The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Hari ini merupakan hari perdagangan terakhir di tahun 2017 yang ditutup dengan mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Konsisten di zona hijau dengan rentang antara 6321 – 6355, IHSG ditutup naik 0,66% ke level 6355,65. Dari sepuluh sektor di bursa hanya sektor trade dan mining yang melemah sedangkan sisanya menguat dengan pendorong terbesar pada sektor aneka industri (+2,77%), infrastructure (+1,31%) dan construction (+1,13%). Nilai transaksi yang terjadi hari ini sangat besar mencapai 28,38 triliun jauh di atas rata –rata harian di angka 8,5 triliun.

Asing catatkan net buy

Pencapaian rekor IHSG turut didukung oleh net buy asing yang hari ini mencapai 336,89 miliar di seluruh pasar dan 473,28 miliar di pasar reguler. TLKM menjadi saham dengan pembelian bersih asing terbesar, yakni 241,2 miliar. SMGR mencetak pembelian bersih asing Rp 61,3 miliar, dan UNTR 48,5 miliar. Adapun net sell asing terbesar ada pada saham BBNI senilai -170 miliar, HITS -112 miliar dan BCAP -70 miliar.

Sepanjang 2017

Pada awal perdagangan di Januari 2017 lalu, IHSG dibuka di level 5.290,39. Ini berarti sepanjang tahun 2017 IHSG berhasil naik sebanyak 20,14%. Nilai transaksi yang tercatat di bursa Efek cukup tinggi senilai 1.804 triliun. Meski naik banyak di tahun ini, asing terpantau mencatatkan net sell sebesar 39,27 triliun di keseluruhan pasar yang didominasi oleh penjualan bersih di saham SMMA (-10,28 triliun), TLKM (-8,15 triliun) dan ASII (-7,32 triliun).

Bursa Asia Mixed

Di penghujung tahun 2017, bursa regional Asia bergerak mixed dimana sentimen positif dari menguatnya bursa Amerika dan harga – harga komoditas diimbangi oleh profit taking di saham perbankan dan lesunya bursa menjelang libur panjang.

Indeks Nikkei Jepang turun tipis 0,08% karena tipisnya volume perdagangan dimana hanya mencapai 43% di bawah rata-rata perdagangan 30 hari terakhir. Investor menunda mengambil posisi karena resiko libur panjang di akhir tahun. Sementara itu, indeks ASX Australia juga ditutup melemah 0,38% tertekan oleh anjloknya sektor finansial terutama saham – saham perbankan.

Dari daratan China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng, Hong Kong serempak menguat masing – masing sebesar 0,33% dan 0,19%, disusul oleh STI Singapura yang naik 0,20%. Adapun bursa Korea Selatan, hari ini sudah libur dan akan dibuka lagi setelah tahun baru.


Image source: cdn.pixabay.com

0

Morning Review

Pergerakan market hari ini mendapat beberapa sentimen positif dari bursa Amerika yang masih bullish dan harga minyak serta batubara yang menguat. IHSG masih berpeluang untuk naik namun terbatas karena sudah memasuki area jenuh beli. Selain itu pergerakan bursa Asia yang meskipun mayoritas di zona hijau, namun mulai turun dari harga pembukaanya tadi pagi. Rentang pergerakan indeks ada di kisaran 6290 – 6350.

Dow Jones kembali mendaki

Bursa saham Amerika bergerak menghijau ditopang oleh saham teknologi seperti Apple, Facebook dan IBM. Indeks Dow Jones memimpin penguatan sebesar 0,26% disusul oleh Nasdaq dan S&P 500 yang masing – masing menguat 0,16% dan 0,18%.

Bursa Eropa melemah

Indeks Stoxx Europe ditutup melemah 0,26% atau 1 poin ke posisi 389,54 karena minimnya  katalis penggerak penggerak bursa. Sektor teknologi menjadi penekan utama dengan penurunan sebesar 0,8% karena kekhawatiran akan menurunya permintaan chip untuk ponsel.

Minyak menguat

Harga minyak berhasil menguat 0,54% di level USD 59,89 per barel meskipun transaksi mulai sepi menjelang libur akhir tahun. Investor berfokus pada kenaikan demand dari China dan mulai beralih dari isu gangguan suplai minyak di Libya.

