The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Uncategorized

Pergerakan bursa hari ini lebih sering berada di zona merah meskipun sempat menguat hingga level 6072 terseret oleh melemahnya bursa Asia. IHSG ditutup turun 0,04% dengan enam dari sepuluh sektor bergerak negatif, terbebani anjloknya sektor basic industry sebesar  – 2,63%. Adapun sektor yang menopang pergerakan indeks di antaranya adalah consumer goods (+1,17%), trade (0,17%) dan manufacture (0,11%).

Asing net sell 252 miliar di pasar reguler

Di keseluruhan pasar asing memang masih mencatatkan inflow karena adanya net buy besar saham KPIG di pasar nego senilai 553 miliar, namun di pasar reguler yang berpengaruh ke harga saham, asing justru membukukan net sell sebesar 252,55 miliar dengan penjualan terbesar pada saham BBCA (-89 miliar), TLKm (-63 miliar) dan BBRI (-52 miliar).  Adapun saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah BMRI (41 miliar), ASII (28 miliar), INDF (22 miliar dan BBTN (13 miliar).

Bursa regional Asia terpuruk

Bursa Asia mayoritas bergerak merah dengan rentang yang tipis karena tidak adanya data ekonomi utama yang cukup signifikan menggerakkan pasar.

Di daratan China,Shanghai Composite indeks terjatuh 0,80%, sedangkan Hang Seng index turun 0,46%. STI Singapura juga turut menyusul dengan pelemahan sebesar 0,22%.  Adapun Nikkei Jepang juga tergelincir 0,22% menyusul menguatnya mata uang yen yang berpengaruh buruk ke negara berbasis ekspor tersebut.

Hari ini Kospi Korea Selatan menjadi indeks dengan performa terburuk di regional Asia  dengan kejatuhan sebesar 1,44% karena merosotnya saham Samsung hingga 5,08% setelah Morgan Stanley memangkas rekomendasinya dengan menyebutkan kekhawatiran bahwa booming pada chip memori kemungkinan akan segera memuncak.


 Image source: http://cdn.cnn.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan kecenderungan menguat terbatas didukung oleh menguatnya bursa Eropa dan Amerika serta harga komoditas seperti minyak, CPO dan logam industri yang serempak naik. Secara teknikal indeks masih berada di zona netral namun mendekati area overbought. Penutupan candle kemarin yang memantul dari garis middle bollinger band menunjukkan bahwa tekanan beli masih kuat dan berpeluang melanjutkan kenaikanya pagi ini.

Bursa Amerika hijau

Bursa  Wall Street dibuka menguat sehari setelah liburan Thanksgiving dimana indeks Dow Jones naik 0,14% sementara Nasdaq dan S&P 500 menguat 0,32% dan 0,21%. Penopang laju bursa Amerika berasal dari kenaikan harga minyak dan optimisme investor saat Black Friday mampu meningkatkan laba perusahaan-perusahaan ritel.

Bursa Eropa naik tipis

Sejumlah indeks bursa Eropa mencatatkan penguatan pada penutupan perdagangan pekan lalu. Indeks Euro Stoxx 50 naik 0,29% didukung oleh kenaikan emiten barang konsumsi. Saham Danone misalnya, menguat 1,2% setelah tersiar kabar China akan mengurangi tarif impor pada beberapa produk konsumen.

Minyak mentah masih bullish

Harga minyak WTI masih terus bergerak menguat hingga menuju level USD 58,95 setelah naik 0,66% pada penutupan perdagangan pekan lalu. Menskipun demikian, kenaikan minyak rawan koreksi karena adanya rumor baqhwa sejumlah perusahaan minyak besar Rusia mengungkapkan ketidaksenangan mereka tentang rencana perpanjangan pemangkasan produksi.

Batubara mixed

Harga batubara bergerak mixed dimana di bursa Newcastle harganya naik 1,02% untuk kontrak Desember sedangkan di Rotterdam, harganya justru anjlok hingga 0,77%.

Harga CPO alami teknikal rebound

Setelah hampir tertekan sepanjang pekan lalu, harga CPO berhasil ditutup rebound 0,65%  ke level 2625 ringgit per ton setelah investor merasa harga sudah masuk area jenuh jual.

 

Image source: hiwallstreethotel.com

0