The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Mendapat sentimen positif dari pergerakan bursa global dan harga komoditas, laju IHSG tidak terbendung walaupun sempat mengalami proft taking di awal perdagangan. Indeks bergerak dengan range 6110 – 6176 dan ditutup di level 6167,67 atau naik sebesar 33,71 poin (0,55%).  Sektor mining menjadi pendorong utama dengan kenaikan sebesar 1,97% karena lonjakan harga PTBA dan penguatan saham batubara lainya. Selain mining, sektor consumer goods dan trade juga mencatatkan kenaikan yang signifikan. Adapun sektor yang paling mengalami penurunan adalah infrastruktur dengan pelemahan 0,71%, dan industri dasar turun 0,5%.

Asing catatkan net buy

Hari ini asing mencatatkan net buy sebesar 146,05 miliar di keseluruhan pasar yang didominasi oleh transaksi pembelian di pasar nego pada saham KPIG (500 miliar), TAMU (149 miliar) dan TELE (140 miliar). Adapun di pasar reguler, asing masih melanjutkan outflownya meski tidak terlalu besar yaitu senilai -89,78 miliar karena penjualan di saham TLKM (-120 miliar), JSMR (-38 miliar), BMRI (-36 miliar) dan LPKR (-32 miliar).

Bursa Asia cenderung menguat

Pergerakan bursa Asia hari ini ditenagai oleh optimisme di bursa Wall Street dimana ketiga indeks utamanya kembali memecahkan rekor penutupan tertinggi. Pergerakan harga komoditas batubara dan logam industri yang menguat juga menjadi faktor penggerak.

Di Sydney, indeks S&P/ASX 200 naik 0,54% setelah saham pertambangan menguat mengikuti laju harga logam dasar dan bijih besi pada sesi sebelumnya. Dari China, indeks Shanghai Composite naik 0,88% karena langkah nyata yang dilakukan beberapa perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban hutang. Indeks Hang seng, Hong Kong juga turut bergerak menguat 0,59%.

Namun demikian, indeks Nikkei Jepang dan Kospi Korea harus terkapar di zona merah dengan pelemahan tipis 0,15% dan 0,13%. Bursa Jepang terbebani oleh kenaikan yen terhadap dollar  di hari kedua. Adapun pelemahan di bursa Korea lebih disebabkan oleh aksi profit taking setelah pagi tadi bergerak di zona hijau.

 

Image source: socialentrepreneurs.ie

0

Morning Review

Pergerakan IHSG ini hari ini banyak terdorong oleh sentimen dari luar negeri seperti penguatan bursa Amerika, lonjakan pada indeks saham di Eropa serta menghijaunya sejumlah indeks utama di regional Asia seperti Nikkei 225, STI Singapura, Shanghai dan Hang Seng serta ASX 200 Australia. Harga komoditas seperti batubara, logam industri dan bahkan CPO juga terpanta menguat. Yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan adanya koreksi teknikal dan aksi profit taking pada IHSG karena harganya yang sudah masuk ke area overbought (jenuh beli).

Bursa Amerika cetak rekor lagi

Tiga indeks acuan utama Wall Street berhasil mencetak rekor penutupan tertinggi dimana Dow Jones berakhir menguat 0,57% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing – masing menguat 0,84% dan 0,54%. Optimisme pasar mencuat setelah munculnya kabar bahwa Kongres AS akan memulai voting terkait UU reformasi pajak pada hari Selasa (19/12) waktu setempat, agar dapat segera ditandatangani oleh Presiden Donald Trump menjadi undang-undang pada akhir pekan ini.

Bursa Eropa melonjak tajam

Bergairahnya bursa Wall Street menjadi sentimen positif bagi Eropa karena penurunan pajak perusahaan akan menguntungkan perekonomian global. Indeks Euro Stoxx 50 terangkat hingga 1,42% karena lonjakan pada indeks DAX Jerman sebesar 1,59% sedangkan FTSE 100 dan CAC 40 Perancis masing – masing menguat sebesar 0,62% dan 1,33%.

Harga minyak stagnan

Rally minyak WTI terhenti dan ditutup melemah tipis 0,02% di level USD 57,29 per barel setelah para pekerja manajerial di Nigeria, negara penghasil minyak mentah terbesar kedua di Afrika, menghentikan aksi pemogokan mereka dan setuju untuk membuka kembali diskusi bulan depan.

Batubara masih kuat

Reli harga batu bara masih berlanjut pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut dimana kontrak Januari 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 0,58% atau 0,55 poin di US$95,80/metrik ton.

CPO rebound

Meski masih dalam trend negatif, harga Cpo berhasil rebound di hari kedua dengan mencatatkan penguatan 0,48% ke level 2527 ringgit per ton menyusul antisipasi investor akan peningkatan impor yang akan dimulai pada akhir Desember ini dan di awal Januari terkait tahun baru China.


Image source: lifespanseminar.com

0