The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Sempat bergerak mantap di awal perdagangan dan mencapai level tertinggi di 6052,51, IHSG perlahan turun dan ditutup turun tipis 4,33 poin atau 0,07% ke level 6026,63 seiring tekanan dari sektor mining yang anjlok hingga -1,89%. Pelemahan sektor mining terkait dengan harga minyak bumi yang tadi pagi terkoreksi serta profit taking di komoditas batubara. Selain mining, basic industry dan trade juga turut menekan indeks dengan pelemahan sebesar – 0,91% dan -0,77%.

Asing net sell 300 M

Di tengah volume transaksi bursa yang cukup rendah, yakni senilai 5,8 triliun yang mana di bawah rata –rata bulan ini di angka 6,95 triliun, asing mencatatkan net sell sebesar 300,45 miliar di keseluruhan pasar yang didominasi oleh penjualan di saham LPKR (-97 miliar), KPIG (-68 miliar), UNTR (-56 miliar) dan TLKM (-43 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan net buy di antaranya adalah BBNI (54 miliar), BBRI (31 miliar), BSIM (25 miliar) dan INDY (20 miliar).

Bursa Asia Bullish

Hingga penutupan sore ini sejumlah indeks utama bursa Asia bergerak menghijau ditenagai sentimen dari bursa Wall Street pasca rilis data tenaga kerja Amerika yang menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi dari perkiraan pasar. Selain itu, optimisme investor juga terdorong oleh keputusan pemerintah AS untuk menghindari terjadinya shutdown dan perundingan terkait perundang-undangan reformasi pajak juga menunjukkan kemajuan positif.

Pertumbuhan data tenaga kerja tersebut juga membuka kemungkinan the FED untuk menaikkan suku bunga di bulan ini dan membuat mata uang dollar semakin menanjak. Bursa Jepang yang mayoritas emitenya berorientasi ekspor diuntungkan dengan penguatan dollar ini sehingga indeks Nikkei 225 menguat hingga 0,56%.

Selain Nikkei, indeks Hang Seng Hong Kong dan Shanghai Composite China melonjak di kisaran 1%. Adapun STI Singapura dan ASX 200 Australia masing – masing menguat 1,04% dan 0,07%. Kemudian, dari Korea Selatan, indeks Kospi turut naik sebesar 0,30%.


Image source: rloky.com

0

Morning Review, Morning Update

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan kecenderungan untuk sedikit menguat terdorong oleh sentimen positif dari menguatnya bursa Amerika dan regional Asia pagi ini serta penguatan harga batubara. Meski demikian, indeks berpotensi tertekan oleh sentimen dari dalam negeri yang tidak begitu bagus pasca rilis data posisi cadev Indonesia akhir November 2017 tercatat US$ 125,97 miliar, lebih rendah dibandingkan posisi akhir Oktober 2017 sebesar US$ 126,55 miliar. Secara teknikal, pergerakan IHSG masih sideways yang berada di area middle bollinger band. RSI dan Stochastic juga menunjukkan bahwa indeks masih berada di zona netral.

Data tenaga kerja melebihi perkiraan, Wall Street menghijau

Bursa Amerika menghijau dimana Dow Jones menguat 0,5% sedangakn S&P 500 dan Nasdaq menguat masing – masing 0,6% dan 0,4%. Departemen tenaga kerja AS merilis data tenaga kerja baru pada November sebesar 228.000 yang mana jauh lebih tinggi dari perkiraan para ekonom di angka 195.000 pekerja baru.

Bursa Eropa bullish

Indeks Euro Stoxx 50 menguat 0,63% terdorong penguatan besar pada indeks FTSE Inggris sebesar 1,0% dan DAX Jerman yang naik 0,83%. Pendorong utama indeks berasal dari menguatnya saham Volkswagen dan saham Airliner di Inggris, serta kenaikan di sektor mining akibat pulihnya harga minyak dan batubara.

Minyak terkoreksi

Di Senin pagi ini harga minyak mengalami sedikit koreksi dimana harga minyak WTI turun 17 sen ke level US$ 57,19 per barel. Data Baker Hughes yang dirilis Jumat lalu, menunjukkan produsen minyak AS menambah dua unit rig menjadi 751, jumlah tertinggi dalam tiga bulan.  Peningkatan produksi di AS bisa menghambat upaya pengurangan produksi yang dilakukan OPEC dan sekutunya.

Batubara perkasa

Harga batubara melanjutkan penguatanya di kedua bursa utama dunia masih dipengaruhi sentimen positif dari China dan pergerakan harga minyak. Di Newcastle, harga batubara kontrak Januari naik 0,88% sedangkan di bursa Rotterdam, harganya melesat 1,14%.

Harga logam industri tertekan

Menguatnya mata uang dollar dan proyeksi penurunan permintaan pasca kebijakan pemerintah China mengenai pengetatan aktivitas investasi di sektor properti yang berpotensi bubble mendorong harga logam industri terkoreksi. Harga Nickel melemah 0,48% sedangkan Alumunium sepanjang Kamis hingga Jumat lalu terkoreksi 3,08% menjadi US$ 2.010 per metrik ton.

CPO masih terkapar

Harga CPO masih terus bearish, Jumat lalu di bursa malaysia, harga CPO kembali anjlok 0,92% ke level 2477 ringgit per ton, bahkan ketika minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusinya mencatatkan kenaikan sebesar 0,75%.

 

Image source: www.activistpost.com

0