The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-62689
Market Updates

Meski mencetak rekor penutupan tertinggi baru untuk yang ketiga kalinya secara berturut – turut, pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona merah dan bahkan sempat menyentuh level terendah di 6080,15. Namun rebound sektor consumer menjelang penutupan pasar membuat indeks terangkat 0,24% ke level 6133,96 yang sekaligus menjadi titik tertingginya. Saham  GGRM, HMSP dan ICBP naik di atas 2% sedangkan UNVR menguat 1,6%.

Selain consumer, tiga sektor lain juga turut menopang IHSG yaitu agri (+0,18%) yang mendapat sentimen positif dari pemotongan pajak CPO Malaysia, kemudian finance (+0,31%) dimana saham perbankan naik mengekor pergerakan bursa Asia dan terakhir manufacture sebesar +0,58%.

Asing net sell 210 miliar

Outflow asing dari bursa hari ini tidak terlampau besar hanya senilai 210,39 miliar karena tertolong transaksi pembelian saham TAMU di pasar negoisasi  senilai 169,71 miliar. Adapun di pasar reguler, net sell asing tercatat membengkak hingga 394 miliar dengan penekan terbesar pada saham ASII (-104 miliar), BUMI (-72 miliar), BBRI (-69 miliar), UNTR (-50 miliar) dan BBNI (-42 miliar).

Bursa Asia mixed

Bursa regional Asia hari ini bergerak mixed dengan kecenderungan menguat karena dampak positif dari optimisme investor akan perkembangan reformasi pajak Amerika. Pemangkasan pajak perusahaan dari 35% menjadi 21% diyakini akan mendongkrak laba perusahaan sehingga mendorong aksi buyback saham, serta pemberian dividen lebih tinggi yang tentunya akan menguntungkan para pemegang saham.

Indeks Nikkei Jepang memimpin laju bullish bursa Asia dengan lonjakan sebesar 1,63% disusul oleh indeks ASX Australia yang naik 0,70%. Adapun kedua indeks dari daratan China yaitu Shanghai Composite dan Hang Seng, Hong Kong masing masing menguat 0,05% dan 0,85%.

Meski demikian indeks Kospi Korea terpaksa ditutup turun tipis 0,01% meskipun tadi pagi sempat menguat hingga 0,27% karena adanya aksi profit taking di saham – saham otomotif dan farmasi. Selain Kospi, STI Singapura juga terpantau melemah 0,18%.


Image source: http://gtgtechnologygroup.com

0

Market Updates

Pergerakan indeks hari ini mayoritas berada di zona merah dan sempat melemah hingga ke level 6075. Sentimen negatif datang dari menyusutnya surplus neraca perdagangan Indonesia di bulan November dan merahnya indeks regional Asia yang mengikuti pelemahan bursa Amerika. Namun di sesi penutupan, lonjakan tajam pada saham UNVR dan GGRM serta beberapa saham konstruksi berhasil membalikkam indeks ke zona hijau dan ditutup menguat tipis 0,09% ke level 6119,42 yang mana merupakan rekor terbaru IHSG dua hari berturut – turut.

Surplus neraca dagang merosot tajam

Pagi hari tadi BPS merilis surplus neraca perdagangan Indonesia bulan November senilai US$ 127,1 juta, yang mana jauh lebih rendah dibanding bulan Oktober sebesar US$ 895 juta. Merosotnya  surplus itu lantaran nilai ekspor November tercatat US$ 15,28 miliar sementara nilai impor tercatat US$ 15,15 miliar. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-November tercatat sebesar US$ 153,9 miliar atau naik 17,16% yoy. Sementara nilai impor periode tersebut mencapai US$ 141,88 miliar, naik 15,47% yoy.

Asing net sell jumbo

Hingga penutupan pasar net sell asing tercatat mencapai nominal 717,04 miliar di keseluruhan pasar. Di pasar negoisasi terdapat transaksi penjualan bersih asing di saham SMMA senilai 1,46 triliun yang yang diimbangi oleh net buy di saham BSIM senilai 1,46 triliun juga. Di pasar reguler, net sell asing tercatat senilai 572,67 miliar yang didominasi oleh saham BMRI (-166 miliar), BBRI (-118 miliar), ICBP (-61 miliar) dan BUMI (-48 miliar).