Batubara naik

Setelah bergerak stagnan seusai libur natal, harga batubara kembali menanjak di kedua bursa utama dunia. Di Rotterdam untuk kontrak pengiriman bulan Januari, harganya menguat 0,58% ke level USD 95,45 per metrik ton  sedangkan di Newcastle naik 0,40% dan bertengger di level USD 100,30 per metrik ton

CPO tergelincir

Harga CPO berakhir melemah 0,79% namun masih berada di atas level 2500 ringgit per ton. Penurunan CPO terseret oleh anjloknya harga minyak kedelai sebagai komoditas substitusi sebesar 1,68%.


Image source: cdn.pixabay.com

0

Market Updates

Didukung penguatan tujuh sektor, IHSG kembali memperbarui rekor penutupan tertinggi dengan kenaikan 0,59% ke level 6314,05. Pelemahan di sektor mining dan aneka industri mampu ditutupi oleh penguatan tajam di sektor basic industry, infrastruktur dan finance yang naik lebih dari 1%. Nilai transaksi yang terjadi di bursa juga cukup besar mencapai 12,03 triliun yang mana jauh lebih besar dari rata – rata harian bulan ini di angka 8,51 triliun.

Asing net buy di pasar reguler

Meski di keseluruhan pasar asing masih tercatat keluar sebanyak 579,11 miliar, di pasar reguler yang berpengaruh langsung ke harga saham, asing membukukan net buy sebesar 246 miliar. BMRI menjadi top net buy dengan pembelian bersih sebesar 710 miliar disusul oleh BBRI (76 miliar), ASII (75 miliar) dan BBCA (65 miliar) yang mengimbangi penjualan di saham BBNI yang mencapai -889 miliar.

Bursa Asia menghijau

Bursa Asia menghijau dimana indeks MSCI Asia Pacific naik 0,8% ke 570,2 yang mana merupakan level tertinggi sejak November 2007. Penguatan indeks didorong oleh optimisme pertumbuhan ekonomi tahun depan dan lonjakan harga logam – logam industri.

Indeks ASX 200 Australia ditutup naik 0,30% karena menguatnya saham – saham produsen emas, kemudian dari daratan China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing melonjak 0,63% dan 0,94%. Adapun Kospi, Korea Selatan mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 1,26% karena lompatan tajam pada saham Samsung.

Berkebalikan dengan mayoritas bursa Asia, indeks Nikkei 225 ditutup turun 0,56% tertekan oleh penurunan saham – saham elektronik karena menguatnya mata uang yen. Selain itu, volume perdagangan yang kecil, hanya mencapai 38% dari rata-rata harian membuat pasar bergerak lesu.


Image source: i.pinimg.com

0

Market Updates

Sempat bergerak melemah ke level 6214, tekanan beli yang kuat dari pasar mampu membawa IHSG kembali melaju di zona positif sekaligus mencetak rekor penutupan tertinggi selama tiga hari berturut – turut di level 6277,16 atau naik 0,90%. Pergerakan indeks ditunjang oleh kinerja positif sembilan dari sepuluh sektor dimana basic industry memimpin dengan penguatan sebesar 1,81% disusul oleh finance 1,77% dan agri 1,37%. Satu – satunya sektor yang melemah hanyalah miscellaneous industry sebesar 0,55% akibat merosotnya harga saham ASII.

Asing catatkan net buy

Penguatan IHSG juga turut didukung oleh aliran masuk dana asing yang hingga penutupan mencapai 386,04 miliar di keseluruhan pasar. BBRI, BMRI dan ADRO menjadi top net buy asing di pasar reguler sedangkan di pasar nego yang menjadi top net buy adalah IIKP, POOL dan SMRU. Sejak pekan lalu asing terpantau mulai rajin mencatatkan net buy seiring aksi windows dressing IHSG di akhir tahun.

Bursa Asia menguat

Sejumlah indeks utama di bursa Asia bergerak menghijau didorong oleh kenaikan di sektor energi terimbas melonjaknya harga minyak pasca ledakan pada pipa minyak di terminal ekspor terbesar Libya.

Indeks Nikkei Jepang naik 0,07% disusul oleh Hang Seng Hong Kong yang naik 0,18%. Indeks Kospi Korea yang pagi tadi sempat minus, juga berbalik menghijau setelah pemerintah Korsel mengatakan dalam pandangan tahunannya bahwa pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat 3,2% pada 2017, lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar 3%.

