Market Updates

Terseret pelemahan bursa Asia, IHSG ditutup turun tipis

IHSG hari ini bergerak cukup mixed dengan penguatan besar di awal perdagangan hingga ke level 6090. Namun indeks perlahan turun sejalan dengan melemahnya bursa Asia terutama dari negeri Tirai Bambu yang anjlok cukup dalam setelah pemerintah China memperingatkan akan bahaya tekanan hutang korporasi dan  rumah tangga yang membengkak serta banyaknya obligasi yang jatuh tempo di 2018. Hasilnya IHSG pun harus ditutup turun tipis 0,11% di level 6063,24.

Sektor mining penekan indeks

Dari sepuluh sektor yang menopang bursa, setengah di antaranya bergerakturun dengan penekan terberat pada sektor mining yang terpuruk 1,03% menyusul melemahnya harga batubara. Selain mining, sektor finance dan consumer juga turut melemah sebesar 0,40% dan 0,27%. Adapun yang menopang pergerakan IHSG hari ini adalah sektor trade &serivce yang menguat 0,51% serta infrastructur yang naik 0,47%.

Asing net buy 775 miliar

Setelah kemarin mencatatkan net buy hingga 1 triliun, hari ini asing kembali mencatatkan inflow sebesar 775,30 miliar di keseluruhan pasar yang didominasi oleh transaksi saham KPIG (558 miliar) dan BHIT (283 miliar) yang terjadi di pasar nego. Sedangkan di pasar reguler yang berpengaruh langsung terhadap harga saham, asing justru mencetak net sell sebesar 109,85 miliar dengan penjualan terbesar pada saham BBCA (-147 miliar), ADHI (-33 miliar) dan PGAS (-31 miliar).

Bursa Asia bergerak datar cenderung melemah

Bursa saham regonal Asia  hari ini bergerak datar dengan kecenderungan turun tipis karena tidak adanya data ekonomi yang rilis di kawasan Asia membuat pasar cenderung sepi dan volume transaksi yang tidak begitu besar. Namun kondisi tersebut tertopang oleh emiten – emiten di sektor energi dan sumber daya karena menguatnya harga minyak.

Indeks Kospi Korea turun tipis 0,11% disusul oleh ASX 200 Australia yang minus tipis 0,0003% dan STI Singapura yang tergelincir 0,28%. Meski demikian, bursa negeri tirai Bambu mengalami penurunan yang cukup parah dimana indeks Shanghai Composite turun 2,29% dan Hang Seng Hong Kong anjlok 0,77%.

Melemahnya bursa China disebabkan oleh imbal hasil pada surat utang negara dan obligasi korporasi mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir seiring berlangsungnya kampanye deleveraging. Dengan lebih dari US$1 triliun obligasi jatuh tempo pada 2018 hingga 2019, perusahaan di China akan semakin  sulit untuk mendapatkan pembiayaan.


Image source: s-i.huffpost.com

Author


Avatar