Bursa Asia mayoritas memerah

Pergerakan sejumlah indeks regional Asia berada di zona negatif mengekor pergerakan bursa Wall Street dan Eropa yang anjlok setelah munculnya kekhawatiran akan gangguan pada kemajuan undang – undang reformasi pajak setelah juru bicara Senator Partai Republik, Marco Rubio menentang RUU perpajakan kecuali jika pemerintahan Donald Trump menyetujui kredit pajak anak yang lebih besar.

Indeks Nikkei 225 Jepang terkoreksi 0,68% sedangkan indeks Shanghai Composite dan Hang Seng, Hong Kong masing – masing anjlok masing – masing 0,80% dan 0,84%. IndeksASX 200 Australia tergelincir di angka -0,24%. Adapun indeks STI Singapura ditutup turun 0,44%.

Meski demikian, bursa Korea Selatan masih mampu mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan sebesar 0,51% didorong oleh kenaikan saham Samsung dan Hyundai. Sebelumnya, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dalam pidatonya menegaskan Korsel dan China sependapat tentang penyelesaian masalah nuklir Korut secara damai.

 

Image source: http://maritime-connector.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG di akhir pekan ini kami perkirakan akan mixed dengan kecenderungan melemah terdampak oleh lesunya bursa Amerika dan Eropa. Lonjakan IHSG kemarin yang membentuk rekor baru biasanya juga akan diikuti oleh techical correction. Penopang laju indeks akan berasal dari sektor komoditas karena menguatnya harga minyak, batubara dan logam – logam industri seperti timah dan nikel. Secara teknikal, RSI dan Stochastic sudahmendekati zona jenuh beli, dan harga juga menyentuh upper bollinger band sehingga potensi terjadinya koreksi sehat cukup terbuka.

Bursa Amerika hentikan rally

Indeks Dow Jones turun 0,31% setelah kenaikan selama lima hari beruntun. Nasdaq dan S&P 500 masing – masing juga terpantau melemah 0,3% dan 0,41%. Pasar mengkhawatirkan keberlanjutan reformasi pajak, karena sikap yang ditunjukkan Senator Republik Mike Lee yang ragu-ragu memberi dukungan terhadap RUU pajak, sementara Senator Marco Rubio saat ini menentangnya. Namun, sikap mereka kemungkinan bisa berubah jika beberapa mekanisme dibuat sesuai draf.

Bursa Eropa lesu.

Mengikuti gerak Wall Street, indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,46%, dengan saham HSBC asal Inggris, BNP Paribas asal Prancis, dan Intesa asal Italia menjadi penekan terbesar terhadap pelemaham Stoxx. Indeks perbankan Eropa turun 0,6% karena investor pesimis bahwa kebijakan moneter akan diperketat. Padahal apabila diperketat dengan menaikkan suku bunga maka laba dan pendapatan perbankan juga akan meningkat.

Harga minyak menguat

Harga minyak WTI mengalami teknikal rebound  0,90% ke level USD 57,22 per barel. Penguatan tersebut terjadi di tengah prediksi International Energy Agency (IEA) yang berpusat di Paris bahwa  produksi minyak AS tahun depan akan naik dan mendorong kelebihan pasokan. IEA memperkirakan, produksi minyak AS tahun depan akan bertambah 870.000 barel per hari. Prediksi penambahan ini lebih tinggi ketimbang prediksi bulan lalu pada 790.000 barel per hari.

Batubara rebound

Harga batubara mampu bergerak rebound karena adanya kekhawatiran akan berkurangnya pasokan dari negara eksportir serta kondisi musim dingin di China yang berpotensi meningkatkan permintaan. Di Newcastle, harga batubara kontrak Januari naik 0,20% sedangkan di Rotterdam, harganya terangkat hingga 0,58%.

CPO kembali rontok

Harga CPO kembali melemah 0,49% ke level 2450 ringgit per ton. Harga CPO beberapa pekan terakhir terus bergerak melemah karena beberapa sentimen negatif seperti anjloknya ekspor minyak sawit Malaysia, pelemahan harga minyak kedelai dan menguatnya mata uang ringgit.


Image source: static01.nyt.com

0

Market Updates

Didukung kenaikan sepuluh sektor yang ada di bursa, IHSG berhasil menembus rekor penutupan tertinggi baru di angka 6113,65. Sentimen negatif dari merahnya bursa Asia dan turunya harga komoditas diabaikan pasar. Volume transaksi juga tercatat mencapai angka 9,78 triliun jauh lebih tinggi dari rata-rata transaksi bursa bulan ini di angka 6,9 triliun.

