Morning Review

DPR Amerika Loloskan RUU Reformasi Pajak, bagaimana respon bursa global?

Meski tanpa dukungan dari partai Demokrat, DPR Amerika berhasil meloloskan RUU Reformasi Pajak, sesuai yang diinginkan oleh presiden Trump dan kubu Republik. Kubu demokrat menyatakan paket reformasi pajak ini hanya menguntungkan korporasi dan kaum berada serta melambungkan defisit anggaran Amerika. Pengambilan suara selanjutnya akan dilangsungkan Senat AS. Partai Republik pun yakin bahwa rancangan undang-undang tersebut dapat diteken menjadi undang-undang pada akhir pekan ini.

Bursa Amerika melemah

Lolosnya RUU reformasi pajak tidak ditanggapi baik oleh pasar karena sudah diantisipasi sebelumnya. Alhasil, indeks Dow Jones berakhir turun 0,15% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing anjlok 0,32% dan 0,44%. Saham-saham di sektor teknologi menjadi salah satu pemicu pelemahan indeks yang dipimpin oleh saham Apple yang melemah 1,1%

Bursa Eropa lesu

Bursa Eropa berbalik arah setelah di awal sesi naik 0,2% terkait ekspektasi bahwa RUU perpajakan AS akan disetujui. Namun menjelang pertengahan, tekanan pada pasar obligasi dimana imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun Jerman mencapai level tertinggi tiga pekan menyeret indeks Stoxx Europe 600 berakhir melemah 0,4%.

Bursa Asia mixed

Pergerakan sejumlah indeks regional Asia mixed namun cenderung melemah mengekor pergerakan bursa Wall Street. Indeks STI Singapura turun 0,12% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing turun 0,14% dan 0,23%. Namun bursa Jepang dan Korea cukup positif dimana Nikkei naik 0,1% sedangkan Kospi menguat 0,17%.

IHSG berpotensi terkoreksi

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak melemah karena harga yang secara teknikal sudah cukup tinggi dimana indikator stochastic dan RSI berada di area overbought. Pergerakan bursa global yang melemah juga berpotensi menyeret indeks ke zona merah. Harga komoditas juga kurang mampu menopang karena batubara dan CPO bergerak melemah walaupun minyak menunjukkan tanda – tanda penguatan.

Minyak mentah menguat

Harga minyak WTI menguat 0,30% ke level USD 57,46 per barel setelah American Petroleum Institute (API) dikabarkan melaporkan penurunan persediaan minyak dalam negeri sebesar 5,2 juta barel pekan lalu. Angka tersebut melampaui perkiraan penurunan sebesar 3,15 juta barel dalam survei Bloomberg.

Batubara akhiri rally

Harga batu bara kontrak Januari 2018 di bursa Rotterdam, ditutup melemah 0,94% atau 0,90 poin di US$94,90/metrik ton. Pelemahan harga batu bara kontrak Januari 2018 pada perdagangan kemarin mengakhiri reli yang mampu dibukukan tiga hari berturut-turut sebelumnya.

 

Image source: upload.wikimedia.org

Author


Avatar