Morning Review

Bursa saham Amerika menghijau meski sempat terguncang bom New York

Senin kemarin terjadi ledakan sebuah ‘bom pipa’ yang mengguncang Otoritas Pelabuhan New York, Amerika Serikat, dimana seorang meledakkan sebuah bom yang diikatkan ke dadanya dan melukai dirinya sendiri serta tiga orang lainnya. Kepolisian New York mengidentifikasi tersangka sebagai Akayed Ullah, 27 tahun, yang saat ini dirawat karena luka bakar di rumah sakit terdekat dan ada dalam tahanan polisi.

Setelah kejadian ini, indeks Dow Jones dan S&P 500 terpantau bergerak datar karena investor mencermati dampak lebih lanjut dari kejadian tersebut, meski kemudian kedua indeks tersebut melanjutkan kenaikanya karena terdorong oleh sektor teknologi dan energi akibat kenaikan harga minyak serta optimisme investor perihal suku bunga AS akhir pekan ini. Indeks Dow Jones ditutup menguat  0,23% sedangkan indeks S & P 500 dan Nasdaq masing – masing naik sebesar 0,32% dan 0,51%.

Bursa Eropa melemah

Berkebalikan dengan bursa Amerika, indeks Stoxx Europe 600 justru ditutup melemah 0,05% tertekan sektor teknologi dan penguatan mata uang euro yang menguat hingga 0,3% terhadap dollar AS dan berpotensi menurunkan laba emiten eksportir.

IHSG bergerak sideways

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed didorong oleh sentimen penguatan bursa Amerika dan harga komoditas seperti minyak dan batubara. Secara teknikal indeks masih dalam tekanan jual setelah kemarin ditutup di bawah garis middle bollinger band. Stochastic juga terindikasi membentuk dead cross meski di area netral. Bursa regional Asia yang umumnya bisa digunakan sebagai acuan juga terpantau mixed dimana Nikkei dan Hang Seng menguat namun Shanghai Composite dan Kospi terpantau bergerak turun.

Minyak mentah membara

Setelah melemah di awal perdagangan, harga minyak kembali melonjak hingga 1,12% ke level USD 58 per barel setelah tersiar kabar bahwa operator Ineos, pabrik terbesar dunia untuk produk minyak dan kimia, mengatakan bahwa sistem pipa Forties, salah satu saluran minyak terpenting harus dihentikan sepenuhnya karena ditemukan kerusakan.

Batu bara cerah

Harga batubara memperpanjang penguatanya setelah pemerintah China meningkatkan impor dan menggunakan lebih banyak bahan bakar untuk pembangkit dan pemanas listrik di tengah dinginnya cuaca. Di bursa Newcastle untuk kontrak Januari 2018 harga batubara naik 0,88% sedangkan di Rotterdam melonjak hingga 1,14%.

CPO terus terpuruk

Rentetan penurunan harga CPO masih belum terhenti setelah kemarin di bursa malaysia harganya kembali anjlok 0,81% ke level 2457 ringgit per ton. Hal ini diperparah oleh harga minyak kedelai sebagai komoditas substitusi yang turut tergelincir sebesar 0,53%.

 

Image source: officer.com

Author


Avatar