Sektor basic industry kembali menjadi bintang dengan kenaikan sebesar 2,94% karena cemerlangnya kinerja saham – saham semen. Sektor aneka industri menyusul dengan penguatan sebesar 2,49% karena lonjakan saham ASII. Selain kedua sektor tersebut, konstruksi, manufaktur dan trade turut menopang indeks dengan kenaikan di atas 1%.

Asing net buy di pasar reguler

Laju mantap IHSG hari ini turut didukung oleh inflow dana asing khususnya di pasar reguler yang tercatat hingga penutupan mencapai nominal 424,92 miliar. ASII menjadi top net buy asing dengan pembelian bersih sebesar 168 miliar disusul oleh TLKM (131 miliar), BBRI (62 miliar), UNVR (45 miliar) dan BBNI (40 miliar). Meski demikian, adanya transaksi penjualan jumbo di pasar nego pada saham BNBR senilai 614 miliar membuat secara keseluruhan asing mencatatkan net sell sebesar 137,10 miliar.

Bursa regional Asia memerah

Bursa Asia berbalik melemah setelah tadi pagi menghijau. Sektor finansial terutama perbankan mengalami aksi profit taking mengekor bursa Amerika setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS turun karena the Fed mempertahankan proyeksi kenaikan suku bunga sebanyak tiga kali di tahun depan.

Indeks Nikkei Jepang turun 0,28% sedangkan Shanghai Composite China dan Hang Seng, Hong Kong masing masing melemah 0,32% dan 0,16%. Indeks Kospi Korea Selatan juga berakhir melemah di zona merah dengan penurunan sebesar 0,45%.

 

Image source: gimg.kumpar.com

0

Morning Review

Sejumlah indeks Wall Street bergerak dengan kecenderungan menguat dimana Dow Jones dan Nasdaq masing – masing naik 0,33% dan 0,2% setelah Federal Reserve mengumumkan kenaikan suku bunga ketiga kalinya ke range 1,25% – 1,50% seperti yang diperkirakan. The Fed juga memperkirakan produk domestik bruto (PDB) AS tumbuh 2,5% pada 2018, naik dari perkiraan 2,1% pada bulan September. Sementara itu, laju pertumbuhan PDB diperkirakan akan mereda menjadi 2,1% pada 2019, sedikit lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 2,0%.

Meskipun demikian, sektor finansial di bursa Amerika justru bergerak di zona merah dengan penurunan sebesar 1,3% menyusul anjloknya saham perbankan karena investor mengharapkan The Fed bersikap lebih hawkish. Hal ini yang membuat indeks S&P 500 ditutup turun tipis 0,05%.

Bursa Eropa melemah

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,21% tertekan oleh sektor perbankan yang mengekor pergerakan bursa Wall Street. Selain itu bursa Italia juga turut menjadi penekan seiring anjloknya indeks  FTSE MIB sebesar 1,4% di tengah kekhawatiran tidak akan ada kemenangan mayoritas di parlemen.

Harga minyak tertekan

Harga minyak WTI ditutup melemah 0,93% ke level USD 56,71 per barel setelahd ata Energy Information Administration (EIA) menunjukkan produksi minyak AS  mencapai rekor tertinggi sebesar 9,78 juta barel per hari (bph) sedangkan jumlah cadangan bensin AS melonjak 5,7 juta barel, lebih dari dua kali lipat dibanding ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan hanya 2,5 juta barel.

Batubara mixed

Setelah rally penguatan selama lima hari beruntun, harga batubara di bursa Rotterdam akhirnya terkoreksi dimana untuk kontrak Januari 2018 harganya merosot hingga 1,05%. Namun demikian, di bursa Newcastle, harga batubara masih mampu ditutup menguat sebesar 0,50%.

CPO kembali bearish

Setelah sempat bergerak menguat, harga CPO kembali ke trend bearishnya dengan penurunan sebesar 0,36% ke level 2462 ringgit per ton yang mana merupakan merupakan level terendah sejak 28 Juni.

IHSG bergerak mixed

Pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan akan mixed dengan kecenderungan untuk melemah terbatas karena melemahnya harga komoditas dan lonjakan indeks di akhir perdagangan kemarin bisa memicu aksi profit taking pada awal pembukaan pasar pagi ini. Penopang laju indeks akan berasal dari sentimen positif dari menguatya bursa Amerika dan regional Asia yang mayoritas dibuka menguat. Secara teknikal, indeks saat ini berada di resisten 6053 namun indikator stochastic dan RSI masih menunjukkan harga berada di zona netral. Terbentuk pola bullish marubozu yang mengindikasikan penguatan lanjutan.


