The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-62689
Market Updates

Net buy asing yang cukup masif di sektor perbankan mampu mengerek indeks bergerak menguat di tengah sentimen negatif dari merosotnya bursa Amerika dan Asia serta harga – harga komoditas. IHSG ditutup menguat 0,58% ke level 6035,51 setelah diperdagangkan dengan rentang antara 6001 – 6044. Sektor finance menjadi bintang dengan kenaikan sebesar 1,46%  ditopang oleh sub sektor perbankan. Kemudian, kenaikan saham ASII juga turut mengangkat sektor sektor aneka industri sebesar 1,57%.

Asing net sell 451 miliar

Outflow asing dari bursa hari ini didominasi oleh transaksi penjualan di pasar nego yang melibatkan saham KPIG, GZCO dan FMII yang ketiganya mencapai nominal 501 miliar. Sedangkan di pasar reguler, asing mencatatkan net buy senilai 61 miliar dengan pembelian terbesar pada saham BBRI (221 miliar), BBCA (42 miliar) dan BBNI (28 miliar). Sektor finance saat ini memang sedang naik daun mengekor pergerakan investor di bursa luar negeri yang memindahkan dananya dari sektor teknologi ke saham – saham perbankan.

Bursa Asia merah membara

Sejumlah indeks di bursa Asia anjlok tajam mengekor pelemahan bursa Amerika dan Eropa dimana belum pulihnya trend bearish sektor teknologi diperparah oleh aksi profit taking di saham – saham perbankan karena harganya yang terus melambung sejak kelolosan RUU pajak Amerika Serikat. Pergerakan logam industri yang kembali turun dan batubara yang melemah juga turut membebani sebagian besar emiten di sektor terkait.

Indeks Nikkei 225 menjadi yang paling parah dengan penurunan  sebanyak 1,93% karena mata uang yen yang naik drastis terhadap US Dollar dan Euro. Indeks Kospi Korea juga turut merosot sebanyak 1,43%  karena keputusan pemerintah untuk menaikkan pajak penghasilan bagi perusahaan dengan pendapatan tinggi.

Indeks STI Singapura dan ASX Australia juga melemah masing – masing 1,34% dan 0,44%. Dari daratan China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng juga ditutup di zona merah dengan penurunan sebesar 0,29% dan 2,17% karena kekhawatiran investor akan pengetatan likuiditas akan berpengaruh buruk ke sektor property dan perbankan.

 

Image source: http://mystartupventure.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini mendapat sentimen negatif dari merosotnya bursa Amerika dan Eropa serta regional Asia pagi ini sehingga kami prediksikan akan bergerak melemah terbatas. Indeks Nikkei, Shanghai dan Kospi dibuka turun di kisaran 0,3% – 0,7% karena belum pulihnya saham – saham teknologi dan mulai adanya aksi profit taking di saham perbankan. Kemudian, turunya harga beberapa komoditas seperti batubara, CPO dan logam industri juga akan membebani laju indeks.

Meskipun demikian, pergerakan indeks akan mendapat sentimen positif dari kenaikan harga minyak. Indikator teknikal juga menunjukkan bahwa harga saat ini sudah mendekati zona jenuh jual, sehingga penurunan yang terjadi akan cenderung terbatas.

Bursa Amerika melemah

Mulai redanya euforia kelolosan RUU reformasi pajak membuat bursa Wall Street bergerak loyo. Sektor teknologi yang sempat rebound akhirnya ditutup melemah dan membebani pasar. Sebagai hasilnya, indeks Dow Jones turun 0,45% sedangkan Nasdaq dan S&P masing – masing melemah 0,19% dan 0,37%.

Bursa Eropa merosot

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,73 poin atau 0,19% terbebani oleh sektor finansial yang turun karena aksi profit taking investor yang merasa saham – saham di sektor perbankan sudah naik cukup tinggi.

Harga minyak rebound

Harga minyak WTI langsung melonjak di awal perdagangan namun perlahan turun menyusul laporan American Petroleum Institute (API) yang menyebutkan stok bensin di AS melonjak 9,2 juta barel pekan lalu sehingga hanya ditutup menguat 0,42% ke level USD 57,44 per barel.

Batubara kembali turun

Setelah kemarin sempat mencatatkan penguatan, harga batubara kembali melemah. Di bursa Newcastle, harga batubara anjlok 0,93% untuk kontrak pengiriman Januari sedangkan di bursa Rotterdam harganya merosot 0,81%.

CPO terus anjlok

Trend turun minyak sawit  masih kuat.  Meskipun minyak kedelai sudah mencatatkan rebound, harga CPO di bursa Malaysia masih anjlok 0,74% ke level 2564 ringgit per ton.


Image source: unitedenergyconsultants.com

0