Morning Review

Cerahnya bursa global dan harga komoditas yang menguat, berikut proyeksi IHSG

Pergerakan IHSG ini hari ini banyak terdorong oleh sentimen dari luar negeri seperti penguatan bursa Amerika, lonjakan pada indeks saham di Eropa serta menghijaunya sejumlah indeks utama di regional Asia seperti Nikkei 225, STI Singapura, Shanghai dan Hang Seng serta ASX 200 Australia. Harga komoditas seperti batubara, logam industri dan bahkan CPO juga terpanta menguat. Yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan adanya koreksi teknikal dan aksi profit taking pada IHSG karena harganya yang sudah masuk ke area overbought (jenuh beli).

Bursa Amerika cetak rekor lagi

Tiga indeks acuan utama Wall Street berhasil mencetak rekor penutupan tertinggi dimana Dow Jones berakhir menguat 0,57% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing – masing menguat 0,84% dan 0,54%. Optimisme pasar mencuat setelah munculnya kabar bahwa Kongres AS akan memulai voting terkait UU reformasi pajak pada hari Selasa (19/12) waktu setempat, agar dapat segera ditandatangani oleh Presiden Donald Trump menjadi undang-undang pada akhir pekan ini.

Bursa Eropa melonjak tajam

Bergairahnya bursa Wall Street menjadi sentimen positif bagi Eropa karena penurunan pajak perusahaan akan menguntungkan perekonomian global. Indeks Euro Stoxx 50 terangkat hingga 1,42% karena lonjakan pada indeks DAX Jerman sebesar 1,59% sedangkan FTSE 100 dan CAC 40 Perancis masing – masing menguat sebesar 0,62% dan 1,33%.

Harga minyak stagnan

Rally minyak WTI terhenti dan ditutup melemah tipis 0,02% di level USD 57,29 per barel setelah para pekerja manajerial di Nigeria, negara penghasil minyak mentah terbesar kedua di Afrika, menghentikan aksi pemogokan mereka dan setuju untuk membuka kembali diskusi bulan depan.

Batubara masih kuat

Reli harga batu bara masih berlanjut pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut dimana kontrak Januari 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 0,58% atau 0,55 poin di US$95,80/metrik ton.

CPO rebound

Meski masih dalam trend negatif, harga Cpo berhasil rebound di hari kedua dengan mencatatkan penguatan 0,48% ke level 2527 ringgit per ton menyusul antisipasi investor akan peningkatan impor yang akan dimulai pada akhir Desember ini dan di awal Januari terkait tahun baru China.


Image source: lifespanseminar.com

Author


Avatar