Market Updates

Asing net buy besar di saham perbankan, IHSG perkasa di tengah redupnya bursa regional Asia

Net buy asing yang cukup masif di sektor perbankan mampu mengerek indeks bergerak menguat di tengah sentimen negatif dari merosotnya bursa Amerika dan Asia serta harga – harga komoditas. IHSG ditutup menguat 0,58% ke level 6035,51 setelah diperdagangkan dengan rentang antara 6001 – 6044. Sektor finance menjadi bintang dengan kenaikan sebesar 1,46%  ditopang oleh sub sektor perbankan. Kemudian, kenaikan saham ASII juga turut mengangkat sektor sektor aneka industri sebesar 1,57%.

Asing net sell 451 miliar

Outflow asing dari bursa hari ini didominasi oleh transaksi penjualan di pasar nego yang melibatkan saham KPIG, GZCO dan FMII yang ketiganya mencapai nominal 501 miliar. Sedangkan di pasar reguler, asing mencatatkan net buy senilai 61 miliar dengan pembelian terbesar pada saham BBRI (221 miliar), BBCA (42 miliar) dan BBNI (28 miliar). Sektor finance saat ini memang sedang naik daun mengekor pergerakan investor di bursa luar negeri yang memindahkan dananya dari sektor teknologi ke saham – saham perbankan.

Bursa Asia merah membara

Sejumlah indeks di bursa Asia anjlok tajam mengekor pelemahan bursa Amerika dan Eropa dimana belum pulihnya trend bearish sektor teknologi diperparah oleh aksi profit taking di saham – saham perbankan karena harganya yang terus melambung sejak kelolosan RUU pajak Amerika Serikat. Pergerakan logam industri yang kembali turun dan batubara yang melemah juga turut membebani sebagian besar emiten di sektor terkait.

Indeks Nikkei 225 menjadi yang paling parah dengan penurunan  sebanyak 1,93% karena mata uang yen yang naik drastis terhadap US Dollar dan Euro. Indeks Kospi Korea juga turut merosot sebanyak 1,43%  karena keputusan pemerintah untuk menaikkan pajak penghasilan bagi perusahaan dengan pendapatan tinggi.

Indeks STI Singapura dan ASX Australia juga melemah masing – masing 1,34% dan 0,44%. Dari daratan China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng juga ditutup di zona merah dengan penurunan sebesar 0,29% dan 2,17% karena kekhawatiran investor akan pengetatan likuiditas akan berpengaruh buruk ke sektor property dan perbankan.

 

Image source: http://mystartupventure.com

Author


Avatar