Morning Review

Harga emas menguat namun komoditas lain melemah, berikut proyeksi IHSG hari ini

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan masih akan melemah karena minimnya sentimen dalam negeri dan penurunan harga komoditas yang membuat investor cenderung wait and see dan lebih memilih instrumen safe haven seperti emas dan yen. Harga Emas kemarin terpantau menguat hingga 0,47% sedangkan yen juga turut naik 0,11%.  Secara teknikal RSI masih berada di zona netral namun stochastic mengindikasikan adanya dead cross yang berpotensi bearish lanjutan. Pola candle yang terbentuk di dua hari terakhir juga mengindikasikan bahwa tekanan jual masih menguasai pasar walaupun masih ada sedikit perlawanan.

Bursa Wall Street Flat

Pergerakan tiga indeks saham acuan bursa Amerika cenderung flat setelah penguatan pada saham – saham teknologi diimbangi pelemahan saham – saham di sektor energi. Indeks Dow Jones berakhir naik 0,1% sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq masing – masing turun 0,04% dan 0,15%.

Harga minyak akhirnya melemah

Setelah rally penguatan selama beberapa hari beruntun, harga minyak mengalami koreksi 1,75% menuju level USD 57,92 per barel setelah data Baker Hughes menyebutkan pengebor minyak di AS telah membuka sembilan anjungan pengeboran minyak mentah tambahan per akhir pekan lalu.

Harga batubara mixed

Harga batubara di kedua bursa utama dunia bergerak berlawanan dimana di bursa Newcastle masih menguat 0,32% untuk kontrak Januari, namun di bursa Rotterdam, harganya melemah 0,44% untuk bulan yang sama.

Nickel anjlok tajam

Harga nickel melemah cukup tajam 3,70% ke level 11.587,50 per ton terbebani pertumbuhan laba industri China yang menunjukkan perlambatan sehingga memicu kekhawatiran turunya permintaan dari negeri pengguna logam terbesar di dunia tersebut.

CPO tertekan penurunan ekspor

Harga CPO kemarin ditutup melemah cukup tajam hingga 1,52% menuju level 2585 ringgit per ton karena rilis data Intertek Testing Services mengungkapkan, ekspor minyak sawit Malaysia pada 1-25 November terkoreksi 8,4% ke level 1,18 juta ton.


Image source: financialtribune.com

Author


Avatar