,84%.

Harga CPO kembali turun

Harga minyak sawit kembali tertekan oleh menguatnya mata uang ringgit. Jumat lalu, di bursa Malaysia, harga CPO turun 0,98% menuju level 2712 ringgit per ton.

Bursa Amerika melemah

Indeks Dow Jones tergelincir 0,43% setelah debat RUU reformasi pajak yang kini bergeser ke Senat kembali panas. Bahkan, dua per tiga dari 60 ekonom yang disurvei oleh kantor berita Reuters menunjukkan bahwa mereka tidak yakin RUU reformasi pajak tidak akan terealisasi dalam waktu dekat ini.

IHSG dalam tekanan jual

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan kecenderungan untuk melemah terbatas. Aksi jual yang terjadi menjelang penutupan pasar Jumat lalu kemungkinan akan berlanjut pada pagi ini. Secara teknikal terbentuk pola gravestone doji yang mengindikasikan pembalikan arah menjadi bearish. Namun demikian, dilihat dari stochastic maupun RSI, IHSG belum masuk zona jenuh beli sehingga penurunan akan terbatas. Selain itu harga komoditas yang bergerak positif akan menopang laju indeks.

 

Image source: durasteel.net

Author


Avatar