The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-62689
Market Updates

Meski sempat anjlok hingga 0,82% ke level 6015 pada akhir sesi pertama, IHSG perlahan – lahan menguat seiring rebound pada sektor consumer dan ditutup naik 0,10% ke 6070,72 yang sekaligus menjadi level tertingginya hari ini. Dari sepuluh sektor terdaftar, hanya tiga yang bergerak menguat namun dengan bobot nilai transaksi yang besar yaitu counsumer (+1,42%), finance (+0,69%) dan manufacture (+0,47%). Adapun sektor yang menekan indeks di antaranya miscellaneous industry (-1,36%), mining (-1,11%), dan infrastructure (-0,96%).

Asing kembali catatkan inflow besar di saham KPIG

Secara keseluruhan, asing hari ini mencatatkan net buy sebesar 107,30 miliar di keseluruhan pasar yang didominasi oleh pembelian di saham KPIG yang mencapai nominal 529,38 miliar di pasar negoisasi. Adapun di pasar reguler, asing justru membukukan outflow sebesar 218,95 miliar yang didominasi oleh net sell di saham BBCA (-88 miliar), TLKM (-80 miliar), dan WIKA (-37 miliar). Sedangkan saham – saham yang menjadi top net buy adalah BBRI (93 miliar), BMRI (38 miliar), BBTN (36 miliar) dan BBNI (32 miliar).

Bursa Asia tertekan kondisi China

Bursa saham regional Asia sore ini mayoritas bergerak turun terpengaruh oleh pelemahan bursa China  akibat kenaikan imbal hasil obligasi setelah pemerintah melakukan tindakan keras terhadap shadow banking dan bentuk pembiayaan lainnya yang berisiko.

Meski demikian, saat penutupan indeks Shanghai Composite justru mencatatkan teknikal rebound sebesar 0,34% setelah pagi tadi melemah cukup dalam hingga -0,65%. Selain Shanghai Composite, indeks Kospi Korea Selatan juga turut naik 0,25% seiring rebound saham Samsung dimana sesi sebelumnya turun cukup dalam hingga -5,4%.

Selain kedua indeks di atas hampir semua ditutup memerah. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah tipis 0,04% disusul oleh Hang Seng Hong Kong dan Taiwan Weighted yang masing – masing turun 0,14% dan 0,41%. Adapun ASX 200 Australia ditutup turun tipis 0,08%.

 

Image source: wallpaperscraft.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan masih akan melemah karena minimnya sentimen dalam negeri dan penurunan harga komoditas yang membuat investor cenderung wait and see dan lebih memilih instrumen safe haven seperti emas dan yen. Harga Emas kemarin terpantau menguat hingga 0,47% sedangkan yen juga turut naik 0,11%.  Secara teknikal RSI masih berada di zona netral namun stochastic mengindikasikan adanya dead cross yang berpotensi bearish lanjutan. Pola candle yang terbentuk di dua hari terakhir juga mengindikasikan bahwa tekanan jual masih menguasai pasar walaupun masih ada sedikit perlawanan.

Bursa Wall Street Flat

Pergerakan tiga indeks saham acuan bursa Amerika cenderung flat setelah penguatan pada saham – saham teknologi diimbangi pelemahan saham – saham di sektor energi. Indeks Dow Jones berakhir naik 0,1% sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq masing – masing turun 0,04% dan 0,15%.

Harga minyak akhirnya melemah

Setelah rally penguatan selama beberapa hari beruntun, harga minyak mengalami koreksi 1,75% menuju level USD 57,92 per barel setelah data Baker Hughes menyebutkan pengebor minyak di AS telah membuka sembilan anjungan pengeboran minyak mentah tambahan per akhir pekan lalu.

Harga batubara mixed

Harga batubara di kedua bursa utama dunia bergerak berlawanan dimana di bursa Newcastle masih menguat 0,32% untuk kontrak Januari, namun di bursa Rotterdam, harganya melemah 0,44% untuk bulan yang sama.

Nickel anjlok tajam

Harga nickel melemah cukup tajam 3,70% ke level 11.587,50 per ton terbebani pertumbuhan laba industri China yang menunjukkan perlambatan sehingga memicu kekhawatiran turunya permintaan dari negeri pengguna logam terbesar di dunia tersebut.

CPO tertekan penurunan ekspor

Harga CPO kemarin ditutup melemah cukup tajam hingga 1,52% menuju level 2585 ringgit per ton karena rilis data Intertek Testing Services mengungkapkan, ekspor minyak sawit Malaysia pada 1-25 November terkoreksi 8,4% ke level 1,18 juta ton.


Image source: financialtribune.com

0