The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

IHSG hari ini bergerak cukup mixed dengan penguatan besar di awal perdagangan hingga ke level 6090. Namun indeks perlahan turun sejalan dengan melemahnya bursa Asia terutama dari negeri Tirai Bambu yang anjlok cukup dalam setelah pemerintah China memperingatkan akan bahaya tekanan hutang korporasi dan  rumah tangga yang membengkak serta banyaknya obligasi yang jatuh tempo di 2018. Hasilnya IHSG pun harus ditutup turun tipis 0,11% di level 6063,24.

Sektor mining penekan indeks

Dari sepuluh sektor yang menopang bursa, setengah di antaranya bergerakturun dengan penekan terberat pada sektor mining yang terpuruk 1,03% menyusul melemahnya harga batubara. Selain mining, sektor finance dan consumer juga turut melemah sebesar 0,40% dan 0,27%. Adapun yang menopang pergerakan IHSG hari ini adalah sektor trade &serivce yang menguat 0,51% serta infrastructur yang naik 0,47%.

Asing net buy 775 miliar

Setelah kemarin mencatatkan net buy hingga 1 triliun, hari ini asing kembali mencatatkan inflow sebesar 775,30 miliar di keseluruhan pasar yang didominasi oleh transaksi saham KPIG (558 miliar) dan BHIT (283 miliar) yang terjadi di pasar nego. Sedangkan di pasar reguler yang berpengaruh langsung terhadap harga saham, asing justru mencetak net sell sebesar 109,85 miliar dengan penjualan terbesar pada saham BBCA (-147 miliar), ADHI (-33 miliar) dan PGAS (-31 miliar).

Bursa Asia bergerak datar cenderung melemah

Bursa saham regonal Asia  hari ini bergerak datar dengan kecenderungan turun tipis karena tidak adanya data ekonomi yang rilis di kawasan Asia membuat pasar cenderung sepi dan volume transaksi yang tidak begitu besar. Namun kondisi tersebut tertopang oleh emiten – emiten di sektor energi dan sumber daya karena menguatnya harga minyak.

Indeks Kospi Korea turun tipis 0,11% disusul oleh ASX 200 Australia yang minus tipis 0,0003% dan STI Singapura yang tergelincir 0,28%. Meski demikian, bursa negeri tirai Bambu mengalami penurunan yang cukup parah dimana indeks Shanghai Composite turun 2,29% dan Hang Seng Hong Kong anjlok 0,77%.

Melemahnya bursa China disebabkan oleh imbal hasil pada surat utang negara dan obligasi korporasi mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir seiring berlangsungnya kampanye deleveraging. Dengan lebih dari US$1 triliun obligasi jatuh tempo pada 2018 hingga 2019, perusahaan di China akan semakin  sulit untuk mendapatkan pembiayaan.


Image source: s-i.huffpost.com

0

Morning Review

Harga minyak WTI kembali naik 1,65% ke level USD 57,99 per barel yang mana merupakan level tertingginya dalam dua tahun terakhir. Sentimen penggerak berasal dari data Energy Information Administration yang menyatakan  persediaan minyak mentah AS turun 1,86 juta barel pekan lalu. Selain itu, investor juga meyakini dalam pertemuan anggota OPEC di Wina, Austria pada 30 November nanti, OPEC akan menyetujui usul Arab Saudi memperpanjang program pemangkasan produksi minyak hingga kuartal III-2018.

Batubara mixed

Harga batubara bergerak berlawanan di kedua bursa utama dunia, namun cenderung melemah setelah penguatan selama beberapa hari terakhir. Di Newcastle harga batubara kontrak Desember masih sanggup menguat tipis 0,16% sedangkan di Rotterdam harganya justru anjlok hingga 1,15%.

Ancaman La Nina, CPO melonjak

Harga CPO di bursa Malaysia menguat 0,34% menuju level 2644 ringgit per ton, mengantisipasi datangnya badai La Nina yang bisa membawa hujan deras di Indonesia dan Malaysia dan berpotensi mengganggu kelancaran distribusi.

Bursa Amerika melemah jelang libur

Indeks Dow Jones bergerak turun 0,27% meskipun saham – saham telekomunikasi dan energi bergerak menguat. Volume perdagangan cenderung tipis menjelang liburan Thanksgiving besok. Sekitar 5,18 miliar saham diperdagangkan di bursa AS, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 6,66 miliar saham selama 20 sesi terakhir.