Namun demikian, indeks Shanghai Composite China justru anjlok hingga 0,92% setelah laba perusahaan industri hanya naik 14,9 persen pada November 2017 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, padahal kenaikan laba pada Oktober mencapai 25,1 persen.


Image source: media.cntraveller.in

0

Morning Review

Setelah mencetak rekor penutupan tertinggi selama dua hari beruntun, IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak datar cenderung mixed dengan rentang yang sempit. Volume perdagangan yang tipis menjelang libur akhir tahun akan membuat pasar bergerak lesu. Secara teknikal, stochastic membentuk pola dead cross di area overbought sedangkan harga juga sudah mendekati garis fibonacci yang menjadi resisten di level 6229. Namun demikian, candlestick membentuk pola bullish marubozu yang mengindikasikan bahwa tekanan beli masih kuat sehingga potensi penurunan akan terbatas.

Bursa Amerika tergelincir

Sejumlah indeks Wall Street bergerak memerah seiring tipisnya volume perdagangan yang membuat pasar bergerak lesu. Sektor teknologi menjadi penekan setelah data penjualan Iphone X dinilai mengecewakan. Dow jones turun tipis 0,03% disusul oleh S&P 500 yang melemah 0,11% dan Nasdaq menjadi yang paling dalam dengan penurunan sebesar 0,34%.

Bursa Asia mixed

Sejumlah bursa utama Asia bergerak mixed pagi ini dimana sentimen negatif dari bursa Wall Street diimbangi oleh penguatan saham – saham energi yang melaju setelah harga minyak dunia menyentuh posisi tertingginya dalam dua tahun terakhir pada Selasa (26/12) kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang naik tipis 0,06%, Hang Seng menguat 0,33% dan STI Singapura naik 0,19%. Adapun Shanghai Composite China dan Kospi terpantau melemah 0,10% dan 0,40%.

Batubara Stagnan

Harga batubara tidak banyak bergerak di hari perdagangan pertama setelah natal. Pada perdagangan Selasa tadi malam, harga batu bara untuk kontrak Januari 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup turn tipis 0,05% dan cenderung stagnan di US$94,90/metrik ton.

Minyak bullish

Harga minyak WTI kembali melaju 0,28% ke level USD 59,97 per barel yang mana merupakan level tertinggi sejak Juni 2015 setelah sebuah pipa yang dioperasikan oleh Waha Oil yang membawa minyak mentah ke terminal ekspor terbesar Libya meledak pada hari Selasa, menjatuhkan output negara tersebut sebesar 70.000-100.000 barel per hari.

CPO masih tertekan

Harga minyak sawit mentah (CPO) sepanjang tahun ini tercatat melemah 13,92%. Faktor cuaca yang menghambat produksi dan naiknya produksi kedelai menjadi sentimen negatif. Kenaikan pajak impor dari India serta kampanye anti deforestrasi di Eropa juga turut membebani laju CPO.


Image source: kanalaceh.com

0

Stock Update

PT Campina Ice Cream Industry Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada hari Selasa kemarin dan harga sahamnya dalam waktu singkat naik hingga Auto Reject Atas (ARA) dengan lonjakan sebesar 49,47% dari harga pelaksanaan IPO di angka Rp 330 per saham. Hari inipun emiten berkode CAMP ini masih terpantau naik 23,48% hingga akhir sesi I. Untuk melihat profil dan prospek saham ini secara fundamental, berikut ulasanya:

Profil singkat

Perusahaan Es krim Campina didirikan oleh Bapak Darmo Hadipranoto berserta istrinya pada tanggal 22 juli 1972 di kota Surabaya yang dulunya hanya berada di garasi rumah. Perkembangan pesat Campina dimulai setelah kunjungan Gubernur Jawa Timur, Bapak H.M.Noer ke pabrik Campina pada tahun 1973 sehingga es krim ini semakin populer dan dikenal luas.

Pada tahun 1994 keluarga Sabana Prawirawidjaja (PT Ultrajaya Milk Industry) berpartisipasi dalam kepemilikan saham sehingga nama perusahaan berubah menjadi PT Campina Ice Cream Industry. Demi meningkatkan varian produk, pada tahun 1984, Campina memindahkan lokasi pabriknya ke Rungkut, Surabaya yang sampai saat ini masih digunakan.

