Morning Review

Bursa Amerika menguat pasca kenaikan suku bunga the FED, berikut proyeksi IHSG hari ini

Sejumlah indeks Wall Street bergerak dengan kecenderungan menguat dimana Dow Jones dan Nasdaq masing – masing naik 0,33% dan 0,2% setelah Federal Reserve mengumumkan kenaikan suku bunga ketiga kalinya ke range 1,25% – 1,50% seperti yang diperkirakan. The Fed juga memperkirakan produk domestik bruto (PDB) AS tumbuh 2,5% pada 2018, naik dari perkiraan 2,1% pada bulan September. Sementara itu, laju pertumbuhan PDB diperkirakan akan mereda menjadi 2,1% pada 2019, sedikit lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 2,0%.

Meskipun demikian, sektor finansial di bursa Amerika justru bergerak di zona merah dengan penurunan sebesar 1,3% menyusul anjloknya saham perbankan karena investor mengharapkan The Fed bersikap lebih hawkish. Hal ini yang membuat indeks S&P 500 ditutup turun tipis 0,05%.

Bursa Eropa melemah

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,21% tertekan oleh sektor perbankan yang mengekor pergerakan bursa Wall Street. Selain itu bursa Italia juga turut menjadi penekan seiring anjloknya indeks  FTSE MIB sebesar 1,4% di tengah kekhawatiran tidak akan ada kemenangan mayoritas di parlemen.

Harga minyak tertekan

Harga minyak WTI ditutup melemah 0,93% ke level USD 56,71 per barel setelahd ata Energy Information Administration (EIA) menunjukkan produksi minyak AS  mencapai rekor tertinggi sebesar 9,78 juta barel per hari (bph) sedangkan jumlah cadangan bensin AS melonjak 5,7 juta barel, lebih dari dua kali lipat dibanding ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan hanya 2,5 juta barel.

Batubara mixed

Setelah rally penguatan selama lima hari beruntun, harga batubara di bursa Rotterdam akhirnya terkoreksi dimana untuk kontrak Januari 2018 harganya merosot hingga 1,05%. Namun demikian, di bursa Newcastle, harga batubara masih mampu ditutup menguat sebesar 0,50%.

CPO kembali bearish

Setelah sempat bergerak menguat, harga CPO kembali ke trend bearishnya dengan penurunan sebesar 0,36% ke level 2462 ringgit per ton yang mana merupakan merupakan level terendah sejak 28 Juni.

IHSG bergerak mixed

Pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan akan mixed dengan kecenderungan untuk melemah terbatas karena melemahnya harga komoditas dan lonjakan indeks di akhir perdagangan kemarin bisa memicu aksi profit taking pada awal pembukaan pasar pagi ini. Penopang laju indeks akan berasal dari sentimen positif dari menguatya bursa Amerika dan regional Asia yang mayoritas dibuka menguat. Secara teknikal, indeks saat ini berada di resisten 6053 namun indikator stochastic dan RSI masih menunjukkan harga berada di zona netral. Terbentuk pola bullish marubozu yang mengindikasikan penguatan lanjutan.


Image source: blog.oup.com

Author


Avatar