Market Updates

Terlempar di zona merah pada dua sesi perdagangan, IHSG justru berhasil ditutup menguat

Pergerakan indeks hari ini mayoritas berada di zona merah dan sempat melemah hingga ke level 6075. Sentimen negatif datang dari menyusutnya surplus neraca perdagangan Indonesia di bulan November dan merahnya indeks regional Asia yang mengikuti pelemahan bursa Amerika. Namun di sesi penutupan, lonjakan tajam pada saham UNVR dan GGRM serta beberapa saham konstruksi berhasil membalikkam indeks ke zona hijau dan ditutup menguat tipis 0,09% ke level 6119,42 yang mana merupakan rekor terbaru IHSG dua hari berturut – turut.

Surplus neraca dagang merosot tajam

Pagi hari tadi BPS merilis surplus neraca perdagangan Indonesia bulan November senilai US$ 127,1 juta, yang mana jauh lebih rendah dibanding bulan Oktober sebesar US$ 895 juta. Merosotnya  surplus itu lantaran nilai ekspor November tercatat US$ 15,28 miliar sementara nilai impor tercatat US$ 15,15 miliar. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-November tercatat sebesar US$ 153,9 miliar atau naik 17,16% yoy. Sementara nilai impor periode tersebut mencapai US$ 141,88 miliar, naik 15,47% yoy.

Asing net sell jumbo

Hingga penutupan pasar net sell asing tercatat mencapai nominal 717,04 miliar di keseluruhan pasar. Di pasar negoisasi terdapat transaksi penjualan bersih asing di saham SMMA senilai 1,46 triliun yang yang diimbangi oleh net buy di saham BSIM senilai 1,46 triliun juga. Di pasar reguler, net sell asing tercatat senilai 572,67 miliar yang didominasi oleh saham BMRI (-166 miliar), BBRI (-118 miliar), ICBP (-61 miliar) dan BUMI (-48 miliar).

Bursa Asia mayoritas memerah

Pergerakan sejumlah indeks regional Asia berada di zona negatif mengekor pergerakan bursa Wall Street dan Eropa yang anjlok setelah munculnya kekhawatiran akan gangguan pada kemajuan undang – undang reformasi pajak setelah juru bicara Senator Partai Republik, Marco Rubio menentang RUU perpajakan kecuali jika pemerintahan Donald Trump menyetujui kredit pajak anak yang lebih besar.

Indeks Nikkei 225 Jepang terkoreksi 0,68% sedangkan indeks Shanghai Composite dan Hang Seng, Hong Kong masing – masing anjlok masing – masing 0,80% dan 0,84%. IndeksASX 200 Australia tergelincir di angka -0,24%. Adapun indeks STI Singapura ditutup turun 0,44%.

Meski demikian, bursa Korea Selatan masih mampu mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan sebesar 0,51% didorong oleh kenaikan saham Samsung dan Hyundai. Sebelumnya, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dalam pidatonya menegaskan Korsel dan China sependapat tentang penyelesaian masalah nuklir Korut secara damai.

 

Image source: http://maritime-connector.com

Author


Avatar