Image source: blog.oup.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini cukup mixed, namun lonjakan di sektor basic industry pada sesi penutupan membuat indeks ditutup naik 0,37 ke level 6054,60 yang sekaligus menjadi titik tertingginya hari ini. Sektor basic industry melompat sebesar 2,35% karena penguatan tajam pada saham CPIN, NIKL, dan SMGR. Laju indeks juga semakin mantap karena dukungan dari sektor mining dan trade yang masing – masing naik di atas 1%. Hingga penutupan, hanya tiga sektor yang bergerak melemah yaitu agri, konsumer dan aneka industri.

Asing net sell setengah triliun

Hingga penutupan pasar, outflow asing dari bursa tercatat mencapai nominal 530,75 miliar di keseluruhan pasar dimana saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah BBCA (-179 miliar), MLPL (-106 miliar), BMRI (-95 miliar) dan ASII (-94 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy yaitu INDF (63 miliar), INDY (58 miliar), BBNI 45 miliar) dan KPIG 30 miliar).

Bursa Asia mayoritas menguat

Pergerakan sejumlah indeks di regional Asia berakhir di zona hijau, mengekor pergerakan bursa Wall Street semalam yang mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Kenaikan harga komoditas minyak dan batubara juga turut menopang pergerakan bursa – bursa Asia.

Indeks ASX Australia ditutup naik 0,14% karena lonjakan pada saham Westfield sebesar 14,41%  setelah menerima tawaran pengambilalihan senilai US$ 15,7 miliar. Indeks Shanghai Composite yang melemah di awal perdagangan, akhirnya ditutup menguat 0,68% sedangkan Hang Seng, Hong Kong juga melompat hingga 1,43%.

Dari Korea Selatan, indeks Kospi mendapatkan sentimen positif dari prosesi kunjungan presiden Moon Jae-in  ke China selama empat hari yang dipercaya pasar akan membawa agenda pembahasan mengenai senjata nuklir Korea Utara dan sistem pertahanan rudal THAAD di Seoul.

Meski demikian, bursa Jepang bergerak di zona merah dan ditutup melemah 0,47% karena penguatan mata uang yen terhadap dollar yang memberi sentimen negatif bagi negara eksportir tersebut. Siang tadi nilai tukar yen terpantau menguat 0,18% atau 0,20 poin ke posisi 113,34 per dolar AS.

 

Image source: navalforce.files.wordpress.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan menguat terbatas terdampak oleh sentimen positif dari kenaikan bursa Amerika dan Eropa serta rebound di harga komoditas seperti batubara dan CPO. Harga minyak yang kemarin tergelincir juga pagi ini mulai menunjukkan tanda – tanda penguatan. Secara teknikal pergerakan indeks masih sideways di area middle bollinger band, namun terbentuk pola hanging man yang mengindikasikan uptrend jangka pendek yang terjadi saat ini, akan berbalik arah. Bursa regional Asia pagi ini juga tidak memberikan sentimen yang berarti karena pergerakan yang mixed dimana indeks Nikkei 225 dan STI Singapura melemah namun Kospi dan ASX 200 Australia terpantau menguat.

Dow Jones dan S&P 500 perbarui rekor

Sejumlah indeks utama Wall Street bergerak menghiaju dimana Dow Jones dan S&P 500 menguat 0,49% dan 0,15% yang sekaligus memperbarui rekor penutupan tertingginya. Saat ini dow Jones berada di level 24.504,80 sedangkan S&P 500 di 2.664,11. Optimisme reformasi pajak dan antisipasi terhadap pertemuan dua hari The Federal Reserves memacu aksi beli investor.

Bursa Eropa tersenyum

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,66%, dengan saham Gemalto, perusahaan jasa keamanan digital yang berbasis di Belanda, melonjak 34,6% menyusul penawaran senilai 4,3 miliar euro dari konsultan teknologi asal Prancis, Atos. Penguatan indeks juga didukung oleh kenaikan saham – saham energi yang mendapat berkah dari kenaikan harga minya, batubara dan gas alam

Harga minyak jatuh

Setelah menguat selama beberapa sesi beruntun, akhirnya harga minyak berbalik melemah. Harga minyak WTI turun 1,31% ke level USD 57,24 per barel terdampak aksi profit taking. Namun, pelemahan tersebut diperkirakan tidak akan berlangsung lama karena para analis percaya stok minyak akan turun sebesar 3,8 juta barel pada rilis data API pekan ini.

