Morning Review

Bursa luar negeri bergairah, IHSG berpeluang lanjutkan kenaikan

Pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan akan mixed dengan kecenderungan untuk menguat terbatas ditenagai oleh sentimen positif dari menguatnya bursa Amerika, Eropa dan regional Asia pagi ini. Pergerakan harga komoditas batubara dan logam industri yang turut naik juga akan mendukung laju kenaikan indeks. Namun investor perlu mewaspadai turun-nya harga minyak mentah dan CPO yang berpotensi menggerus kinerja saham – saham terkait.Secara teknikal Stochastic dan RSI sudah mendekati zona jenuh beli. Resisten IHSG ada di area middle bollinger band di kisaran 6035.

Dow Jones cetak rekor lagi

Indeks Dow Jones mencapai rekor penutupan tertinggi setelah naik 0,24%, namun indeks S&P 500 dan Nasdaq melemah -0,11% dan -1,05%. Saham – saham perbankan melonjak lebih dari 2% setelah Senat AS yang didominasi Partai Republik menyetujui RUU pajak pada Sabtu pekan lalu, sedangkan sektor teknologi melemah karena investor menyesuaikan kembali portofolio mereka dengan harapan mendapatkan keuntungan dari pemotongan pajak perusahaan.

Bursa Eropa menguat

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,91% terdampak oleh penguatan dari bursa Amerika terkait lolosnya RUU reformasi pajak. Saham perbankan menjadi pendorong utama kenaikan indeks dimana saham Saham Allianz, BNP Paribas dan Santander menguat di kisaran 1,3% hingga 1,9%.

Minyak mentah terkoreksi

Harga minyak WTI terjun 1,58% ke level USD 57,44 per barel karena kekhawatiran bahwa kesepakatan OPEC untuk memperpanjang pengurangan produksi dapat meningkatkan aktivitas pengeboran AS. Seperti diketahui, jumlah rig minyak AS sudah berada pada level tertinggi sejak September sedangkan output A.S. berada pada rekor tertinggi dalam statistik mingguan pemerintah.

Batubara rebound besar

Harga batubara kontrak Januari 2018 di kedua bursa utama dunia serempak menguat lebih dari satu persen setelah Badan Pertambangan Nasional Colombia melaporkan produksi batu bara negara tersebut turun 8% (y-o-y) menjadi 21,5 juta ton pada kuartal ketiga tahun ini dibandingkan dengan 23,4 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

CPO kembali melemah

Trend pelemahan CPO masih berlanjut seiring dengan anjloknya harga minyak kedelai. Di bursa Malaysia, harga CPO ditutup turun 0,81% ke level 2583 ringgit per ton.

 

Image source: cdn.inquisitr.com

Author


Avatar