Pangsa pasar Ice Cream di Indonesia

Meski sudah cukup populer, konsumsi es krim di Indonesia masih belum sebanyak negara – negara Asia lainya. Di Indonesia konsumsi es krim tercatat hanya 0,6 liter per kapita/tahun, tertinggal dari Filipina dan Malaysia di angka 2 – 3 liter per tahun. Apalagi dibandingkan dengan Singapura sebesar 5,5 liter per tahun.

Masih kecilnya konsumsi di Indonesia bisa dilihat sebagai tantangan dan peluang, peluang karena ini berarti potensi pasar di Indonesia masih terbuka lebar sedangkan tantangan yaitu belum meratanya pemasaran es krim. Kendala utama yang biasa ditemui adalah keengganan penjual – penjual kecil untuk memasang pendingin yang boros daya listrik.

Analisa prospek perusahaan ke depan

Berdasarkan pengumuman di BEI produsen es krim ini melepas 15,04% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh atau setara dengan 885 juta saham. Campina diperkirakan akan meraup dana segar sebesar Rp 292,05 miliar. CAMP masuk dalam sektor consumer good industry dan sub sektor food and beverages.

Yang menjadi perhatian utama adalah dana tersebut sebagian besar akan digunakan Campina untuk melunasi pokok utang kepada Swiss Life Insurance Singapura senilai Rp 260 miliar. Sisanya, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk peningkatan modal kerja CAMP. Kemudian ditinjau dari perolehan laba usaha CAMP pada semester I/2017 tercatat sebesar Rp34,7 miliar, turun 30% dibandingkan dengan Rp49,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu meskipun penjualan meningkat 10,6%.

Aset perusahaan pada Juni 2017 tercatat mencapai 1,09 triliun namun hampir separuhnya, yaitu 527 miliar berupa liabilitas. Meski penjualan mencapai 481 miliar, pendapatan bersih CAMP hanya senilai 10 miliar dengan net profit margin di kisaran 2,08% Dan ROA 1,83%. Jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan perusahaan dengan aset sejenis seperti STTP , ULTJ dan ROTI.

Emiten

Asset

NPM

ROA

DER

PBV

CAMP

1,09 triliun

2,08%

1,83%

0,93

6.35

STTP

2,31 Triliun

7,95%

9,57%

0,73

3.83

ULTJ

4,92 triliun

17,92%

17,38%

0,18

3.46

ROTI

2,97 triliun

5,33%

4,37%

1,03

4.31

 

Kesimpulan

Secara teknikal, saham ini belum bisa dilakukan analisis karena masih terbatasnya data candle harian. Namun secara fundamental dengan melihat data laporan keuangan, saham ini belum layak untuk dijadikan investasi karena harganya yang lebih mahal dari emiten sejenis (dilihat dari PBV) dan kinerjanya yang masih tertinggal.


image source: pbs.twimg.com

0

Morning Review

Meski tanpa dukungan dari partai Demokrat, DPR Amerika berhasil meloloskan RUU Reformasi Pajak, sesuai yang diinginkan oleh presiden Trump dan kubu Republik. Kubu demokrat menyatakan paket reformasi pajak ini hanya menguntungkan korporasi dan kaum berada serta melambungkan defisit anggaran Amerika. Pengambilan suara selanjutnya akan dilangsungkan Senat AS. Partai Republik pun yakin bahwa rancangan undang-undang tersebut dapat diteken menjadi undang-undang pada akhir pekan ini.

Bursa Amerika melemah

Lolosnya RUU reformasi pajak tidak ditanggapi baik oleh pasar karena sudah diantisipasi sebelumnya. Alhasil, indeks Dow Jones berakhir turun 0,15% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing anjlok 0,32% dan 0,44%. Saham-saham di sektor teknologi menjadi salah satu pemicu pelemahan indeks yang dipimpin oleh saham Apple yang melemah 1,1%

Bursa Eropa lesu

Bursa Eropa berbalik arah setelah di awal sesi naik 0,2% terkait ekspektasi bahwa RUU perpajakan AS akan disetujui. Namun menjelang pertengahan, tekanan pada pasar obligasi dimana imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun Jerman mencapai level tertinggi tiga pekan menyeret indeks Stoxx Europe 600 berakhir melemah 0,4%.

Bursa Asia mixed

Pergerakan sejumlah indeks regional Asia mixed namun cenderung melemah mengekor pergerakan bursa Wall Street. Indeks STI Singapura turun 0,12% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing turun 0,14% dan 0,23%. Namun bursa Jepang dan Korea cukup positif dimana Nikkei naik 0,1% sedangkan Kospi menguat 0,17%.