Batubara perkasa

Batubara menguat tiga hari berturut – turut dimana di bursa Newcastle untuk kontrak Januari 2018 melonjak hingga 1,41% sedangkan di Rotterdam, harganya menguat 0,79%. Sentimen batubara masih terkait dengan peningkatan permintaan China untuk menghadapi musim dingin.

CPO rebound

Harga CPO mengalami teknikal rebound setelah pasar merasa bahwa harga sudah terlalu murah. Namun secara keseluruhan trend penurunan masih belum usai karena pengaruh penurunan permintaan. Kemarin harga CPO di bursa Malaysia ditutup menguat 0,57% ke level 2471 ringgit per ton.


Image source: http://media.beam.usnews.com

0

Market Updates

Berbanding terbalik dengan kemarin, kali ini sektor mining menjadi bintang dan berhasil membuat IHSG terparkir di zona hijau bahkan ketika mayoritas bursa regional Asia bergerak melemah. Sektor mining melonjak hingga 2,20 % dimana saham BUMI melambung hingga 11% disusul oleh ELSA yang naik 8,4% serta ADRO yang melompat sebanyak 5,8%. Selain mining, sektor basic industry turut menopang pergerakan indeks dengan kenaikan sebesar 1,74% karena positifnya pergerakan saham SMGR, BRPT dan CPIN.

Asing net sell 666 miliar

Hingga penutupan pasar, net sell asing tercatat sebesar 666,44 miliar di keseluruhan pasar yang didominasi oleh penjualan TELE di pasar nego senilai 209 miliar. Adapun di pasar reguler, saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah BMRI (-91 miliar), ASII (-81 miliar), BBCA (-74 miliar) dan BBTN (-70 miliar). Sedangkan saham yang menjadi top net buy yaitu BBRI (92 miliar), TLKM (40 miliar), BBNI (32 miliar) dan ADRO (29 miliar).

Bursa Asia kompak melemah

Pergerakan mayoritas indeks di bursa Asia berada di zona merah disebabkan aksi wait and see investor mengantisipasi pertemuan the FED pada pekan ini yang kemungkinan akan menaikkan suku bunga acuan dan  membahas mengenai berbagai kebijakan yang akan diterapkan pada tahun 2018. Data tenaga kerja AS Jumat lalu kemungkinan besar akan menjadi katalis bagi dinaikkanya suku bunga acuan AS.

Indeks Nikkei Jepang tergelincir 0,32% tertekan oleh penurunan di saham produsen elektronik. Dari Korea Selatan, indeks Kospi merosot 0,42% seiring melemahnya mata uang won. Indeks STI Singapura juga terpantau melemah tipis 0,05%. Yang terparah adalah penurunan di bursa China dimana indeks Shanghasi Composite anjlok hingga 1,25% sedangkan Hang Seng terkapar 0,49%.

Meski demikian, indeks ASX 200 Australia ditutup naik 0,25% menyusul penguatan di saham – saham energi terutama batubara yang mendapat sentimen positif dari China. Seperti diketahui, pemerintah China baru – baru ini meningkatkan impor batubara dan menggunakan lebih banyak bahan bakar untuk pembangkit dan pemanas listrik karena efek dari musim dingin.


Image source: walldevil.com

0

Morning Review

Senin kemarin terjadi ledakan sebuah ‘bom pipa’ yang mengguncang Otoritas Pelabuhan New York, Amerika Serikat, dimana seorang meledakkan sebuah bom yang diikatkan ke dadanya dan melukai dirinya sendiri serta tiga orang lainnya. Kepolisian New York mengidentifikasi tersangka sebagai Akayed Ullah, 27 tahun, yang saat ini dirawat karena luka bakar di rumah sakit terdekat dan ada dalam tahanan polisi.

Setelah kejadian ini, indeks Dow Jones dan S&P 500 terpantau bergerak datar karena investor mencermati dampak lebih lanjut dari kejadian tersebut, meski kemudian kedua indeks tersebut melanjutkan kenaikanya karena terdorong oleh sektor teknologi dan energi akibat kenaikan harga minyak serta optimisme investor perihal suku bunga AS akhir pekan ini. Indeks Dow Jones ditutup menguat  0,23% sedangkan indeks S & P 500 dan Nasdaq masing – masing naik sebesar 0,32% dan 0,51%.

