The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-62689
Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini lebih banyak berkutat di zona merah dan ditutup turun tipis 0,15% ke level 6061,37 meskipun sempat menguat tipis hingga 6073. Sektor mining menjadi penopang indeks bersama basic industry dengan penguatan masing – masing sebesar 1,64% dan 1,38%. Selain kedua indeks tersebut, construction dan trade juga turut menguat namun tipis. Enam sektor lainya bergerak negatif dengan penekan terbesar dari sektor consumer goods (-0,74%) dan finance (-0,70%).

Asing net sell besar baik di pasar reguler maupun nego

Hari ini asing mencatatkan outflow sangat besar senilai 7,06 triliun dengan rincian sebesar 1,0 triliun di pasar reguler dan 6,05 triliun di pasar nego yang didominasi oleh penjualan TOWR sebesar -6,51 triliun. Sedangkan di pasar reguler saham yang menjadi top net sell adalah BMRI (-340 miliar), BBCA (-215 miliar), TLKM (-116 miliar) dan BBRI (-114 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy adalah BBTN (37 miliar), UNTR (36 miliar), dan ICBP (19 miliar).

Bursa Asia rebound abaikan uji coba rudal Korut

Siang tadi sejumlah indeks di bursa regional Asia sempat bergerak melemah merespon uji coba rudal jarak jauh Korea yang ketiga. Menurut perhitungan Pentagon, misil yang diluncurkan Korea Utara ini terbang sejauh 1.000 kilometer sebelum jatuh di zona ekonomi eksklusif perairan Jepang. Namun menjelang pertengahan perdagangan indeks perlahan rebound dan mayoritas sore ini ditutup menguat.

Indeks Kospi Korea selatan ditutup turun tipis 0,05% setelah sebelumnya sempat melemah hingga 0,12%. Kemudian dari daratan China, indeks Shanghai Composite naik 0,13% namun Hang Seng Hong Kong melanjutkan pelemahan di hari ketiganya dengan penurunan 0,22% karena kekhawatiran akan tersendatnya aliran dana dari China pasca pengetatan regulasi keuangan di negeri panda tersebut.

Sementara itu, indeks Nikkei Jepang juga mengahiri bearish selama dua hari berturut setelah sore ini ditutup menguat 0,49% sedikit turun dari pembukaan tadi pagi sebesar 0,57% karena naiknya nilai tukar mata uang yen terhadap dollar sebesar 0,02%.


Image source: assets.kpmg.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak mixed dimana tekanan jual dari market akan diimbangi oleh optimisme investor karena positifnya bursa Amerika, Eropa serta regional Asia pagi ini. Meski demikian, harga komoditas yang bergerak melemah sedikit banyak akan membebani laju indeks hari ini. Secara teknikal, pergerakan indeks masih berada di zona netral meskipun sudah mendekati area jenuh beli.

Bursa Amerika Sumringah

Tiga indeks saham acuan bursa Wall Street membukukan rekor terbarunya setelah Komite anggaran Senat AS memilih meneruskan rancangan undang undang pajak yang diusung Partai Republik untuk proses pengambilan suara. Indeks Dow Jones berakhir menanjak 1,09% sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq masing – masing menguat 0,98% dan 0,49%.

Bursa Eropa menghijau

Kenaikan bursa Amerika memberi sentimen positif di bursa Eropa sehingga indeks Euro Stoxx 50 ditutup menguat 0,60%. FTSE Inggris menjadi yang berperforma paling baik dengan kenaikan sebesar 1,04% disusul oleh CAC 40 Perancis yang naik 0,57% dan DAX Jerman sebesar 0,46%.

Minyak mentah melemah tipis

Harga minyak WTI kemarin ditutup melemah tipis 0,07% ke level USD 57,88 per barel menyusul laporan American Petroleum Institute (API) yang menyebutkan bahwa jumlah persediaan minyak AS meningkat sebesar 1,82 juta barel pekan lalu sedangkan prediksi pasar mengalami penurunan sebesar 2,95 juta barel.

Batubara rebound

Harga batubara menguat bersamaan di kedua bursa utama dunia dimana untuk kontrak Desember di bursa Newcastle melonjak hingga 2,42% namun di bursa Rotterdam hanya menguat sebanyak 0,27%.

Harga nickel terus melemah

Sentimen negatif masih berasal dari China dimana pemerintahnya baru saja memutuskan untuk menaikkan bunga pinjaman sebagai tindakan tegas untuk mengawasi pendanaan sektor beresiko. Hal ini bisa berdampak ke penurunan produksi di industri baja yang secara tidak langsung juga mengurangi permintaan Nickel. Harga Nickel ditutup anjlok 1,79% ke level USD 11.380 per ton.


Image source: c1.staticflickr.com

0