Morning Review

Capital inflow ke dalam bursa akan mengimbangi sentimen negatif dari pergerakan bursa luar negeri

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak mixed dimana secara teknikal IHSG baru saja ditutup di atas garis middle bollinger band sedangkan Stochastic membentuk golden cross di area netral. Sentimen dari luar negeri selain naiknya harga batubara masih belum ada yang positif. Bursa Amerika dan Eropa melemah serta komoditas minyak, logam dan CPO bergerak turun. Namun capital inflow yang baru – baru ini terus masuk ke bursa, dimana asing mencatatkan net buy di pasar reguler berpotensi mengerek indeks untuk melaju ke atas.

Bursa Wall Street merah

Indeks Dow Jones dan S&P 500 masih bergerak memerah dengan pelemahan sebesar 0,16% dan 0,01% sedangkan Nasdaq bergerak menguat 0,21 seiring dengan rebound di saham teknologi. Saham Microsoft, Facebook dan Alphabet naik lebih dari 1% mengimbangi penuruna pada saham-saham emiten perminyakan seperti Schlumberger, Exxon dan Chevron turun antara 0,6% dan 2,17%.

Bursa Eropa melemah tipis

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,1% setelah sempat jatuh hingga 1%. Namun melemahnya Euro menjelang penutupan pasar mampu memberikan sentimen positif bagi emiten – emiten eksportir sehingga indeks bergerak menguat.

Minyak mentah merosot tajam

Harga minyak WTI turun tajam hingga -2,64% ke level USD 57,44 per barel setelah data EIA menunjukkan persediaan bensin AS meningkat sebesar 6,78 juta barel pekan lalu, sedangkan prediksi pasar sebelumnya, menyatakan bahwa persediaan bensin akan turun.

Batubara catatkan rebound

Harga batubara berhasil menguat di kedua bursa utama dunia. Di Newcastle, harga batubara kontrak Januari naik 0,57% sedangkan di Rotterdam, harganya menguat 0,66%. Namun perlu diwaspadai trend penurunan belum usai, mengingat China terindikasi tengah mengurangi impor batubara dimana pada November lalu tercatat penurunan pengiriman sebesar 8,7% meski musim dingin belum usai.

CPO kembali longsor

Harga CPO di bursa malaysia ditutup turun  1,05% ke level 2537 ringgit per ton, masih dibayangi oleh kelebihan supply karena turunya permintaan. Data statistik yang dirilis perusahaan kargo Intertek Testing Services menunjukkan kemungkinan penurunan ekspor minyak sawit sekitar 6,4% pada tingkat bulanan.


Image source: media2.s-nbcnews.com

Author


Avatar