Morning Review, Morning Update

Bursa Amerika dan regional Asia menghijau, sentimen positif membuka awal pekan ini

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan kecenderungan untuk sedikit menguat terdorong oleh sentimen positif dari menguatnya bursa Amerika dan regional Asia pagi ini serta penguatan harga batubara. Meski demikian, indeks berpotensi tertekan oleh sentimen dari dalam negeri yang tidak begitu bagus pasca rilis data posisi cadev Indonesia akhir November 2017 tercatat US$ 125,97 miliar, lebih rendah dibandingkan posisi akhir Oktober 2017 sebesar US$ 126,55 miliar. Secara teknikal, pergerakan IHSG masih sideways yang berada di area middle bollinger band. RSI dan Stochastic juga menunjukkan bahwa indeks masih berada di zona netral.

Data tenaga kerja melebihi perkiraan, Wall Street menghijau

Bursa Amerika menghijau dimana Dow Jones menguat 0,5% sedangakn S&P 500 dan Nasdaq menguat masing – masing 0,6% dan 0,4%. Departemen tenaga kerja AS merilis data tenaga kerja baru pada November sebesar 228.000 yang mana jauh lebih tinggi dari perkiraan para ekonom di angka 195.000 pekerja baru.

Bursa Eropa bullish

Indeks Euro Stoxx 50 menguat 0,63% terdorong penguatan besar pada indeks FTSE Inggris sebesar 1,0% dan DAX Jerman yang naik 0,83%. Pendorong utama indeks berasal dari menguatnya saham Volkswagen dan saham Airliner di Inggris, serta kenaikan di sektor mining akibat pulihnya harga minyak dan batubara.

Minyak terkoreksi

Di Senin pagi ini harga minyak mengalami sedikit koreksi dimana harga minyak WTI turun 17 sen ke level US$ 57,19 per barel. Data Baker Hughes yang dirilis Jumat lalu, menunjukkan produsen minyak AS menambah dua unit rig menjadi 751, jumlah tertinggi dalam tiga bulan.  Peningkatan produksi di AS bisa menghambat upaya pengurangan produksi yang dilakukan OPEC dan sekutunya.

Batubara perkasa

Harga batubara melanjutkan penguatanya di kedua bursa utama dunia masih dipengaruhi sentimen positif dari China dan pergerakan harga minyak. Di Newcastle, harga batubara kontrak Januari naik 0,88% sedangkan di bursa Rotterdam, harganya melesat 1,14%.

Harga logam industri tertekan

Menguatnya mata uang dollar dan proyeksi penurunan permintaan pasca kebijakan pemerintah China mengenai pengetatan aktivitas investasi di sektor properti yang berpotensi bubble mendorong harga logam industri terkoreksi. Harga Nickel melemah 0,48% sedangkan Alumunium sepanjang Kamis hingga Jumat lalu terkoreksi 3,08% menjadi US$ 2.010 per metrik ton.

CPO masih terkapar

Harga CPO masih terus bearish, Jumat lalu di bursa malaysia, harga CPO kembali anjlok 0,92% ke level 2477 ringgit per ton, bahkan ketika minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusinya mencatatkan kenaikan sebesar 0,75%.

 

Image source: www.activistpost.com

Author


Avatar