Tertekan Euro, bursa Eropa tergelincir

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,27% karena menguatnya mata uang Euro yang membebani kinerja emiten eksportir. Selain itu, bursa Eropa juga tertekan oleh anjloknya indeks DAX Jerman menyusul kebuntuan dalam upaya membentuk pemerintahan Jerman baru.

IHSG mixed cenderung datar

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed cenderung datar karena penguatan indeks sudah mendekati upper bollinger band yang berpotensi menjadi resisten meskipun kemarin membentuk bullish marubozu yang mengindikasikan penguatan lanjutan. Dilihat secara teknikal, indikator RSI dan Stochastic masih berada di zona netral sehingga potensi penguatan indeks masih ada. Yang perlu diwaspadai adalah melemahnya pergerakan harga komoditas batubara dan sentimen negatif dari melemahnya bursa Amerika dan Eropa.


Image source: http://media.al.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini sejalan dengan bursa Asia pasifik yang menghijau. Digerakkan saham ASII, BBRI, BBNI dan  sektor pertambangan IHSG melaju kencang dan ditutup naik 0,63% ke level 6069,78. Dari sepuluh sektor yang terdaftar di BEI hanya Consumer Goods dan Agriculture yang masing – masing melemah sebesar 0,78% dan 0,05%. Delapan sektor lainya menguat, dengan pendorong terbesar pada sektor aneka industry (+3,27%), mining (+1,60%) dan finance (+1,13%).

Asing NET BUY 1,13 triliun

Kenaikan indeks hari ini juga turut ditopang dana asing yang membanjiri bursa efek hingga 1,13 triliun yang didominasi oleh pembelian bersih di saham KPIG melalui pasar nego sebesar 563 miliar. Adapun di pasar reguler net buy asing terbesar ada di saham perbankan yaitu BBRI (346 miliar), BBNI (186 miliar) dan BMRI (186 miliar). Sedangkan saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah JRPT (-264 miliar), TLKM (-27 miliar), LPKR (-23 miliar) dan HMSP (-18 miliar).

Indeks MSCI Asia Pacific cetak rekor

Pergerakan bursa Asia mayoritas positif mengikuti bursa Amerika yang melonjak karena optimisme keberhasilan reformasi pajak dan prospek laba perusahaan yang meningkat. Pergerakan harga komoditas yang menguat juga membuat saham – saham energi dan sumberdaya menanjak cukup kuat di negara Jepang dan China.

Sebagai hasilnya, indeks Nikkei Jepang menguat 0,59% disusul oleh Shanghai Composite China dan Hang Seng, Hong Kong yang naik 0,59% dan 0,79%. Indeks Kospi Korea juga turut ditutup naik 0,39%. Adapun ASX 200 Australia dan STI Singapura masing – masing menguat 0,20% dan 0,43%.

Karena serempaknya penguatan bursa asia, Indeks MSCI pun naik tajam hingga menembus rekor tertingginya yang pernah diraih pada tahun 2007 lalu. Saat ini indeks MSCI bertahan di level 171,59 atau naik 0,92% dari level penutupanya kemarin.

 

Image source: rarasgita.files.wordpress.com

0

Morning Review

IHSG hari ini kami prediksikan masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan untuk menguat terbatas dipengaruhi oleh naiknya bursa Amerika, Eropa serta regional Asia pagi ini. Harga komoditas minyak, batubara dan CPO yang turut naik juga akan mendukung pergerakan indeks. Secara teknikal laju indeks masih tertekan tetapi mulai menunjukkan tekanan beli setelah kemarin sempat menembus garis middle bollinger band. RSI dan Stochastic juga masih berada di zona netral sehingga potensi kenaikan masih cukup terbuka.

Bursa Amerika menguat

Ketiga indeks utama Wall Street bergerak menghijau setelah sektor kesehatan dan teknologi mencetak rekor penutupan tertinggi. Indeks Dow Jones ditutup menguat 0,69% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing melaju 0,65% dan 1,06%.

Bursa Eropa lanjutkan rebound

Indeks Stoxx Europe 600 pulih dengan cepat dari pelemahan di awal perdagangan dan ditutup menguat 0,44%  setelah Kanselir Angela Merkel mengatakan bahwa dia lebih memilih adanya pemilihan ulang setelah kegagalan perundingan untuk membentuk koalisi tiga arah.

Harga minyak masih menguat

Harga minyak WTI naik tajam 1,71% menuju level USD 57,05 per barel setelah data kelompok perdagangan industri AS menyebutkan persediaan minyak AS menurun 6,356 juta barel pekan lalu, lebih dalam dibanding survey Reuters yang memperkirakan penurunan 1,5 juta barel.