Bursa Eropa melemah

Berkebalikan dengan bursa Amerika, indeks Stoxx Europe 600 justru ditutup melemah 0,05% tertekan sektor teknologi dan penguatan mata uang euro yang menguat hingga 0,3% terhadap dollar AS dan berpotensi menurunkan laba emiten eksportir.

IHSG bergerak sideways

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed didorong oleh sentimen penguatan bursa Amerika dan harga komoditas seperti minyak dan batubara. Secara teknikal indeks masih dalam tekanan jual setelah kemarin ditutup di bawah garis middle bollinger band. Stochastic juga terindikasi membentuk dead cross meski di area netral. Bursa regional Asia yang umumnya bisa digunakan sebagai acuan juga terpantau mixed dimana Nikkei dan Hang Seng menguat namun Shanghai Composite dan Kospi terpantau bergerak turun.

Minyak mentah membara

Setelah melemah di awal perdagangan, harga minyak kembali melonjak hingga 1,12% ke level USD 58 per barel setelah tersiar kabar bahwa operator Ineos, pabrik terbesar dunia untuk produk minyak dan kimia, mengatakan bahwa sistem pipa Forties, salah satu saluran minyak terpenting harus dihentikan sepenuhnya karena ditemukan kerusakan.

Batu bara cerah

Harga batubara memperpanjang penguatanya setelah pemerintah China meningkatkan impor dan menggunakan lebih banyak bahan bakar untuk pembangkit dan pemanas listrik di tengah dinginnya cuaca. Di bursa Newcastle untuk kontrak Januari 2018 harga batubara naik 0,88% sedangkan di Rotterdam melonjak hingga 1,14%.

CPO terus terpuruk

Rentetan penurunan harga CPO masih belum terhenti setelah kemarin di bursa malaysia harganya kembali anjlok 0,81% ke level 2457 ringgit per ton. Hal ini diperparah oleh harga minyak kedelai sebagai komoditas substitusi yang turut tergelincir sebesar 0,53%.

 

Image source: officer.com

0

Market Updates

Sempat bergerak mantap di awal perdagangan dan mencapai level tertinggi di 6052,51, IHSG perlahan turun dan ditutup turun tipis 4,33 poin atau 0,07% ke level 6026,63 seiring tekanan dari sektor mining yang anjlok hingga -1,89%. Pelemahan sektor mining terkait dengan harga minyak bumi yang tadi pagi terkoreksi serta profit taking di komoditas batubara. Selain mining, basic industry dan trade juga turut menekan indeks dengan pelemahan sebesar – 0,91% dan -0,77%.

Asing net sell 300 M

Di tengah volume transaksi bursa yang cukup rendah, yakni senilai 5,8 triliun yang mana di bawah rata –rata bulan ini di angka 6,95 triliun, asing mencatatkan net sell sebesar 300,45 miliar di keseluruhan pasar yang didominasi oleh penjualan di saham LPKR (-97 miliar), KPIG (-68 miliar), UNTR (-56 miliar) dan TLKM (-43 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan net buy di antaranya adalah BBNI (54 miliar), BBRI (31 miliar), BSIM (25 miliar) dan INDY (20 miliar).

Bursa Asia Bullish

Hingga penutupan sore ini sejumlah indeks utama bursa Asia bergerak menghijau ditenagai sentimen dari bursa Wall Street pasca rilis data tenaga kerja Amerika yang menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi dari perkiraan pasar. Selain itu, optimisme investor juga terdorong oleh keputusan pemerintah AS untuk menghindari terjadinya shutdown dan perundingan terkait perundang-undangan reformasi pajak juga menunjukkan kemajuan positif.

Pertumbuhan data tenaga kerja tersebut juga membuka kemungkinan the FED untuk menaikkan suku bunga di bulan ini dan membuat mata uang dollar semakin menanjak. Bursa Jepang yang mayoritas emitenya berorientasi ekspor diuntungkan dengan penguatan dollar ini sehingga indeks Nikkei 225 menguat hingga 0,56%.

Selain Nikkei, indeks Hang Seng Hong Kong dan Shanghai Composite China melonjak di kisaran 1%. Adapun STI Singapura dan ASX 200 Australia masing – masing menguat 1,04% dan 0,07%. Kemudian, dari Korea Selatan, indeks Kospi turut naik sebesar 0,30%.


Image source: rloky.com

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 3NO NEW POSTS