IHSG berpotensi terkoreksi

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak melemah karena harga yang secara teknikal sudah cukup tinggi dimana indikator stochastic dan RSI berada di area overbought. Pergerakan bursa global yang melemah juga berpotensi menyeret indeks ke zona merah. Harga komoditas juga kurang mampu menopang karena batubara dan CPO bergerak melemah walaupun minyak menunjukkan tanda – tanda penguatan.

Minyak mentah menguat

Harga minyak WTI menguat 0,30% ke level USD 57,46 per barel setelah American Petroleum Institute (API) dikabarkan melaporkan penurunan persediaan minyak dalam negeri sebesar 5,2 juta barel pekan lalu. Angka tersebut melampaui perkiraan penurunan sebesar 3,15 juta barel dalam survei Bloomberg.

Batubara akhiri rally

Harga batu bara kontrak Januari 2018 di bursa Rotterdam, ditutup melemah 0,94% atau 0,90 poin di US$94,90/metrik ton. Pelemahan harga batu bara kontrak Januari 2018 pada perdagangan kemarin mengakhiri reli yang mampu dibukukan tiga hari berturut-turut sebelumnya.

 

Image source: upload.wikimedia.org

0

Market Updates

Mendapat sentimen positif dari pergerakan bursa global dan harga komoditas, laju IHSG tidak terbendung walaupun sempat mengalami proft taking di awal perdagangan. Indeks bergerak dengan range 6110 – 6176 dan ditutup di level 6167,67 atau naik sebesar 33,71 poin (0,55%).  Sektor mining menjadi pendorong utama dengan kenaikan sebesar 1,97% karena lonjakan harga PTBA dan penguatan saham batubara lainya. Selain mining, sektor consumer goods dan trade juga mencatatkan kenaikan yang signifikan. Adapun sektor yang paling mengalami penurunan adalah infrastruktur dengan pelemahan 0,71%, dan industri dasar turun 0,5%.

Asing catatkan net buy

Hari ini asing mencatatkan net buy sebesar 146,05 miliar di keseluruhan pasar yang didominasi oleh transaksi pembelian di pasar nego pada saham KPIG (500 miliar), TAMU (149 miliar) dan TELE (140 miliar). Adapun di pasar reguler, asing masih melanjutkan outflownya meski tidak terlalu besar yaitu senilai -89,78 miliar karena penjualan di saham TLKM (-120 miliar), JSMR (-38 miliar), BMRI (-36 miliar) dan LPKR (-32 miliar).

Bursa Asia cenderung menguat

Pergerakan bursa Asia hari ini ditenagai oleh optimisme di bursa Wall Street dimana ketiga indeks utamanya kembali memecahkan rekor penutupan tertinggi. Pergerakan harga komoditas batubara dan logam industri yang menguat juga menjadi faktor penggerak.

Di Sydney, indeks S&P/ASX 200 naik 0,54% setelah saham pertambangan menguat mengikuti laju harga logam dasar dan bijih besi pada sesi sebelumnya. Dari China, indeks Shanghai Composite naik 0,88% karena langkah nyata yang dilakukan beberapa perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban hutang. Indeks Hang seng, Hong Kong juga turut bergerak menguat 0,59%.

Namun demikian, indeks Nikkei Jepang dan Kospi Korea harus terkapar di zona merah dengan pelemahan tipis 0,15% dan 0,13%. Bursa Jepang terbebani oleh kenaikan yen terhadap dollar  di hari kedua. Adapun pelemahan di bursa Korea lebih disebabkan oleh aksi profit taking setelah pagi tadi bergerak di zona hijau.

 

Image source: socialentrepreneurs.ie

0

Morning Review

Pergerakan IHSG ini hari ini banyak terdorong oleh sentimen dari luar negeri seperti penguatan bursa Amerika, lonjakan pada indeks saham di Eropa serta menghijaunya sejumlah indeks utama di regional Asia seperti Nikkei 225, STI Singapura, Shanghai dan Hang Seng serta ASX 200 Australia. Harga komoditas seperti batubara, logam industri dan bahkan CPO juga terpanta menguat. Yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan adanya koreksi teknikal dan aksi profit taking pada IHSG karena harganya yang sudah masuk ke area overbought (jenuh beli).