Batubara masih perkasa

Seiring dengan menguatnya minyak, batubara lanjutkan rebound di kedua bursa utama dunia. Di Newcastle, harga batubara naik 1,09% sedangkan di Rotterdam naik 0,66% untuk kontrak pengiriman Desember.

Harga CPO menguat tipis

Masih dihantui oleh prediksi kelebihan suppy dan pajak impor India, harga CPO berhasil naik tipis 0,19% ke level 2635 ringgit per ton seiring rebound minyak kedelai sebesar 0,65%.

 

Image source: worldatlas.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona merah meskipun pada awal pembukaan sempat melejit hingga ke level 6076,23. Aksi profit taking investor membuat indeks perlahan turun dan ditutup di level 6028,96 atau melemah sebesar 0,4%. Delapan dari sepuluh sektor bergerak melemah dengan penekan terbesar pada sektor mining dan basic industry yang rontok di kisaran 1,2%. Adapun dua sektor yang mencatatkan penguatan adalah consumer goods (+0,05%) dan infrastructure (+0,24%).

Asing net sell besar di saham BMRI

Outflow asing sampai dengan penutupan tercatat sebesar 367,11 miliar di keseluruhan pasar, lebih kecil dari rata-rata nett sell asing harian di bulan ini yang mencapai 818 miliar per hari. BMRI menjadi top net sell asing hari ini dengan nominal sebesar 467 miliar yang disusul oleh BBRI di angka 104 miliar. Adapun saham – saham yang menjadi top net buy adalah MEDC (72 miliar), BBCA (71 miliar), TLKM (33 miliar) dan BDMN (30 miliar).

Bursa utama Asia serempak menghijau

Sejumlah indeks utama Asia bergerak naik mengekor kenaikan bursa Amerika dan Eropa yang menghijau tadi malam setelah investor semakin optimis akan kesuksesan rencana reformasi pajak yang saat ini sedang dibahas di Senat.

Indeks Nikkei Jepang naik 0,73%  bahkan ketika mata uang yen terpantau menguat 0,1%. Sementara itu Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing naik 0,53% dan 1,81%.  Adapun Kospi, Korea juga menguat tipis 0,12%.

Bursa Australia hingga penutupan juga terpantau naik 0,30% didorong saham-saham perbankan yang menanjak. Empat saham bank besar, yakni ANZ, Commonwealth Bank, Westpac, dan National Australia Bank menguat.


Image source: anglianwaterbusiness.co.uk

0

Morning Review

Pergerakan bursa domestik hari ini mendapatkan beberapa sentimen posistif dari luar negeri seperti menguatnya bursa Amerika dan Eropa serta menguatnya harga komoditas batubara setelah koalisi tiga arah Angela Merkel terancam gagal sehingga rencana penutupan pembangkit – pembangkit listrik berbasis batubara Eropa akan tertunda. Meski demikian, secara teknikal IHSG sedang mengalami tekanan jual cukup besar dan bergerak menuju support utama di middle bollinger band pada level 6020.

Bursa Amerika menghijau

Indeks Dow Jones bergerak menguat 0,31% dengan saham Verizon mendorong sektor sektor telekomunikasi setelah mendapat upgrade, sementara kesepakatan di saham semikonduktor mengangkat sektor teknologi. Adapun S&P 500 dan Nasdaq masing – masing naik sebesar 0,12% dan 0,13%.

Bursa Eropa menguat

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,67% karena melemahnya mata uang Euro terhadap US Dollar hingga 0,4% mendorong penguatan di saham – saham berbasis ekspor.

Minyak kembali melemah

Sempat mencatatkan rebound pada perdagangan kemarin, harga minyak WTI kembali ditutup melemah 0,82% ke level USD 56,09 per barel arena pasar mencerna ketidakpastian politik di Jerman di tengah antisipasi tentang langkah lanjutan dari OPEC.

Batubara catatkan rebound

Setelah selama lima hari penuh mengalami penurunan, harga batubara rebound cukup besar di kedua bursa utama. Di Newcastle untuk kontrak pengiriman Desember, harganya menguat 0,72% sedangkan di Rotterdam melonjak hingga 1,63%.

