Morning Review

Pergerakan harga komoditas akan menunjang laju IHSG hari ini

Pergerakan IHSG hari ini mendapatkan sentimen positif dari menguatnya harga komoditas seperti minyak, batubara dan logam industri yang mengimbangi sentimen negatif dari melemahnya bursa Asia pagi ini. Namun demikian, secara teknikal indeks masih akan cenderung bergerak turun setelah kenaikan yang terjadi kemarin berhenti tepat di garis upper bollingerband. RSI dan Stochastic masih berada di zona netral namun tampak melandai karena sudah mendekati area jenuh beli. Support kuat IHSG akan berada di garis middle bollinger di kisaran 6030.

Bursa Eropa naik tipis

Liburnya bursa Amerika membuat pergerakan bursa Eropa minim sentimen sehingga hanya bergerak di rentang yang sempit. Hasilnya, indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,02% setelah data kondisi bisnis zona euro memperkuat optimisme pada perekonomian.

Bursa Asia terpantau melemah

Mayoritas indeks saham di Asia pagi ini dibuka turun tipis karena investor menantikan pergerakan indeks saham di Tiongkok setelah mengalami koreksi tajam sehari sebelumnya dimana indeks blue chip CS1300 turun 2.93%, indeks Shanghai Composite -2.26% serta Shenzen Composite -2.92%. Penyebab utama dari penurunan ini adalah kekhawatiran atas berbagai peraturan baru yang lebih ketat untuk meminjam uang serta naiknya imbal hasil (yield) obligasi di Tiongkok.

WTI tembus USD 58 per barel

Harga minyak WTI kembali menguat di hari ketiga secara beruntun setelah ditutup naik 0,98% ke level USD 58,56 per barel karena gangguan pasokan pada jaringan pipa minyak Keystone pasca tumpahan minyak minggu lalu di South Dakota.

Batubara cetak rebound

Setelah terus ditekan, harga batubara kemarin serempak menguat di kedua bursa utama dunia dimana untuk kontrak pengiriman Desember di bursa Newcastle naik 0,16% sedangkan di bursa Rotterdam naik hingga 0,94%.

Banyak isu negatif, harga CPO tertekan

Harga minyak CPO kembali tertekan cukup dalam hingga 1,36% karena banyaknya sentimen negatif yang terus bermunculan seperti dari India yang baru saja mengumumkan peningkatan bea masuk CPO menjadi 15% dari sebelumnya 7%. Sedangkan dari kawasan Uni Eropa, saat ini dilakukan pembatasan impor karena perkebunan kelapa sawit dianggap sebagai penyebab terjadinya deforestasi dan kebakaran hutan.


image source: binarries.com

Author


Avatar