The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Meski mencetak rekor penutupan tertinggi baru untuk yang ketiga kalinya secara berturut – turut, pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona merah dan bahkan sempat menyentuh level terendah di 6080,15. Namun rebound sektor consumer menjelang penutupan pasar membuat indeks terangkat 0,24% ke level 6133,96 yang sekaligus menjadi titik tertingginya. Saham  GGRM, HMSP dan ICBP naik di atas 2% sedangkan UNVR menguat 1,6%.

Selain consumer, tiga sektor lain juga turut menopang IHSG yaitu agri (+0,18%) yang mendapat sentimen positif dari pemotongan pajak CPO Malaysia, kemudian finance (+0,31%) dimana saham perbankan naik mengekor pergerakan bursa Asia dan terakhir manufacture sebesar +0,58%.

Asing net sell 210 miliar

Outflow asing dari bursa hari ini tidak terlampau besar hanya senilai 210,39 miliar karena tertolong transaksi pembelian saham TAMU di pasar negoisasi  senilai 169,71 miliar. Adapun di pasar reguler, net sell asing tercatat membengkak hingga 394 miliar dengan penekan terbesar pada saham ASII (-104 miliar), BUMI (-72 miliar), BBRI (-69 miliar), UNTR (-50 miliar) dan BBNI (-42 miliar).

Bursa Asia mixed

Bursa regional Asia hari ini bergerak mixed dengan kecenderungan menguat karena dampak positif dari optimisme investor akan perkembangan reformasi pajak Amerika. Pemangkasan pajak perusahaan dari 35% menjadi 21% diyakini akan mendongkrak laba perusahaan sehingga mendorong aksi buyback saham, serta pemberian dividen lebih tinggi yang tentunya akan menguntungkan para pemegang saham.

Indeks Nikkei Jepang memimpin laju bullish bursa Asia dengan lonjakan sebesar 1,63% disusul oleh indeks ASX Australia yang naik 0,70%. Adapun kedua indeks dari daratan China yaitu Shanghai Composite dan Hang Seng, Hong Kong masing masing menguat 0,05% dan 0,85%.

Meski demikian indeks Kospi Korea terpaksa ditutup turun tipis 0,01% meskipun tadi pagi sempat menguat hingga 0,27% karena adanya aksi profit taking di saham – saham otomotif dan farmasi. Selain Kospi, STI Singapura juga terpantau melemah 0,18%.


Image source: http://gtgtechnologygroup.com

0