Koreksi tertajam CPO dalam 9 bulan terakhir

Harga CPO kemarin ditutup melemah tajam 3,02% ke level 2630 ringgit per ton. Tekanan datang dari penguatan mata uang ringgit, kenaikan pajak impor India dan pelemahan ekspor Malaysia selama November ini.

image source: http://graver.com

0

Market Updates

Seperti yang terjadi Jumat lalu, IHSG bergerak mantap di awal perdagangan hingga ke level 6098,78. Namun ketika sesi pre closing, indeks ditekan turun oleh penjualan masif di saham TLKM sehingga hanya bisa ditutup naik tipis 0,03% ke level 6053,28. Enam dari sepuluh sektor bergerak menguat dipimpin oleh basic industry (+0,82%) dan consumer goods (+0,59%) yang mengimbangi penurunan di sektor infrastructure (-1,00%) dan construction (-0,66%).

Asing net sell tipis

Hingga sore ini net sell asing cukup tipis dengan nominal 49 miliar di keseluruhan pasar. Penjualan besar terjadi di pasar nego pada saham LPCK, ESSA dan BBRI dengan total 224,93 miliar. Adapun saham – saham yang mencatatkan net buy terbesar di antaranya adalah BBRI (+136 miliar), TLKM (114 miliar) dan BBTN (40 miliar).

Bursa Asia bergerak mixed

Sejumlah indeks acuan di bursa regional Asia sore ini bergerak mixed dengan kecenderungan melemah mengikuti penurunan bursa saham AS pada Jumat, ketika perbedaan antara imbal hasil obligasi AS bertenor 2 dan 10 tahun mencapai level yang paling tipis dalam satu dekade terakhir. Namun di sisil lain, kenaikan harga minyak dan logam  mengerek harga saham perusahaan energi dan sumber daya.

Dari Jepang, indeks Nikkei 225 anjlok hingga 0,62% tertekan oleh rencana Toshiba untuk menjual saham baru dengan target dana ¥ 600 miliar atau setara US$ 5,3 miliar. Pelemahan bursa Jepang diikuti indeks Kospi Korea yang turun 0,25% karena melemahnya saham – saham farmasi.

Sementara itu dari negeri tirai bambu, Indeks Shanghai Composite China dan Hang Seng, Hong Kong ditutup positif dengan kenaikan sebesar 0,28% dan 0,15%. Adapun indeks STI Singapura juga terpantau menguat tipis 0,12% hingga penutupan.


image source: http://telkompkbl.com

0

Morning Review

Setelah tergerus selama lima hari berturut – turut, harga minyak WTI kembali memanas dengan mencetak rebound sebesar 2,36%  menuju level USD 55,19 per barel. Penguatan minyak terkait laporan lembaga Barker Hughes yang menyatakan jumlah rig minyak Amerika Serikat pada pekan ini tidak berubah dan diperkirakan akan menyusut di kuartal IV tahun ini. Selain itu, semakin dekatnya pembahasan pemangkasan minyak OPEC lebih lanjut pada 30 November nanti menjadi momentum kebangkitan harga minyak.

Batubara masih terkapar

Semakin banyaknya power plant berbasis batubara di China yang ditutup menimbulkan kekhawatiran akan turunya jumlah permintaan batubara global. Di bursa Newcastle dan Rotterdam, harga batubara terpantau merosot  sebesar 1,62% dan 1,65% untuk kontrak pengiriman Desember.

Dolar melemah, harga logam rebound

Jumat lalu Dollar indeks yang melemah hingga 0,43% mengangkat harga komoditas logam. Emas misalnya, harganya melonjak hingga 1,42% adapun logam industri seperti timah dan nickel harganya naik hingga 0,94% dan 1,84%.

Harga CPO kembali turun

Harga minyak sawit kembali tertekan oleh menguatnya mata uang ringgit. Jumat lalu, di bursa Malaysia, harga CPO turun 0,98% menuju level 2712 ringgit per ton.

Bursa Amerika melemah

Indeks Dow Jones tergelincir 0,43% setelah debat RUU reformasi pajak yang kini bergeser ke Senat kembali panas. Bahkan, dua per tiga dari 60 ekonom yang disurvei oleh kantor berita Reuters menunjukkan bahwa mereka tidak yakin RUU reformasi pajak tidak akan terealisasi dalam waktu dekat ini.

IHSG dalam tekanan jual

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan kecenderungan untuk melemah terbatas. Aksi jual yang terjadi menjelang penutupan pasar Jumat lalu kemungkinan akan berlanjut pada pagi ini. Secara teknikal terbentuk pola gravestone doji yang mengindikasikan pembalikan arah menjadi bearish. Namun demikian, dilihat dari stochastic maupun RSI, IHSG belum masuk zona jenuh beli sehingga penurunan akan terbatas. Selain itu harga komoditas yang bergerak positif akan menopang laju indeks.