Bursa Amerika cetak rekor lagi

Tiga indeks acuan utama Wall Street berhasil mencetak rekor penutupan tertinggi dimana Dow Jones berakhir menguat 0,57% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing – masing menguat 0,84% dan 0,54%. Optimisme pasar mencuat setelah munculnya kabar bahwa Kongres AS akan memulai voting terkait UU reformasi pajak pada hari Selasa (19/12) waktu setempat, agar dapat segera ditandatangani oleh Presiden Donald Trump menjadi undang-undang pada akhir pekan ini.

Bursa Eropa melonjak tajam

Bergairahnya bursa Wall Street menjadi sentimen positif bagi Eropa karena penurunan pajak perusahaan akan menguntungkan perekonomian global. Indeks Euro Stoxx 50 terangkat hingga 1,42% karena lonjakan pada indeks DAX Jerman sebesar 1,59% sedangkan FTSE 100 dan CAC 40 Perancis masing – masing menguat sebesar 0,62% dan 1,33%.

Harga minyak stagnan

Rally minyak WTI terhenti dan ditutup melemah tipis 0,02% di level USD 57,29 per barel setelah para pekerja manajerial di Nigeria, negara penghasil minyak mentah terbesar kedua di Afrika, menghentikan aksi pemogokan mereka dan setuju untuk membuka kembali diskusi bulan depan.

Batubara masih kuat

Reli harga batu bara masih berlanjut pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut dimana kontrak Januari 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 0,58% atau 0,55 poin di US$95,80/metrik ton.

CPO rebound

Meski masih dalam trend negatif, harga Cpo berhasil rebound di hari kedua dengan mencatatkan penguatan 0,48% ke level 2527 ringgit per ton menyusul antisipasi investor akan peningkatan impor yang akan dimulai pada akhir Desember ini dan di awal Januari terkait tahun baru China.


Image source: lifespanseminar.com

0

Market Updates

Meski mencetak rekor penutupan tertinggi baru untuk yang ketiga kalinya secara berturut – turut, pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona merah dan bahkan sempat menyentuh level terendah di 6080,15. Namun rebound sektor consumer menjelang penutupan pasar membuat indeks terangkat 0,24% ke level 6133,96 yang sekaligus menjadi titik tertingginya. Saham  GGRM, HMSP dan ICBP naik di atas 2% sedangkan UNVR menguat 1,6%.

Selain consumer, tiga sektor lain juga turut menopang IHSG yaitu agri (+0,18%) yang mendapat sentimen positif dari pemotongan pajak CPO Malaysia, kemudian finance (+0,31%) dimana saham perbankan naik mengekor pergerakan bursa Asia dan terakhir manufacture sebesar +0,58%.

Asing net sell 210 miliar

Outflow asing dari bursa hari ini tidak terlampau besar hanya senilai 210,39 miliar karena tertolong transaksi pembelian saham TAMU di pasar negoisasi  senilai 169,71 miliar. Adapun di pasar reguler, net sell asing tercatat membengkak hingga 394 miliar dengan penekan terbesar pada saham ASII (-104 miliar), BUMI (-72 miliar), BBRI (-69 miliar), UNTR (-50 miliar) dan BBNI (-42 miliar).

Bursa Asia mixed

Bursa regional Asia hari ini bergerak mixed dengan kecenderungan menguat karena dampak positif dari optimisme investor akan perkembangan reformasi pajak Amerika. Pemangkasan pajak perusahaan dari 35% menjadi 21% diyakini akan mendongkrak laba perusahaan sehingga mendorong aksi buyback saham, serta pemberian dividen lebih tinggi yang tentunya akan menguntungkan para pemegang saham.

Indeks Nikkei Jepang memimpin laju bullish bursa Asia dengan lonjakan sebesar 1,63% disusul oleh indeks ASX Australia yang naik 0,70%. Adapun kedua indeks dari daratan China yaitu Shanghai Composite dan Hang Seng, Hong Kong masing masing menguat 0,05% dan 0,85%.

Meski demikian indeks Kospi Korea terpaksa ditutup turun tipis 0,01% meskipun tadi pagi sempat menguat hingga 0,27% karena adanya aksi profit taking di saham – saham otomotif dan farmasi. Selain Kospi, STI Singapura juga terpantau melemah 0,18%.


Image source: http://gtgtechnologygroup.com

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 3NO NEW POSTS