 

Image source: durasteel.net

0

Market Updates

Sempat menembus rekor baru hingga ke level 6092,35 IHSG dipaksa berakhir hanya di level 6051,73 (+0,23%) setelah dua saham rokok terbesar yaitu GGRM dan HMSP ditutup di harga terendahnya hari ini. Hal ini membuat sektor consumer menjadi penekan indeks dengan penurunan 1,17% bersama sektor manufaktur yang merosot 0,65%. Adapun penggerak utama market berasal dari sektor finance yang hari ini melonjak tajam sebesar 1,50% karena bagusnya performa saham BBRI, BMRI dan BBNI.

Asing net sell Jumbo di saham perbankan

Meskipun sektor finance menguat tajam namun hal itu tidak menyurutkan asing untuk melanjutkan outflownya. BBCA (-256 miliar), BBRI (-120 miliar) dan BMRI (-79 miliar) menjadi top net sell asing di pasar reguler. Sedangkan di pasar nego ada transaksi penjualan bersih LPCK yang mencapai -246 miliar. Secara total net sell asing di keseluruhan pasar hari ini mencapai 1,06 triliun.

Bursa Asia bergerak menguat

Bursa Asia hari ini cukup cerah menyusul sentimen positif dari Amerika terkait disetujuinya rancangan UU pemotongan Pajak oleh DPR Amerika. Indeks Hang Seng, Hong Kong ditutup naik 0,65% sedangkan ASX Australia dan STI Singapura masing – masing menguat 0,23% dan 1,09%.

Indeks Nikkei 225 Jepang juga turut naik 0,27%  namun melemah dari pembukaan tadi pagi sebesar 1,12%. Penurunan Nikkei disebabkan tekanan penguatan yen oleh melemahnya dollar pasca Tim penasihat khusus Robert Mueller menemukan banyak dokumen dengan keyword ”Rusia” dari beberapa pejabat Donald Trump.  

Namun demikian, Shanghai Composite China terpantau  turun 0,50% masih terpengaruh oleh data-data ekonomi seperti industrial output, fixed asset investment dan retail sales yang meleset dari perkiraan. Selain China, indeks Kospi Korea juga terpantau turun tipis 0,03% karena volume transaksi yang rendah.



Image source: wise-owl.com

0

Morning Review

IHSG hari ini masih berpeluang untuk melanjutkan kenaikanya karena sentimen positif dari  mulai stabilnya harga minyak dunia serta lonjakan di indeks bursa Amerika serta Eropa akibat disetujuinya RUU perombakan pajak oleh DPR Amerika. Harga CPO yang kembali menguat juga akan menjadi katalis bagi saham – saham di sektor agri. Dari dalam negeri, hasil Rapat Dewan Gubernur BI pada 15-16 November 2017 yang  memutuskan mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 4,25% mengindikasikan bahwa kondisi perekonomian saat ini cukup stabil.

Bursa Amerika naik tajam

DPR AS tadi malam menyetujui paket pemangkasan pajak yang mempengaruhi perusahaan, individu dan keluarga. Rencana tersebut di antaranya mencakup penuruna tarif pajak perusahaan menjadi 20% dari 35%. Sebagai hasilnya indeks Dow Jones menguat hingga 0,80% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing – masing melonjak 0,82% dan 1,3%.

Bursa Eropa rebound

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,8%, dengan saham DAX naik 0,6%. Sektor jasa finansial, otomotif, dan teknologi berada di antara performa terbaik yang turut mendongrak bursa lebih tinggi.

Harga minyak melemah tipis

Pergerakan harga minyak mulai stabil di kisaran USD 55 per barel meski ditutup turun tipis 0,11%  seiring dengan keraguan pedagang seputar kelanjutan upaya pembatasan produksi oleh OPEC dimana sampai saat ini belum ada pemimpin OPEC yang berupaya mengajak Rusia dalam kesepakatan ini.

Batubara masih terkapar

Harga batubara di bursa Newcastle anjlok cukup tajam hingga 2,33% sedangkan di Rotterdam harganya turun tipis 0,33%. Penurunan batubara masih terkait dengan kekhawatiran investor mengenai penurunan permintaan dari China.

CPO rebound

Harga CPO sukses mencetak rebound sebesar 1% dan bertahan di level 2739 ringgit per ton karena menguatnya mata uang dollar menekan ringgit Malaysia.

 

Image source: fm.cnbc.com

0

PREVIOUS POSTSPage 2 of 5NEXT POSTS